TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
TAMAK


__ADS_3

Dengan tertatih Tejo dan Tariq turun dari atas kapal menuju pondok mereka,


"Selama ini kita yang selalu mempermainkan orang, bahkan sekalipun ilmu kanuragan mereka tinggi, Tapi baru kali ini kita di permainkan oleh orang, sungguh sangat memalukan!? " Ujar Tejo sambil berusaha untuk berbaring di atas dipan


"Ilmu pemuda itu sungguh sangat luar biasa, dan anehnya dia mampu melihat saya, pukulan perogoh sukma sama sekali tidak berguna di hadapan pemuda itu!! aghhhhhh!! " Erang Tariq sambil ikut berbaring di samping Tejo.,


Whusassssasssss


Blam!!!!!


Suara hembusan Angin mengantarkan hadirnya seseorang pemuda dengan wajah sedingin salju yang tak lain adalah Pendekar Api abadi atau Suta Aji sang penguasa hutan hujan abadi yang baru,.


"Apa yang terjadi pada kalian berdua!? "


"Ampun Tuan, kami di serang seorang pemuda Sakti yang tidak memberi kami sedikitpun kesempatan untuk melawan, gwrakannya begitu cepat sampai saya tidak bisa menebak arah serangan yang dia lancarkan!? " Tejo dengan detail menceritakan semua apa yang dia dan Tariq alami di Kesultanan Samak, Sedangkan Suta Aji menyimak dengan seksama sambil sesekali mengernyit kan dahinya tanda berpikir keras,.


"Apa mungkin dia adalah si penguasa dua alam? Tapi setauku penguasa Dua Alam Sudah tua, siapa lagi pemuda ini, apa dia juga murid penguasa dua alam!? " Ujar Suta Aji seperti bercerita pada dirinya sendiri,.


"Maaf Tuan, Siapa penguasa dua alam itu!? " Tanya Tariq yang menangkap rona gelisah ketika Tuannya menyebut penguasa dua alam,.


huffffff!!!


Suta Aji menghela nafas dengan berat,


"Namanya Aryo damanta, dia seorang Sultan dari kesultanan Lembayung di tanah Sanggula, dia yang hampir membunuhku 30 Tahun silam! ".Ujar Suta Aji yang sebenarnya dia sama sekali tidak mengenal Siapa itu Aryo damanta akan tetapi jiwanya dan Jiwa nyi wilarang telah bersatu, membuat mereka hidup dalam satu raga dua jiwa.,

__ADS_1


"Maksud Tuan Aryo damanta itu Sultan di Kesultanan Lembayung di ujung timur Nusantara? " Tanya Tejo memastikan kebenarannya,.


"Iya, Apa kamu pernah ke sana!? "


"Itu terlalu jauh Tuan, Jika memang begitu adanya berarti Sultan Samak adalah murid penguasa dua alam seperti yang Tuan ucapkan, karena kampung halaman Sultan Arfan juga di Sanggula bahkan dia sengaja di utus langsung oleh Sultan Lembayung,.!? " Ujar Tejo menjelaskan secara rinci bagaimana mereka datang hingga mereka membangun desa samak menjadi Kesultanan,


"Pantas saja kalian dengan mudah dapat di kalahkan, Jauhi Samak untuk sementara waktu menurut Ramalan Hadas kekuatan abadi sebentar lagi muncul!? " Berlahan Suta Aji mendekati keduanya dan menempelkan telapak tangannya kepada keduanya, telapak tangan kiri si atas dada Tejo sedangkan telapak tangan kanan di atas dada Tariq. ,


Aghhhhhhh!!!


Erang keduanya dan asap hitam terlihat keluar dari kedua telapak tangan Suta Aji, tidak butuh beberapa lama tubuh keduanya telah sembuh seperti sedia kala bahkan kekuatan yang mereka miliki bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.


"Luka dalam kalian berdua telah sembuh, sekarang kalian berdua pergi ke kota raja, Kalian cari Mahapatih Tantra minta dia untuk membawa kalian berdua kemanapun dia pergi,Bilang ini titah dari Nyi Wi larang Selanjutnya tunggu perintah jangan berbuat yang bisa merugikan pihak kita dan sebelum ada perintah jauhi Desa Makmur!? " Ujar Suta Aji dengan wajah datarnya


"Saya tau, Apa yang kalian berdua pikirkan, tenang saja dengan menjadi bagian dari Kerajaan mbuat kalian berdua lebih leluasa melakukan apa yang kalian inginkan, lagian Mahapatih Tantra sama sifatnya dengan kalian berdua hanya saja sedikit lebih sadis!? " mendengar penjelasan Suta Aji, kedua nya tersenyum lega dan segera pamit undur diri untuk segera menuju kota Raja Kerajaan Jayagara Di bawah pimpinan Ratu Darawanti,


Sepanjang perjalanan mata keduanya jelalatan melirik kiri dan kanan memperhatikan begitu banyak gadis-gadis cantik,.


"Kenapa tidak dari dulu kita masuk kota raja, kalau tau begitu banyak gadis cantik di sini!? "


"Tejo, pikiranmu selalu tidak jauh dari urusan begituan"


"Agh tidak usah pura-pura kamu pasti juga menginginkan nya?? "


Hahahahahahaha!!!!

__ADS_1


Lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak sambil terus melangkah menuju gerbang istana.,


"Berhenti!!! Yang tidak punya izin di larang masuk wilayah istana,.!? " Cegat salah seorang prajurit penjaga gerbang dengan Tombak di tangannya,


"Maaf Tuan, kami berdua hendak bertemu dengan Mahapatih Tantra, dan kami berdua ini adalah adik seperguruan Mahapatih!!? " Mendengar pengakuan kedua orang itu prajurit penjaga menjadi ciut juga,.


"Tunggu sebentar!!? " Lalu dengan segera prajurit itu berlari menuju ke dalam Istana, Selang beberapa saat kemudian Prajurit itu kembali dan memberi isyarat agar Tejo dan Tariq mengikuti Dirinya untuk bertemu langsung Mahapatih Tantra,.


Tariq dan Tejo seakan tak percaya Mahapatih yang di maksud masih sangat muda dan berwajah lumayan tampan dengan tatapan mata dingin,.


"Siapa kalian berdua, Berani mengaku saudara seperguruan dengan saya, asal kalian berdua tau saya tidak punya saudara seperguruan,!!? " Suara lembut Tantra mampu membuat jantung keduanya bergetar,.


"Ampun Tuan Mahapatih, Kami berdua tidak bermaksud seperti itu, kami berdua kemari atas perintah Nyi wilarang untuk setia mendampingi semua pergerakan Tuan Mahapatih,!? " Mendengar penjelasan keduanya Mahapatih Tantra hanya manggut-manggut pelan seperti memikirkan sesuatu, Lalu dengan senyum penuh misteri dengan satu gerakan tiba-tiba Tantra, melepaskan Dua pisau yang langsung melesat dengan cepat ke arah Tejo dan Tariq.,


Whusassssasssss


Seinkkkkk!!!


Laju lemparan pisau itu melesat laksana kilat Namun hanya dengan satu gerakan santai keduanya mampu menangkap Lemparan pisau terbang milik Tantra dan mereka lemparkan kembali pisau itu ke arah Mahapatih yang hampir mirip kecepatannya, membuat semua yang berada di ruangan itu menjadi gugup,.


Namun lemparan pisau itu dengan mudah di tangkap keduanya dan segera di masukan kembali kedalam bajunya,.


"Mulai sekarang, Kalian berdua bekerja di bawah Mahapatih, ganti pakaian kalian dengan pakaian Panglima,!? " Dengan senyum bangga keduanya langsung menjalankan perintah Tantra dan mereka berdua telah resmi menjadi Pasukan Kerajaan Jayagara,.


Sikap buruk keduanya semakin menjadi-jadi Siang dalam istana menunggu perintah malam berkeliaran mencari mangsa dengan ilmu menghilang, Bahkan Tantra mendukung perbuatan kedua bawahannya tersebut,.

__ADS_1


__ADS_2