
Dengan sekuat tenaga dia Mengayuhkan tangan dan kakinya berenang dengan kecepatan tinggi agar lekas sampai ke kapal, Namun kembali dia terkejut ketika dia mendapati Tejo yang sudah terbaring dengan menahan rasa sakit di dadanya,
"Apa yang terjadi padamu Jo!!? "
"Sialan Ada seorang pemuda yang tiba-tiba menghalangi langkahku, Anehnya Dia dapat melihat saya padahal saya sudah mengeluarkan ilmu menghilang apa ilmu kita tidak berlaku di tempat ini!!? Lantas apa yang menimpamu? "
"Sama sepertimu seorang pemuda juga menghalangi Tujuan saya dan Anehnya pemuda itu Sepertinya bukan penduduk di sini karena saya Sama sekali tidak mengenalnya!? " Ujar Tariq sambil mengusap nyeri di dadanya melihat itu Tejo hanya tersenyum.
"Dan pemuda itu juga menghajarmu? " Tariq hanya mengangguk lalu Bernaring di samping Tejo dan keduanya langsung pergi meninggalkan Kesultanan Samak,
Langit Cerah burung-burung berkicau dengan Riang menyambut Senja yang sebentar lagi menghilang, Lantunan merdu terdengar dalam sebuah bilik bambu di mana Ratu Dewi Ningsih sedang mengirim doa buat Almarhum Suaminya Raja Wardana Namun Belum Rampung lantunan merdu yang keluar dari bibirnya,.
Hoek!!! Hoek!!!
__ADS_1
Rasa mual tiba-tiba tak tertahankan menyerang tubuh Dewi Ningsih yang memaksa langkahnya berlari kebelakang untuk menuntaakan gejolak dalam tubuhnya., Hindun dan Cempaka yang hendak bersiap menuju Mushola untuk menunaikan Shalat Magrib berjamaah Dengan sigap langsung menuju kebelakang di mana Ratu Dewi Ningsih mengeluarkan isi dalam perutnya,.
"Apa yang terjadi Ratu!? " Tanya Cempaka dengan panik lalu memijat pelan Pundak Ratu Dewi Ningsih dengan Lembut,.
"Entahlah tiba-tiba saja, Rasa mual yang tidak bisa saya tahan dan pandangan Saya tiba-tiba seperti berada dalam Putaran Roda, Saya seperti Kehilangan keseimbangan tubuh!? " Mendengar penjelasan Ratu Dewi Ningsih Membuat Hindun Tertawa bahagia.,
"Semoga tebakan Saya tidak Salah Ratu, jika Tebakan saya benar saat ini baginda Ratu sedang Mengandung Putra Mahkota!? " Seketika pandangan Dewi Ningsih beralih menatap tajam Mata Hindun mencoba mencari pembenaran akan ucapannya tentang kehamilan,.
Azan terdengar berkumandang dari Arah Musholah Ranapala Sudah menunggu Istri dan anaknya Serta baginda Ratu untuk ikut Shalat Berjamaah di depan Pintu keluar Sedangkan Hindun dan Cempaka Masih membopong Tubuh Dewi Ningsih Untuk di bawa ke pembaringan,
"Sebaiknya Baginda Ratu Istirahat saja dulu, Biar saya yang menemani Baginda Ratu di sini!? "Ujar Hindun sambil membaringkan Tubuh Dewi Ningsih yang limbung Dan Cempaka keluar menemui Ayahnya dan menyampaikan jika Ibu dan Baginda Ratu Tidak bisa ikut shalat berjamaah di masjid. Ranapala dan Putrinya dengan langkah tergesa-gesa Pergi menuju Mushola Yang Letaknya tidak begitu jauh dari kediamannya, Sedangkan Baginda Ratu sejak Kematian Suaminya Dia terpaksa Tinggal di rumah Kepala Desa untuk Keamanan dirinya dari Pembunuh bayaran yang Bisa kapan saja mengincarnya,Mengingat letak Rumah kepala desa dekat dengan Pondok tempat Abiyan tinggal.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran mengalun lembut keluar dari bibir Abiyan, Tiga takaat Shalat maghrib berjama'ah telah selesai dan ditutup dengan Doa.,
__ADS_1
"Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh" Jawab Serentak para makmumnya.,
"Hidup adalah sebuah ujian, jika Allah menjawab doa-doamu, berarti Allah ingin meningkatkan keimananmu. Jika Allah menunda menjawab doamu, berarti Allah ingin meningkatkan kesabaranmu. Jika Allah tidak menjawab doamu, maka yakinlah bahwa Allah memiliki rencana yang lebih baik untukmu, Jadi Jalanilah kehidupan di dunia ini tanpa membiarkan dunia hidup di dalam dirimu, karena ketika perahu berada di atas air, ia mampu berlayar dengan sempurna, tetapi ketika air masuk ke dalamnya, perahu itu tenggelam." Abiyan mengawali Petuahnya belum sempat Abiyan melanjutkan Petuahnya tiba-tiba dari Arah Saf belakang makmum terdengar Suara.,
"Maaf Tuan Guru Apakah Allah SWT hanya mengerti dengan Doa Berbahasa yang sama dengan Al-Quran saja, Karena Allah tak juga kunjung mengabulkan Doa-Doa saya yang saya lantunkan Siang dan Malam!? "Ujar Cempaka dengan wajah tertunduk.,
"Allah memahami doa-doa kita bahkan ketika kita tidak dapat menemukan kata-kata untuk mengucapkannya, Allah SWT mengerti Seluruh Bahasa mahluk Hidup, Janganlah patah hati jika doa engkau tidak dikabulkan oleh Allah, Allah tahu apa yang akan Dia perbuat.Percayalah kepada Allah ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginanmu. Allah memiliki rencana yang lebih baik untuk dirimu." Jawab Abiyan dengan suara lembut membuat Cempaka tak kuasa Menahan derai Air matanya yang mulai menetes membasahi pipinya.,
"Tuan Guru, Apakah Salah jika kita berdoa Untuk bisa memiliki Hati seorang Hamba? " Suara Cempaka terdengar sendu membuat Seluruh yang berada di tempat itu menjadi terenyuhterenyuh, Abiyan tersenyum simpul
"Dalam agama Islam kita sudah diajarkan bahwa jodoh, rezeki, dan maut sudah diatur oleh Allah SWT.Namun, Allah SWT tetap meminta agar manusia tetap melakukan ikhtiar. Misalnya tetap bekerja untuk rezeki, ketika jatuh sakit harus berobat, dan berusaha untuk mencari jodoh terbaik untuk kita, Salah satu upaya untuk mendapatkan jodoh adalah dengan berdoa dan menyebut nama orang yang disukai untuk meminta kepada Allah SWT agar dapat Berjodoh dengan orang tersebut.Lantas, pertanyaannya apakah boleh kita Berdoa untuk meminta orang yang disukai tersebut berjodoh dengan kita? Jawabannya Boleh, tidak masalah, selama orang itu masih bisa menikah dengan kita, Yang maksudnya Jika dia Seorang lelaki hendaklah dia Berdoa pada seorang Gadis yang belum memiliki Suami, Sebab jika sudah memiliki suami Itu tidak boleh, Namun Perempuan misalnya, ia menyukai seorang laki-laki sholeh, bujang atau sudah menikah, selama belum 4 istrinya, seorang perempuan tersebut boleh meminta,Dan itu Boleh Dan untuk kaum laki-laki jika belum bisa berbuat Adil Cukup dengan Satu Istri saja, Berhubung Waktu shalat Isya sudah masuk Saya harap penjelasan Saya tadi dapat dengan mudah Kalian semua pahami, Wasallam alaikum warahmatullahi wabarakatuh " Tutup Abiyan dan setelah itu Suara Azan kembali berkumandang Dan Cempaka berdiri di barisan Makmum Dengan hati yang lega atas jawaban Tuan Guru Abiyan
__ADS_1