TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
KETAHUAN


__ADS_3

Desa Sampur semakin tidak terkendali hampir tiap malam ada saja kejadian Dari hilangnya Hewan ternak sampai para wanita yang di perkosa membuat keadaan Desa semakin kacau padahal Kepala Desa sudah menyewa beberapa Pendekar berilmu cukup tinggi namun sama sekali tidak membuahkan hasil, Jangankan untuk menangkapnya membuka identitas pelaku saja belum ada satupun dari para pendekar itu yang sanggup melakukannya.


Tejo dan Tariq hanya tertawa puas melihat hasil mereka yang sungguh memuaskan dan dengan bangga melangkah penuh kemenangan dengan barang curian di bahu keduanya.


"Riq,apa kamu ingat Surti anak Pak Maun yang dulu menolak lamaranmu!? " Ujar Tejo dengan senyuman penuh kelicikan,.


"Bagaimana bisa Saya melupakan peristiwa itu, Dia lebih memilih Hasim anak petani miskin itu daripada saya, padahal Hasim itu tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan saya yang sangat kekar ini!? " Jawab Tariq sambil memamerkan otot-otot yang ada di pergelangan tangannya,.


"Apa kamu tidak sakit hati!? " Pertanyaan Tejo sontak membuat langkah Tariq terhenti dan menatap tajam pada Tejo,


"Apa Maksudmu!? tentu saja sangat sakit bahkan untuk menyebut namanya saja Saya sangat muak,!! " Melihat kemarahan Tariq, Teno tersenyum puas


"Sudah saatnya kita menuntut balas untuk hal itu pada Hasim dan seluruh penduduk Kesultanan Samak yang dulu Meremehkan kita Berdua terutama Pada Surtiati Yang sudah membuat kamu Malu.,!! " Ujar Tejo penuh semangat, Sejenak Tariq terdiam memikirkan usulan sahabatnya yang menurutnya patut di coba untuk membalas Sakit hati yang begitu besar pada Surtiati yang dulu begitu di kaguminya dengan segenap Jiwanya yang ketika itu Tariq yang hanya seorang Nelayan harus kalah bersaing dengan Hasim yang seorang Petani, ingin rasanya dia menghajar keduanya namun Hukuman Kesultanan sangat ketat membuatnya hanya memendam kebenciannya, dan sekarang mengingat Dia sudah memiliki ilmu menghilang maka dengan itu dia bisa leluasa menuntut balas tanpa takut ketahuan dari siapapun yang artinya dia akan terbebas dari hukuman Kesultanan.,


Seperti yang sudah mereka rencanakan dengan kapal mereka berdua mengarungi lautan menuju Tempat mereka di lahirkan untuk menuntut balas atas perlakuan penduduk Desa Samak. Dari Jauh terdengar lantunan Azan isya berkumandang dari Arah sebuah masjid besar di Wilayah Kesultanan, Lantunan yang dulu sering mereka dengar namun sekarang terdengar sangat menyakitkan kepala mereka berdua,.

__ADS_1


"Tejo sebaiknya kita menjauh dulu, Aneh suara azan itu membuat kepalaku rasanya mau pecah, dan Aliran darahku serasa tak beraturan!? "


"Iya Saya juga merasakan hal yang sama, apa mungkin karena kita belum makan!? " Ujar Tejo sambil memutar haluan kapal agar sedikit menjauh dari dermaga.


"Sebaiknya kapal kita biarkan berlabuh di sini, dari sini kita berenang ketepian dan kita ketemu sebelum Azan Subuh berkumandang, Ingat sebelum Azan subuh? Jangan keenakan sampai ketiduran kamu taukan ilmu kita hanya berlaku di malam hari saja!? " Ujar Tejo kembali mengingatkan Tariq tentang kehebatan yang mereka miliki, Sambil mulai menurunkan jangkar kapal kemudian dia menyiapkan segala sesuatunya,.


"Iya,bukannya Kamu yang seharusnya hati-hati kebiasaan tidur sehabis menuntaaskan hasrat dan ingat kali ini saya juga tidak akan mencarimu sebelum Azan berkumandang Saya pasti sudah ada di atas kapal ini!? " Mendengar ucapan Tariq, Tejo hanya senyum-senyum sambil mengatur kepalanya yang sama sekali tidak gatal., Dan mereka berdua pun berenang menuju kerepian dan mulai membaca Situasi Kesultanan yang terlihat Banyak Prajurit yang berkeliaran menjaga istana karena Kondisi Sultan yang lagi berkabung Atas Wafatnya Permaisurinya,.


Tejo dan Tariq berpencar di persimpangan, Tariq dengan langkah penuh dendam langsung menuju kediaman Hasim yang tentunya Surtiati Istrinya pasti juga berada di kediaman Hasim, dengan senyum licik dia masuk lewat pintu belakang dan mengedarkan seluruh pandangannya di dalam ruangan Setiap sudut Rumah Hasim, Dengan leluasa Tariq melangkah mencari ke setiap kamar dalam rumah itu untuk mencari keberadaan Surtiati dan pencarian Tariq terhenti ketika dia melihat sesosok tubuh indah terbaring di atas tempat tidur seorang diri, Tarik menatap tubuh indah itu penuh dendam berbungkus Nafsu dia melangkah mendekati Surtiati yang tertidur Pulas yang hanya menutupi tubuhnya dengan kain panjang., Tariq kembali memeriksa keadaan sekitar yang terlihat sangat sepi yang ada hanya Ibu dari Hasim yang terlihat juga tertidur di kamar belakang, Dengan senyum kemenangan Tariq menanggalkan seluruh pakaian yang dia kenakan kemudian Langsung menghampiri Surtiati yang terlihat tertidur sangat pulas.


"Dulu begitu angkuh kamu menolak lamaran saya, sekarang apa kamu sanggup menolak kenikmatan yang akan saya berikan kepadamu!? " Gumam Tariq sambil mulai membelai betis Surtiati yang sedikit terbuka membuat Surtiati sedikit menggelinjang,. Puas dengan Aksinya Tariq hendak menarik kain panjang yang menutupi Tubuh Surtiati namun tiba-tiba tangannya si cekal seseorang dari belakang dan tubuhnya di dorong dengan keras,.


Brakh!!!!!


"Dasar Manusia yang tidak punya Malu berkeliaran tanpa mengenakan sehelai benangpun dan dengan begitu hendak melecehkan Seorang wanita yang harkat dan martabatnya berada dalam genggaman Suaminya dan kamu sama sekali tidak berhak menyentuh tubuh wanita itu!? " Suara itu terdengar lembut tapi mampu membuat jantung Tariq berdetak dengan cepat bagaimana mungkin pemuda yang sekarang berdiri membelakangi dirinya dapat melihat tindakan dan Wujudnya padahal dia sudah mengerahkan ilmu menghilang yang telah dia kuasai,dengan Cepat Tariq meraih Celana dan langsung memakainya,.

__ADS_1


"Heh, Anak muda siapa kamu? berani ikut campur urusan Orang sebaiknya sebelum kamu saya buat mampus cepat tinggalkan tempat ini!? " Hardik Tariq setelah menguasai emosinya.


"Iblis bertanya pada manusia, sejak kapan Manusia mengikuti perintah Iblis, Oh dunia semakin Tak terkendali begitupun mereka yang memujanya sehingga mereka lupa jika Alam semesta ini hanyalah persinggahan sementara" Ucapan pemuda itu membuat Tariq semakin terpancing emosi dengan satu gerakan cepat dia melayangkan pukulan dengan tenaga dalam tinggi,


Hiyaaaaaa!!!!!


Whussssas!!!!


Serangan Cepat tariq dengan mudah di elakkan oleh pemuda itu. Melihat serangannya hanya menghantam tempat kosong membuat Tariq semakin Emosi dan kembali mengerahkan serangan bertubi-tubi, Namun semua serangannya kembali hanya menghantam tempat kosong hingga kembali hanya dengan satu gerakan kembali Tubuh Tariq terpental beberapa tombak Kebelakang.


Brakh!!!!!


"Bedebah, ini belum berakhir!!! " Ujar Tariq sambil menyambar bajunya yang masih tergeletak di tanah dan langsung melompat keluar dari dalam rumah lalu menghilang dalam kegelapan malam, Tariq yang sadar diri jika lawan yang berada di hadapannya bukanlah tandingannya memilih melarikan diri dan kembali keatas kapal,.


Dengan sekuat tenaga dia Mengayuhkan tangan dan kakinya berenang dengan kecepatan tinggi agar lekas sampai ke kapal, Namun kembali dia terkejut ketika dia mendapati Tejo yang sudah terbaring dengan menahan rasa sakit di dadanya.

__ADS_1


Next...


Jangan lupa untuk Coment like dan vote Untuk partisipasinya Author ucapkan banyak Terima kasih,.


__ADS_2