
Angin Bertiup Sepoi menerpa dedaunan yang kering dan berguguran Jatuh ke bumi,
"Coba kalian lihat Daun yang berguguran itu,. Pohon tidak pernah menyalahkan Angin yang berhembus, Malah Pohon itu mengucap syukur Karena Tunas muda Akan segera muncul, Begitupula Dengan Kehidupan tidak perduli Bagaimana cara kita menjalani Hidup pada akhirnya kitapun Akan terganti Dengan Tunas Tunas muda,!? " Ujar Abiyan Sambil menunjuk sebuah Pohon dan meraih daun Kering yang jatuh tepat di sisi kakinya,.
Mereka yang berada di situ Hanya terdiam Sambil merenungkan makna Ucapan Abiyan,.
"Bersyukurlah kita yang di beri hidayah Karena Islam Adalah Agama Rahmatan lil alamin,!? " Lanjut Ujar Abiyan,.
"Maaf Tuan Guru Apa maksud dari Rahmatan lil alamin itu!? " Tanya Martapura dengan mimik wajah seriusnya,.
"arti rahmatan lil alamin dalam surat Al Anbiya' ayat 107 bermakna bahwa Nabi Muhammad SAW diutus untuk membawa kebahagiaan. Nabi Muhammad SAW juga akan menyelamatkan manusia dari kesengsaraan yang besar. Beliau menjadi sebab tercapainya berbagai kebaikan di dunia dan akhirat.makna di balik "Muhammad SAW adalah rahmat bagi seluruh manusia", manusia yang dimaksud adalah mereka yang beriman dan membenarkan ajaran Nabi Muhammad SAW.Itulah di antaranya penjelasan tentang arti rahmatan lil alamin melalui ayat dan tafsir. Semoga bermanfaat dan bisa menambah keimanan kita sebagai seorang muslim. Amiin.!? " Ujar Abiyan menutup penjelasannya Sementara Sepasang mata indah diam-diam terus mencuri pandang pada sosok pemuda yang ada di hadapannya membuat jantung Cempaka terus berdetak Tak beraturan,.
"Perasaan apa ini seumur hidup Perasaan seperti ini baru saya Rasakan" Bathin Cempaka memberontak Seakan Ingin menumpahkan seluruh keluh kesahnya pada Dunia biar dunia tau jika hatinya telah terpaut pada pemuda Tampan dan Ahli ibadah yang ada di hadapannya,.
Sementara itu Raja Wardana yang baru memeluk Islam Kembali dengan Hati lega sambil mengengam jemari Dewi Ningsih sang permaisuri,. Mereka melangkah dengan Canda tawa Hingga langkah mereka langsung terhenti ketika di hadapan mereka Berdiri dua pemuda Dengan Dua pedang Yang bersilangan Di Masing-masing pundak Keduanya,.
"Siapa Kalian!? Kenapa menghadang perjalanan Kami!? " Ujar Raja Wardana dengan Sikap waspada,
"Raja Wardana, Ratu cantik Dewi Ningsih, Mengenakan pakaian apapun kalian Tetap saja Tidak bisa menyembunyikan Aura kalian!? " Ujar Nadar dengan senyuman merendahkan.,
"Apa.Mau kalian Berdua!? " Kecam Raja Wardana mulai tidak sabaran,.
"Yang Kami inginkan hanya Kepala kalian Berdua!" Jawab Nadir dengan begitu entengnya,.
__ADS_1
"Saya Adalah Raja Kerajaan Jayagara, Apa kalian Pikir Kalian tidak akan Diburu oleh pasukan istana dan di Cap sebagai Pemberontak dan Nyawa kalian akan di ampuni!? " Ancam Raja Wardana yang malah membuat keduanya tersenyum puas
"Justru dengan membunuhmu Kami akan di anggap sebagai Pahlawan Hahahahaha!!! " Mendengar Ucapan Nadar Yang begitu Anggkuh Raja Wardana merasakan Ada kejanggalan yang sedang terjadi Pasti ada sesuatu yang sedang terjadi,
"Siapa Yang membayar kalian untuk Tugas ini!? " Ujar Raja Wardana yang mulai menyerahkan Takdir Pada Allah SWT dan Nabi Besar Muhammad SAW, Yang baru saja di yakininya
"Kamu Tidak perlu Tau, Bersiaplah menerima kematian kalian berdua,!? " Ujar Nadar sambil mencabut kedua pedangnya dari sarungnya, Dan hendak langsung menghabisi keduanya,.
"Tunggu, Biarkan Ratu Dewi Ningsih pergi kalian hanya Butuh Nyawa Saya tolong biarkan dia pergi dari tempat ini,!? " Ujar Raja Wardana sambil memberi Isyarat pada permaisurinya Untuk kembali ke Pendopo Tempat Abiyan,
"Tidak Ada yang akan pergi dari tempat ini! Kalian berdua Harus mati!? " Ujar Nadar dengan Geram dan langsung menyerang Raja Wardana yang sejak tadi siap menghadapai apapun.,
Hiyaaaaaaaaaaa
Ctasssssssssdd
Whusssssssssss
Serangan Pedang Nadar yang begitu Cepat Masih mampu di hindari Raja Wardana yang juga memiliki sedikit kepandaian Cukup tinggi dalam Bertempur, Namun mengingat lawannya Bukanlah pendekar sembarangan dia serba Hati-hati dalam bergerak Maka tebasan pedang Milik Nadar sudah pasti Akan memenggal kepalanya,.
Serangan demi serangan Yang di lancarkan Nadar berhasil menyudutkan Raja Wardana yang terlihat jelas dia mulai kehilangan Arah dari setiap serangan Balasan Hingga satu tebasan pedang menyambar Perutnya Hingga membuat goresan yang lumayan Dalam,.
Aghhhhhhhhhhhhh!!!
__ADS_1
Erang Raja Wardana sambil memegang perutnya,.
"Baginda!!!!" Teriak Dewi Ningsih sambil berlari memeluk Tubuh Raja Wardana yang Meringgis sambil mencoba menghentikan pandarahan di perutnya,.
"Ternyata Benar gunjingan Orang kamu Adalah Raja yang hanya bersembunyi Di balik kehebatan para punggawa kerajaan Terimalah Kematian kalian berdua!? " Ujar Nadar sambil mengayunkan pedangnya yang tepat mengarah ke leher Raja Wardana yang telah siap menjemput kematiannya.,
Hiyaaaaaaaaaaaaaa
shettttttttttt
Whusssssssss
Serangan pedang Nadar yang berkilauan Siap menebas leher, Membuat Ratu Dewi Ningsih berteriak Sekuat Tenaga.,
"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!! Tolonnnnng!?"
Next
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Jangan lupa Like Comen and Vote.,
*****TERIMA KASIH*******
__ADS_1