TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
RATU ZALITUN


__ADS_3

Peluh menetes membasahi Wajah Mahapatih Tantra, Yang sama sekali tak berdaya dengan upayanya untuk membuka tali pengikat Peti misterius itu,.


"Apa yang terjadi Mahapatih? Bukankah pengikat nya hanya seutas tali, kenapa kita tidak coba saja membakar pengikat nya Jika memang pedang tidak bisa memutuskannya saya yakin Api pasti sanggup membakarnya!? " Tejo memberi usul ketika melihat Mahapatih Tantra yang sudah kehabisan ide untuk memutuskan tali yang mengikat peti itu.


"Kenapa saya tidak kepikiran seperti itu, Kamu benar Tejo, api pasti bisa membakar tali itu, Perintahkan para prajurit untuk menyiapkan kayu untuk membakar pengikat peti ini!? " Titah Mahapatih Tantra yang langsung di laksanakan oleh Tejo dan Tariq, dengan segera memerintahkan pasukan untuk mengumpulkan kayu bakar, tidak butuh waktu lama untuk mengumpulkan tumpukan kayu kering yang langsung ditata sedemikian rupa di halaman istana dan langsung mendusukan peti itu di atas tumpukan kayu kering,. Lalu segera membakar tumpukan kayu itu,.


Api menyala dengan hebat hingga Nyala api yang begitu besar membumbung tinggi hingga Peti kayu itu nyaris tak terlihat terhalang nyala api yang berkobar-kobar.


"Tuan Mahapatih, bagaimana jika semua yang ada dalam peti itu ikut hangus terbakar? " Ujar Seorang nelayan yang terlihat sangat kuatir akan nasib harta karun yang tersimpan di dalam peri kayu itu.


"Jangan risau Ketika talinya sudah putus kita segera memadamkan nyala apinya dengan air!? " Ujar Tantra sambil terus memperhatikan peti yang terbakar dalam kobaran api itu, karena hanya dia yang bisa melihat peti itu dengan jelas.


Mahapatih Tantra semakin gelisah ketika dengan jelas dia melihat dengan matanya yang mampu menempus kobaran api yang membumbung tinggi tapi sama sekali tidak mampu menyentuh peti ataupun membakar tali pengikat peti itu.

__ADS_1


Ketika kayu yang mereka kumpulkan untuk Mba Karina peti itu hampir habis terbakar Namun peti itu sama sekali tidak tersentuh membuat semua yang berada disitu menjadi Heran sekaligus penasaran dengan apa yang sebenarnya yang sedang terjadi,.


"Aneh terbuat dari apa sebenarnya peti dan tali pengikat nya, Api saja tidak mampu membakarnya bahkan peti ini masih terasa dingin sama seperti sebelum kita membakarnya!?" Celoteh Tariq sambil menyentuh peti itu.,


"Entahlah saya juga baru menemukan hal teraneh sepanjang kehidupan saya, sepertinya peti ini di lindungi kekuatan yang maha dasyat!? " Ujar Mahapatih Tantra sambil meminta pelan pelipisnya.,


Sementara itu di desa Makmur abiyan baru saja usai melaksanakan salah Isya dan memberi sedikit wejangan kepada seluruh Umat yang Allah telah beri hidayah.,


" Waalaikumsalam, Eh paman Lail apa gerangan yang membawa langkah paman sampai ketempat ini!? " Jawab Abiyan yang sebenarnya v telah mengetahui keberadaan Lail di belakangnya.


"Tuan Saya kemari untuk melaporkan kepada Tuan, Jika peti yang mengurung Ratu Zalitun, telah ditemukan oleh para Nelayan dan sekarang sudah berada dalam istana kerajaan Jayagara, apa tidak sebaiknya kita merampas peti itu dan mengembalikannya ke tempatnya semula atau mungkin ketempat yang lebih jauh dari jangkauan semua Mahluk? " Ujar Lail karena baginya merebut peti dari tangan Tantra adalah hal yang sangat mudah,.


"Saya mengubur peti itu jauh dari jangkauan Manusia ataupun bangsa Jin,namun Allah SWT pasti punya rencana yang kita umatNya tentu tidak mengetahui Rahasia di balik apa rencananya!? " Ujar Abiyan datar namun bibirnya terus mengagungkan Asma Allah.

__ADS_1


"Tapi Tuan, bukankah kita sanggup untuk mencegah kebangkitan Ratu Zalitun yang pastinya akan merugikan umat manusia, saya sanggup mengemban tugas ini, Yang sebenarnya hampir saja saya langsung menuju Kerajaan Jayagara untuk mengambil peti itu, Namun Sultanah Arisha meminta saya meminta persetujuan Tuan Guru!? " Mendengar keterusterangan Lail, Abiyan hanya mengulum senyum.


"Paman Lail, Saya percaya Paman mampu melakukannya.Namun Paman harus ingat Allah SWT lebih mengetahui apa yang Mahluk ciptaannya tidak ketahui, Masalah ini Sudah menjadi bagian dari takdir, kalaupun sekarang peti itu kita rampas dan kembali menyembunyikannya di tempat yang Jauh lebih sulit di temukan, dan beriring berjalannya waktu pasti Ratu Zalitun lambat laun akan muncul kepermukaan bukankah lebih buruk jika ketika di temukan Saat Islam sudah menguasai nusantara namun kekuatan iman mereka belum teruji, saya takut akan adanya Hal yang lebih menakutkan akan terjadi ketika masa itu tiba!? " Mendengar penjelasan Abiyan membuat lail semakin bingung.


"Tapi Tuan Guru, Ratu Zalitun adalah iblis yang berwujud manusia yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, dan saya yakin hanya Tuan Guru yang mampu menghadapinya, Ayah Tuan Guru Sultan Aryo damanta juga bukan tandingannya, Tuan Sultan sendiri yang mengatakannya pada saya!? " Kekeh Lail mengingatkan Abiyan yang sebenarnya dengan mudah Abiyan Kembali merampas peti itu dan membawanya pergi jauh dari tanah Nusantara namun yang membuat Lail Aneh, Abiyan seakan menutup mata dan sama sekali tidak perduli akan keselamatan umat manusia dan bangsa Jin yang telah memeluk Islam,.


"Ayahanda Sultan terlalu merendah, Saya juga bukan apa-apa di mata Allah SWT, Paman Lail Biarkan waktu yang akan menjawab semua resahmu, kematian tidaklah begitu buruk ketika Umat manusia yakin kehidupan sesungguhnya adalah hidup sesudah mati!? " UjarbAbuyan dengan Nada tenang yang membuat Lail semakin tidak mengerti namun tidak berani membantah keputusan Abiyan,.


Next


Apa sebenarnya yang membuat Abiyan tidak turun tangan langsung, ketika peti Ratu Zalitun ditemukan?


dapatkan jawabanya dengan Coment, like,Vote dan sedikit hadiah agar Author semakin semangat mencari inspirasi. Satu hal yang perlu kita ketahui apapun yang terjadi di atas muka bumi ini terjadi atas izin Allah SWT dan kisah ini hanyalah sebuah kisah Fiktif belaka, Kebenaran datangnya dari Allah dan manusia adalah ladang kesalahan!

__ADS_1


__ADS_2