TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
UJIAN KESABARAN


__ADS_3

Ratu Darawanti Nampak mondar mandir di Istana sesekali menatap gerbang istana, Wajahnya terlihat jelas sedang tidak bisa menyembunyikan kekalutannya, dengan angkuh Dia menatap tajam kearah Mangkusaga yang hanya tertunduk diam tidak berani membalas tatapan tajam Ratu Darawanti,.


"Mangkusaga, apa sudah ada kabar dari orang yang kamu kirim? " Ujar Ratu Darawanti sedikit berbisik dengan wajah kesal,.


"Ampun Baginda Ratu, Saya belum mendengar kabar Dari mereka, Saya akan menyusul mereka ke desa Subur Ratu, Sekalian melihat perkembangan di sana? " Mendengar ucapan Mangkusaga malah membuat Ratu Darawanti semakin jenggah,


"Saya ingin mendengar kabar Baik secepatnya jangan Tunda lagi segera berangkat kesana,.!? " Titah Ratu Darawanti dengan kesal pada Mangkusaga yang hanya bisa tertunduk tidak yang tetap tidak berani menatap Mata sang Ratu yang garang,.


"Siap Baginda Ratu, Hamba mohon diri!? " Pamit Mangkusaga sambil berlalu dari hadapan Ratu Darawanti yang berdiri dengan tatapan tajam,.


Sementara itu Di desa Subur Abiyan Nampak sedang memberi Petuah Kepada Jamaah ketika mereka baru saja selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah di Mushola,


"Permisi, Maaf mengganggu Tuan, Bukan bermaksud tidak sopan, Namun Ajaran tuan sungguh meresahkan Kami para warga yang sangat merasa terusik dengan Suara teriakan Tuan di pagi buta, yang dimana seharusnya kami sedang terlelap tidur dan sedang terbuai dalam mimpi Namun harus terusik dengan suara yang tidak jelas dari tempat ini ini!? " Ujar seorang Warga yang tiba-tiba muncul di Pintu masuk Mushola dan di ikuti beberapa Warga lainnya Sambil menenteng Tombak,.

__ADS_1


"Apa Kalian tidak punya Sopan Santun, Apa kalian tidak tau sedang berhadapan dengan siapa? Kalian sungguh keterlaluan, Apa kalian tau hukuman karena sudah tidak menghormati Ba,!? " Ucapan Ranapati di Potong oleh Baginda Raja Wardana,.


"Apa yang membuat kalian terusik, Bukankah Lantunan Azan dari tempat ini bertepatan dengan seharusnya kalian sudah harus bangun untuk memulai Aktifitas Di dunia nyata!? " Ujar Raja Wardana menyela Ucapan Panglima Ranapati, Menghentikan Ranapati yang Akan membongkar identitasnya,.


"Suara yang terdengar Dari Gubuk ini mengusik Tidur kami Tuan dan kami sungguh sangat merasa terganggu dengan suara teriakan aneh itu!? " Ujar Warga itu yang tidak mengetahui jika yang berdiri di hadapannya Adalah Baginda Raja junjungannya,.


Abiyan yang sejak tadi hanya mendengarkan keluh kesah para warga sedikitpun tidak merasa tersinggung ataupun menanggapi dengan Emosi Abiyan dengan Wajah lembut mengulum senyum simpul,.


" Kami tidak butuh di bangunkan dengan cara seperti itu Tuan, Dan semoga saja Tuan menepati ucapan Tuan!? "Ujar Warga itu semakin teguh dengan pendiriannya,.


Martapura yang mulai tersulut Emosi Segera bangkit dan menatap tajam pada warga yang sudah berani bertindak tidak sopan pada Abiyan.,


" Heh, Apa yang Salah dengan Seruan Azan? apa perlu Saya merobek kuping kalian biar kalian semua merasa hening selamanya!!!? "Ujar Martapura dengan suara yang lantang, Mendengar dan melihat Siapa yang Sedang berbicara warga tersebut langsung menciut ketika mengenali Siapa Martapura, Rampok Sadis yang tak segan membunuh Korban-korbannya.,

__ADS_1


"Eh..Ah..Anu, sa..sa.ma sekali tidak menganggu maaaf kami permisi, Ayo cepat tinggalkan tempat ini,!? " Ujar warga tersebut dengan wajah pucat pasi,.


"Tunggu,!? Kenapa Buru-buru pergi? Tinggalah barang sebentar!?" Seketika mereka menghentikan langkah dan kembali berbalik menatap Abiyan dengan tatapan pengharapan karena takut akan Sosok Martapura yang Sangar dan mengerikan


"Maaf Tuan kami Salah Silahkan Tuan-Tuan lanjutkan kami tidak akan mengusik apapun kegiatan Tuan-Tuan di sini!? " Ujar Seorang warga yang terpaksa menyesali perbuatannya karena ketakutannya pada sosok Cobra Setan yang terkenal Sadis dalam bertindak, mereka sungguh menyesali datang dan ngotot di tempat yang salah,. Namun Abiyan hanya menanggapi dengan senyuman sambil melangkah mendekati kerumunan para warga itu,.


"Maaf Atas Ucapan Martapura yang kelewatan Dia hanya bercanda,Mana mungkin dia berani mengambil Apa yang Allah titipkan pada tiap hambanya,Tuan-Tuan sekalian tenang saja Suara Azan Tidak akan mengusik telinga Tuan-Tuan lagi, percayalah keheningan akan Tuan-Tuan dapatkan Agar tidak mengganggu waktu istirahat Tuan-Tuan lagi,!? " Ujar Abiyan lembut Sambil berkali-kali meminta Maaf membuat Warga tersebut pulang dengan Ketakutan karena melihat tatapan Tajam Martapura,.


"Tuan Guru, saya sungguh serius akan merobek kuping mereka yang sudah berani menganggu Agama Allah SWT dan menganggap Azan Suara yang mengusik!? " Ujar Martapura yang masih belum paham dengan maksud Abiyan yang begitu saja mengikuti keinginan para warga,


Mendengar dan melihat Wajah Martapura yang kesal Abiyan hanya mengulum senyum penuh misteri, Namun dengan senyuman itu saja sudah membuat Martapura tenang,


"Kita harus menghargai keputusan orang-orang yang berpendapat berbeda dengan Kita, Kita tidak boleh memaksakan Apa yang kita yakini pada mereka yang hatinya masih belum tersentuh hidayah, Apa yang barusan terjadi hanya masalah kecil dalam ujian Keimanan kita semua., Percayalah kita lakukan saja kegiatan kita seperti biasa biar Allah SWT yang memberi mereka keheningan,! " Mendengar ucapan Abiyan yang teduh mereka yang berada dalam mushola hanya bisa diam merenungi makna ucapan Abiyan.,

__ADS_1


__ADS_2