TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
PETI HARTA KARUN


__ADS_3

Kerajaan Jayagara Dalam guyuran hujan lebat dan petir yang menyambar dengan gemuruh nya mengalahkan percikan air yang jatuh,


Angin bertiup sangat kencang sehinga membuat halaman Istana kerajaan porak-poranda disapu dasyatnya Angin yang menderu bersama butiran Air hujan,.


"Mahapatih apa gerangan yang sedang terjadi, sudah satu dekade Alam tidak pernah semurka ini!? " Ujar Raja Darawanti dengan wajah jelas terlihat sedikit kuatir, akan datangnya hal buruk,.


"Baginda Ratu,Tidak perlu kuatir Kerajaan kita ini dalam lindungan penguasa semesta,tentu hal buruk apapun yang sempat terlintas dalam pikiran Baginda Ratu buang jauh-jauh, sebab Penguasa semesta ini pasti melindungi Kerajaan ini dari hal buruk!? " Mendengar ucapan Mahapatih Ratu Darawanti menjadi tenang,.


"Ibunda Ratu di luar angin dan hujan begitu deras, Tapi dalam kamar Ananda terasa panas!? " Ujar Putra Mahkota yang tiba-tiba muncul dengan wajah penuh keringat.,


"Putra Mahkota, sebaiknya Kembali masuk ke dalam sebab saat seperti ini sulit mendeteksi jika ada musuh yang mendekat!? " Ujar mangkusaga menimpali Ucapan Putra Mahkota,.


"Paman Mangkusaga Benar Putra Mahkota, Tidak aman berkeliaran saat badai seperti sekarang ini, Karena pemberontak bisa menyelinap tanpa bisa di ketahui dari sudut mana dia menyerang,.!? " Sambung Mahapatih Tantra yang langsung membuat Putra Mahkota serba salah sedangkan Ratu Darawanti Ibunda tercintanya hanya memberi senyuman dan mengangguk tanda setuju dengan keputusan dua punggawanya,.


"Tejo, Tariq! kalian berdua segera ke pesisir pantai cari tau apa ada korban!? sekalian kalian berdua amati setiap sudut pantai!! " Titah Mahapatih kepada dua Panglimanya.


"Baik Tuan!!!? "

__ADS_1


Dengan bergegas Teho dan Tarik dengan ilmu yang di miliki keduanya tidak memakan waktu lama Untuk mencapai Tempat tujuannya.,


"Apa yang harus kita cari dalam badai seperti ini Riq!? "


"Entahlah siapa tau saja kita menemukan apa yang Tuan Mahapatih inginkan!? " Mereka berdua mengitari setiap sudut pantai namun tidak ada hal-hal aneh yang mereka lihat, dan akhirnya mereka berdua kembali ke istana setelah badai mereda.,


"Tuan mahapatih, sepertinya Badai terjadi, tidak ada sangkut pautnya dengan Apapun,. kami berdua sudah berkeliling menyusuri tiap sudut bibir pantai tapi sama sekali tidak ada hal aneh? Hanya debur ombak yang ada di sepanjang pantai Tuan!? " Ujar Tejo melaporkan hasil yang sudah mereka kerjakan.


"Hmmm, Tapi Firasat saya mengatakan lain? Sepertinya Waktunya sebentar lagi tiba!? " Ucapan Mahapatih terdengar ngambang namun melihat expresi wajah Tantra yang serius, tejo dan tariq tidak berani bertanya lebih lanjut.,


"Maaf Tuan panglima, saya dan prajurit lainya melihat mereka, Mengendap-endap membawa peti, Sepertinya mereka adalah perampok Tuan Panglima!? " Lapor Salah seorang prajurit Kerajaan yang kebetulan berpatroli,. Tatapan tajam Seolah hendak menelan tawanan yang di bawa prajuritnya,.


"Dari mana kalian mendapatkan Peti itu? " Ujar Mahapatih singkat.


"Pe.. pe, tidak itu kami dapat tersangkut di jaring kami Tuan Mahapatih, sungguh kami tidak mencurinya, ataupun merampok dari siapapun percayalah Tuan Mahapatih sungguh saya tidak bohong!? " jawab Ading dengan terbata-bata karena takut. Dan yang lainnya mengangguk membenarkan ucapan teman mereka.


"Apa isi peti itu? "

__ADS_1


"Kami sunguh tidak tau apa isi dalam peti itu!? "


"Bagaimana mungkin Kalian tidak tau apa isi peti itu, sedangkan kalian kedapatan sedang menggotong peti dengan sembunyi-sembunyi berati kalian sudah tau isi dalam peti itu!? "


Ampun beribu Ampun Tuan Panglima kami sungguh benar-benar tidak tau isi dalam peti itu, karena kami tidak bisa membuka peti itu! Yang walaupun hanya terlilit tali tapi tali itu begitu kuat hingga pedang pun tak bisa memutuskan tali itu!? " mendengar Ucapan Nelayan itu membuat Mahapatih Tantra Sejenak terdiam, bagaimana mungkin jika hanya seutas tali pedang yang tajam tidak bisa nemutuskannya.,


"Bawa masuk Peti Itu? Dan kalian Berenam tetap berhak atas isi dalam peti itu!? " Ujar Mahapatih bijak membuat Keenam nelayan itu menjadi Lega.


Dengan segera Peti yang telah di penuhi cangkang-cangkang Mutiara Dibawa kehadapan Mahapatih Tantra,. Sejenak Mahapatih meneliti dengan menyentuh tali yang mengikat peti itu dengan simpul Mati. dengan segera Mahapatih Tantra mengambil pedang dari pinggang salah satu prajururi dan langsung mengayunkan nya dengan keras,.


Whusssss


Trankkkk!!!


Tebasan Pedang yang di ayunkan Tantra sama sekali tidak mampu menggores sedikitpun Tali pengikat peti itu, Hingga membuat Mahapatih Tantra semakin menjadi penasaran. Kemudian dia menglirkan tenaga dalamnya kedalam pedang itu dan kembali mengayunkan dengan keras.


Whussssssss

__ADS_1


Trannkkkk!!! Grekkkkk!!


Pedang yang di gunakan Mahapatih langsung patah laksana menghantam Rantai Baja yang tidak mungkin rasanya di putuskan.,


__ADS_2