TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
PETUAH


__ADS_3

Gemercik hujan yang jatuh membasahi bumi menemani Cempaka yang duduk merenung dekat jendela kamarnya, Desiran angin yang berhembus menerpa wajah Gadis ayu putri Bapak Kepala Desa yang hatinya penuh dengan Cinta yang sungguh tak bisa dia pahami,. Sosok Abiyan


yang santun dan berwajah sangat Tampan telah merasuki jiwanya membuat Cempaka tengelam dalam lautan cinta yang tak bertepi, Ibu Hindun yang melihat anak gadisnya sedang melamun berlahan berjalan menghampiri sangat putri dan Dengan penuh cinta dia membelai Rambut putrinya,.


"Cempaka, Apa yang sedang engkau lamunkan sejak beberapa hari ini, Ibu lihat kamu sepertinya lagi memikirkan sesuatu" Ujar Hindun dengan lembut seraya mengecup Ubun-ubun kepala Putrinya yang langsung menegadah dengan tatapan kosong.,


"Bu, apa dalam Ajaran Islam, Mencintai seseorang adalah Satu Dosa? lalu mengapa Allah menciptakan hati ini Untuk tidak kuasa berpaling dari cinta itu!? " Hindun yang mendegar resah dan gundah putrinya, langsung mendekap lembut tubuh Cempaka untuk sekedar memberinya Kekuatan,.


"Sesungguhnya hanya Allah SWT yang maha mengetahui apa yang hambanya tidak tau, kenapa Kamu tidak tanyakan langsung pada Abiyan? Ibu yakin jawaban yang akan kamu dapatkan dapat sedikit melegakan hati dan perasaan yang sekarang kamu rasakan!? " Cempaka semakin terdiam mendengar ucapan ibunya Bagaimana bisa dia bertanya sedangkan menatap sejenak saja wajah Abiyan sudah membuat jantungnya berhenti berdetak beberapa saat,

__ADS_1


Ibu dan Anak hanyut dalam buaian nyanyian Gemercik hujan yang turun semakin deras.


Sementara Itu Abiyan yang baru saja selesai Membereskan Atap yang bocor tengah duduk sambil menikmati Keindahan Alam di bawah guyuran hujan deras, Dari jauh terlihat seorang Bapak setengah baya berjalan tergesa-gesa dengan tubuh yang basah kuyup menuju tempat si mana Abiyan sedang duduk dengan santai,.


"Permisi Tuan Guru Maaf menganggu waktu Tuan, Perkenalkan nama saya Jalu, Saya tinggal di dekat persawahan di Ujung sana!? " Ujar Pak Jalu sambil menunjuk Suatu arah. Dengan tersenyum Abiyan mempersilahkan Pak Jalu duduk


"Tuan Guru, di rumah Saya sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk bisa di makan,. Bahkan hal ini bukan cuma saya dan keluarga tapi hampir seluruh warga Desa, Yang tersisa tinggal Padi yang berada di lumbung Desa yang telah di siapkan untuk Pajak pada kerajaan sedangkan itu tidak cukup untuk di pakai seminggu Apalagi kami dengar jika pajak yang harus di Bayar dua kali lipat dari sebelumnya, Kami semua sedang berada dalam ambang kehancuran Tuan Guru tolonglah kami Tuan Guru Kami dengar Ladang Tuan Guru memiliki hasil yang melimpah!?" Abiyan sejenak terdiam mendengar cerita Pak Jalu bukan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Desa Makmur, Hanya saja sedikit memberi pelajaran pada mereka yang telah mengingkari kekuasaan Allah SWT namun Abiyan tentu tidak akan tega melihat Orang-orang yang kelaparan,.


"Allah SWT itu Maha Kaya dia tidak akan membiarkan hambanya kelaparan di atas hamparan tanahnya yang subur,. Ini sama seperti Ayam mati diatas tumpukan Padi yang menghampar luas, padahal tinggal mematok nya saja Namun karena Buta dia lupa bentuk padi yang selama ini dia makan, Dan Alhamdulillah Allah memberi kami disini Rejeki yang sedikit berlebih, Bapak dan yang lainnya bisa mengambil seluruh kebutuhan kalian di dalam gudang sambil menunggu hasil panen selanjutnya Dan InsyaAllah cukup untuk kebutuhan seluruh warga,!? " Ujar Abiyan sedikit memberi nasehat yang membuat Pak Jalu seperti mendapat tamparan keras.

__ADS_1


"Terima kasih atas kemurahan Tuan Guru, kami akan Masuk dan ikut Agama yang Tuan Guru anut sebagai tanda Terima kasih kami!?" Tatapan Abiyan berubah menjadi tajam mendengar Ucapan Pak Jalu, Namun itu hanya beberapa saat saja dan akhirnya dia tersenyum dengan lembut,


"Pak Jalu, Apa yang saya berikan Semua itu tanpa Imbalan Saya Ikhlas karena Allah SWT, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada apa yang beliau riwayatkan dari Allah tabaraka wa ta’ala, bahwa Dia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada apa yang beliau riwayatkan dari Allah tabaraka wa ta’ala, bahwa Dia berkata, “Wahai para hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman bagi diriKu dan Aku pun menjadikannya diharamkan di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai para hambaKu, kalian semuanya tersesat kecuali siapa saja yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepadaKu niscaya Aku tunjuki kalian. Wahai para hambaKu, kalian semuanya kelaparan kecuali yang Aku beri makan, maka mintalah makanan kepadaKu niscaya Aku beri makan kalian. Wahai para hambaKu, kalian semuanya telanjang kecuali yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepadaKu niscaya akan Aku berikan pakaian kepada kalian. Wahai para hambaKu, sesungguhnya kalian itu senantiasa melakukan kesalahan di malam dan siang hari, sementara Aku mengampuni seluruh dosa, maka mintalah ampunan kepadaKu, niscaya Aku ampuni kalian. Wahai para hambaKu, sesungguhnya kalian tidak dapat menimpakan mudarat kepadaKu hingga memudaratkanKu dan kalian tidak dapat menyampaikan manfaat kepadaKu hingga memberiKu manfaat. Wahai para hambaKu, sekiranya kalian dari yang pertama sampai yang terakhir, baik dari kalangan manusia maupun jin, hati mereka seperti hati yang paling bertakwa di antara kalian, tidaklah hal itu menambah kekuasaanKu sedikitpun. Wahai para hambaKu, sekiranya kalian dari yang pertama sampai yang terakhir, baik manusia sekaligus jinnya, hati mereka seperti hati yang paling jahat di antara kalian, tidaklah hal itu mengurangi kekuasaanKu sedikitpun. Wahai para hambaKu, sekiranya kalian dari yang pertama sampai yang terakhir, baik manusia maupun jinnya, mereka berdiri di atas satu dataran lalu meminta kepadaKu, lalu Aku beri setiap orang permintaannya, tidaklah hal itu mengurangi apa yang ada di sisiKu kecuali seperti jarum yang dimasukkan ke dalam lautan. Wahai para hambaKu, itu hanyalah amalan-amalan kalian di dunia yang telah Aku hitung untuk kalian, kemudian Aku balas amalan itu untuk kalian. Sehingga, siapa saja yang mendapatkan kebaIkan, maka sanjunglah Allah. Dan siapa saja yang mendapatkan selain itu, janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri., Renungkanlah Hadis Nabi Besar Muhammad SAW sebelum kalian datang untuk memeluk Islam!? " Ujar Abiyan panjang lebar membuat Pak Jalu langsung bersujud memuji keagungan Sang Pencipta., Dengan linangan air mata Pak Jalu pulang dan mengabarkan tentang pertemuannya dengan Abiyan dan tidak lupa pula Pak Jalu menyampaikan Hadis Nabi Muhammad SAW pada Para warga yang membuat mereka merasa malu pada diri mereka sendiri yang sudah lalai dengan kebesaran Allah SWT.


Next.,


Jangan lupa Like, Coment, Vote dan sedikit hadiah Agar Author semakin semangat dalam berkarya.


Terima kasih untuk tetap setia menanti setiap episode Wassalam

__ADS_1


__ADS_2