
Dunia semakin aneh di mana warga kota Raja iri melihat keluarga Pak Ujang yang Tiba-tiba serba berkecukupan, karena di bantu sokongan dana dari pihak Kerajaan,. Bahkan hampir semua korban pemerkosaan Tejo dan Tariq berharap kejadian itu terulang kembali, Tidak sedikit dari para wanita itu menyesali, karena telah memberontak ketika di perkosa.
Sementara itu di Desa Makmur Abiyan sedang duduk sambil berzikir, seusai melaksanakan shalat subuh berjamaah, para Murid dan jamaahnya Nampak menunggu dengan gelisah.
"Asalamualaikum, Tuan Guru, Apa kita hanya diam saja ketika kemungkaran mulai terjadi di mana-mana, Ketika Raja Wardana masih hidup, ajaran leluhur kami sungguh tidak membenarkan kejadian yang di alami Rakyat kota Raja, mereka terlampau jauh melenceng dari konsep ajaran leluhur, dan tentunya islam juga tidak mentolelir kesalahan ini!? " Ujar Panglima Ranapati ketika melihat Abiyan telah berbalik menghadap mereka,.
"Waalaikumsalam, kamu benar paman Ranapati, sudah kewajiban kita sebagai muslim untuk memerangi kebatilan, Namun kita juga harus ingat islam tidak membenarkan, Langkah bunuh diri, Kamu harus tau jika kita kesana dan langsung meluruskan semua yang telah terjadi tentu kita akan berbenturan dengan pihak kerajaan yang mendukung tindakan kemaksiatan Rakyatnya, Yang tentunya mereka mendapat dukungan penuh dari para Iblis terkutuk!? " Ujar Abiyan dengan suara berat.
"Tuan Guru, kami semua siap mati dalam menegakan Panji islam di tanah Jayagara ini,!? " Ujar Martapura ikut berkomentar dengan semangat juang dan tak kenal takut sedikitpun. Abiyan hanya tersenyum mendengar semangat juang Martapura.
"Saya percaya, kalian semua tidak takut mati untuk menegakkan kebenaran Agama Allah SWT, Namun tentunya akan banyak korban yang berjatuhan terutama mereka yang tidak berdosa karena sama sekali tidak mengerti apa-apa!? "
__ADS_1
"Maaf Tuan Guru, Apa memang benar Bayi yang di kandung salah satu gadis di kota Raja adalah putra Penguasa semesta karena konon dari kabar yang merebak gadis itu di gauli oleh mahluk yang tak berwujud!? " Timpal Ratu Dewi Ningsih yang ikut penasaran dengan kabar itu, Dan sedang mengandung Putra Mahkota buah cintanya dengan Raja Wardana yang telah dahulu menghadap yang maha Kuasa dengan senyuman,.
"Sesungguhnya mahluk tak berwujud yang mereka maksudkan adalah, Dua orang penyembah Iblis yang jiwanya telah mereka jual pada Iblis, hasil dari perjanjian laknatullah,. Jiwa mereka masih kosong hingga Iblis dengan mudahnya mempermainkan Kehidupan mereka dengan harta yang melimpah, Kedudukan yang tinggi serta wanita-wanita penghibur dan sesungguhnya ketiga hal itu yang akan mudah mengoyahkan Keteguhan hati setiap manusia,hingga Akhir Zaman,. Iblis begitu pintar memainkan perannya sehingga Dosa mereka bungkus sedemikian rapi, hingga membuat Manusia tidak menyadarinya,!? " Ujar Abiyan membuat seluruh jamaah manggut-manggut tanda mengerti dengan penjelasan yang Abiyan paparkan.
"Celaka kalau seperti itu adanya Tuan Guru, Rakyat Jayagara dalam bahaya!? Kita harus bertindak cepat sebelum keadaan semakin memburuk Paman Martapura benar kita harus menyerang dan merebut kembali kerajaan Jayagara Sungguh kami siap bertarung nyawa!?" Geram Ranapati sambil mengepalkan tinjunya.
"Tidak semua hal, akan selesai dengan pertumpahan darah, dengan menyerang Kerajaan dengan kekuatan yang kita miliki sekarang, Sama halnya misi bunuh diri,. "
"Kami berdua siap membantu Tujuan MULIA kalian untuk merebut kembali Tahta kerajaan!? " Ujar Nadar dan Nadir Pendekar kembar yang kehebatannya juga di atas Rata-rata pasukan kerajaan Jayagara,
"Nah, Apalagi di tambah mereka berdua Tuan Guru, saya yakin dengan mudah kita bisa merebut kembali Tahta kerajaan dan kembali menyerahkan Tahta itu pada Ratu Dewi Ningsih,!?" Sambung Panglima Ranapati,.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal lazim, Kamu telah takabur, Paman Ranapati, Sesungguhnya Allah melarang manusia untuk sombong. Hal itu berdasarkan firman Allah dalam Surat Luqman ayat 18[Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri] Istighfar Paman, Paman tau di kota Raja ada Mahapatih Tantra yang memiliki kehebatan atas dasar bantuan Iblis, kekuatan yang kita miliki sekarang masih jauh di bawah mereka!? "
"Astaghfirullah!? " Ujar mereka semua yang hampir terpedaya dengan Nafsu duniawi,
"Tuan Guru benar, saya pernah berhadapan dengan Mahapatih kerajaan Jayagara, kehebatannya sungguh tidak bisa saya imbangi, Saya jadi bulan-bulanan serangan Mahapatih itu secara bertubi-tubi, Saya berpikir jika hari itu adalah akhir dari segalanya, Namun Allah masih berkehendak lain, Tiba-tiba saja tubuh saya terlempar jauh dengan tetap mendekap kepala Raja Wardana, dan tersadar ketika Tuan Guru menemukan saya di ujung Desa Makmur ini!? " Mendengar Cerita Martapura, seketika membuat Ranapati menjadi Malu, bagaimana mungkin sedangkan kan Orang sekelas Martapura saja sudah menjadi Bulan-bulanan apalagi Setingkat dia dan para warga yang juga akan ikut jika terjadi serangan ke kota Raja,.
"Tuan, Bukankah Kehebatan yang tuan miliki Saya rasa bisa mengalahkan Mahapatih itu, Lalu kenapa Tuan sama sekali tidak turun tangan dengan apa yang telah terjadi di kota Raja,!? " Ujar Nadar yang seketika Martapura serta Ranapati yang juga ikut melihat kehebatan Abiyan langsung tersadar dengan pertanyaan Nadar, Spontan mereka semua langsung menoleh Pada Abiyan untuk mendengarkan Alasan yang akan di kemukakan Abiyan,.
Next
Apa sesungguhnya Alasan Abiyan tidak segera turun tangan langsung menghadapi kemungkaran yang sudah terjadi di Kota Raja? Nantikan kisah selanjutnya.
__ADS_1
Dengan Like, Coment dan Vote