
Raja Wardana dengan susah payah bangkit dari duduknya di bantu Permaisurinya, lalu dia melangkah mendekati, Nadar dan Nadir yang terkulai lemas sambil mengerang kesakitan,.
"Siapa orang yang mengirim Kalian untuk membunuh Kami!? " Ujar Raja Wardana ketika sampai di tempat Nadar dan Nadir yang terkapar sambil tak hentinya mengerang kesakitan,.
"Ka.. k kami ti.. ti dak pernah bertanya siapa Nama yang memberi kami pekerjaan Asal bayarannya cukup Kami pasti kerjakan, Tolong kami baginda Raja cepat Selesaikan penderitaan ini, Kami sungguh sudah tidak sanggup menahan Rsa sakit ini,!? " Ujar Nadar dengan tatapan sayu karena lelah menahan sakit,. Raja Wardana sejenak terdiam sambil menatap wajah Nadar dan Nadir bergantian,.
__ADS_1
"Sungguh Saya adalah orang yang tidak pandai berterima kasih, Jika harus mengambil Tugas Sang Pencipta, Nyawa kalian berdua bukan berada di tangan Saya, Siapapun orang yang telah membayar kalian biarkanlah Karma yang akan Menghukumnya,!? " Ujar Raja Wardana sambil menyerahkan Botol kecil pemberian Abiyan pada Nadar, Dan hendak melangkah pergi meninggalkan mereka berdua,
"Tunggu Baginda Raja,! Kami menerima dua perintah yang pertama untuk melindungi Tuan Baginda Raja, dan yang kedua Untuk membunuh Baginda Raja, Namun karena Bayaran membunuh Baginda Raja lebih besar maka kami memilih itu, Namun sayang bukan hanya gagal malah kami yang dibuat tak berdaya Oleh Pemuda tadi!? " Ujar Nadir yang sontak membuat Raja Wardana dan permaisurinya menghentikan langkahnya.,
"Apapun yang sudah terjadi, semua sudah di atur sama yang di atas, Pencipta langit dan bumi dan semua Makhluk yang hidup di dalamnya, Biarlah Allah SWT yang akan Menghukum mereka dengan caranya Sendiri, Minumlah Ramuan itu kelak jika kalian Telah Mengerti tentang pentingnya Hidup? Kalian berdua pasti akan Paham akan apa yang telah terjadi saat ini!? " Jawab Raja Wardana sambil merangkul Bahu Permaisurinya dan bergegas meninggalkan Nadar dan Nadir yang kebingungan dengan sikap yang di tunjukkan Sang Raja padahal dengan mudah Raja Wardana menghambisi Nyawa mereka Namun tidak dia lakukan malah dengan Tulus menolong mereka berdua,. Merekapun meminum Ramuan pemberian Raja Wardana dan seketika Tubuh mereka berdua Berangsur-angsur Pulih kembali,.
__ADS_1
"Selama ini kita merasa Kita adalah pendekar tampa tanding, Namun Hari ini kita di pecundangi dengan begitu mudahnya, Sungguh sangat memalukan!? " Ujar Nadir sambil menekuk wajannya,.
"Akh, Siapa sebenarnya pemuda Hebat itu kak, Saya ingin mengabdikan hidup saya pada dia!? " Ujar Nadar sambil menerawang Jauh,.
"Kita Satu Jiwa dalam Raga yang berbeda, Kamu pikir hanya Kamu yang berpikiran seperti itu?, Saya juga akan Mengabdikan Hidup saya pada Dia, Baginda Raja pasti tau di mana Kita bisa menemukan Pemuda itu!? " Ujar Nadir tak kalah mantap dengan Saudara kembarnya Nadar yang terlihat jelas mantap ingin berubah,
__ADS_1
"Selama ini, Kita hanya Membunuh mereka yang Lemah tanpa memikirkan Nasib orang-orang yang bergantung pada hidup mereka, dan hari ini saya dapat merasakan bagaimana Sakitnya perasaan mereka, ketika. Saya melihat kamu terkapar tak Berdaya,!? " Ujar Nadir sambil merangkul bahu Nadar penuh penyesalan,.
Nadar dan Nadir Berjalan dengan Wajah kusam mengingat perbuatan mereka di masa lalu dan terngiang Ucapan Abiyan yang meminta mereka untuk Meminta maaf pada mereka yang selama ini menjadi target kekejaman mereka berdua,