
Sejak kejadian Mengamuknya Warga di Mushola, Para warga tidak pernah lagi mendengar suara Azan bahkan Suara kokok Ayam jantan di pagi hari Sama sekali tak terdengar lagi, namun keanehan itu tidak menjadi hal aneh yang di alami para Qarga Desa Makmur karena mereka Akan terbangun ketika Matahari telah bersinar dengan Angkuhnya mengibas habis tetesan Embun pagi yang menempel di atas dedaunan,
Seorang Warga nampak berlari dibawah teriknya mentari,
"Pak Sapto..Pak Sapto !!! Padi-padi di Sawah bapak hampir Habis dimakan Burung pipit yang jumlahnya Ribuan ekor,.!!? " Ujar Mijah dengan Nafas yang berburu ketika sampai di depan pintu Rumah Pak Sapto juragan Beras di Desa Makmur yang terkenal Culas dan Sombong,
"Bagaimana Bisa!!? Dari mana datangnya Burung-burung sebanyak itu. Jangan bercanda kamu Mijah!!? "
"Sungguh Pak,!!? Sebaiknya kita cepat kesana sebelum semuanya terlambat,!? " Ujar Mijah Sambil berbalik dan kembali berlari menuju persawahan di ikuti Oleh Sapto yang mulai panik dengan laporan Mijah,.
__ADS_1
Hamparan Sawah Yang membentang luas terlihat pekat terhalang Ribuan burung pipit yang sedang Asik menyantap Padi milik Warga Desa Subur., pak Sapto Salah satu Warga yang memiliki sawah paling luas diantara Semua Warga Langsung Luruh jatuh ke tanah Tak sanggup menyaksikan Apa yang terjadi Di hadapannya Padi yang seharusnya belum siap Panen dengan terpaksa harus mereka panen berlomba Dengan Ribuan burung pipit.,
"Dari Mana Datangnya Burung-burung ini!? "Ujar komsinah Istri Pak Sapto yang ikut menyusul Suaminya ke sawah yang sudah Terduduk tidak kuasa menghadapi kenyataan yang telah terjadi,.
" Entahlah Bu!? Rugi besar kita kalau begini,. Burung-burung pipit ini biasanya tidak sebanyak ini, Oh... Habis sudah Harapan kita Bu,.!? " Ratap Sapto yang hanya bisa menyaksikan para warga yang berlomba memanen Sisa-sisa Padi milik mereka,.
"Bapak sebagai kepala desa disini seharusnya Bapak tau apa yang sedang terjadi di desa kita saat ini, Ini semua pasti karena kutukan Dukun sakti Aki Ronggo Raksopati yang konon kabarnya dia meninggalkan kampung ini karena Ulah bapak Bersama orang-orang yang ada Di Ujung Desa ini!!!? " Umpat Samsul dengan Kesal ketika melihat sang Kepala Desa hanya diam terpaku,.
"Samsul!!! seandainya saya tau apa yang sedang terjadi saat ini, Saya pasti sudah pasti saya akan mengantisipasinya jauh hari sebelum semua ini terjadi, namun jika benar semua ini adalah kutukan dari Dukun sakti itu sungguh pemikiran kita sangatlah terlampau sempit dan satu hal yang erlu kalian tau Abiyan dan semua yang ada Di ujung Desa sama sekali tidak ada hubungannya dengan semua yang terjadi di Desa kita ini!? " Ujar Ranapala dengan sikap yang tenang.
__ADS_1
"Ranapa!!! Terus saja kamu berkelit, Namun kami semua tidak buta dan tuli sejak kehadiran mereka di Desa kita ini, banyak hal yang di luar pikiran kita sudah terjadi dan puncaknya yang terjadi saat ini., Apa semua ini belum menjadi satu bukti kuat jika kehadiran mereka hanya membuat petaka Di tempat kita ini!!!? " Lanjut Umpat Samsul semakin geram karena sang kepala desa terkesan membela Abiyan dan seluruh Jamaahnya dan mereka belum mengetahui jika Salah satu dari mereka adalah Raja Wardana junjungan mereka,.
"Lantas Apa keinginan kalian Semua yang harus saya lakukan!!? " Ujar Ranapala mengalah Seolah pasrah dengan keputusan Warganya.
"Usir mereka dari desa kita ini!!!! " Mendengar kata itu Jantung Ranapala seketika berhenti berdetak bgaimana mungkin dia berani mengusir Bagimda Raja dari Wilayah kekuasaannya namun untuk membuka identitas sang Raja berarti dia telah melanggar sumpahnya yang berarti hukuman menantinya, Hal inilah yang membuat Ranapala sang kepala desa menjadi Dilema,.
"Apa kalian yakin jika penyebab semua petaka ini karena mereka!? " Ujarnya Dengan sedikit meminta penjelasan,.
"Lantas jika bukan karena mereka siapa lagi!? " Ujar Samsul semakin kekeh dengan Keputusan yang di ambilnya,.
__ADS_1