TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
NIAT


__ADS_3

Pagi buta Istana Kerajaan Jayagara terlihat Nampak sangat sepi hanya barisan penjaga gerbang yang nampak Sedang berjaga, Mangkusaga langkah santai keluar dari dalam Istana dengan wajah datar dia melewati Gerbang yang Di sambut hormat oleh Prajurit penjaga Gerbang, karena melihat Wajah serius Mangkusaga Prajurit penjaga tidak berani bertanya,. Bayangan Mangkusaga menghilang di balik pepohonan,.


Dari jauh terlihat dua Bayangan berkelebat, Dengan penuh percaya diri Mangkusaga Menghentikan Dua Bayangan yang berkelebat tepat kearahnya berdiri,.


"Maaf Tuan Pendekar berdua, Jika tidak salah saya berhadapan Dengan pendekar Nomor satu di wilayah Jayagara ini, Apakah betul saya berhadapan dengan Nadar dan Nadir Tokoh yang sangat di takuti! ? " Ujar Mangkusaga bertanya pada Dua pemuda yang berdiri tegap di hadapannya dengan pedang yang saling bersilangan menempel di belakang dua Pemuda itu,.


"Siapa kamu berani menghentikan kami!?, Jika sudah tau kehebatan kami kenapa berani menghalangi langkah kami, Apa kamu ingin kami buat mampus!? " Ujar Nadar mewakili saudara kembarnya yang hanya menatap tajam ke arah Mangkusaga,.


"Sabar Tuan Pendekar, Saya hanya ingin menawarkan Pekerjaan buat kalian berdua, Dengan Bayaran yang cukup membuat kalian berdua bisa bersenang-senang!? " Ujar Mangkusaga sambil menatap Wajah keduanya bergantian,

__ADS_1


"Sayang sekali Tuan, Kami Sedang ada Urusan, jadi untuk saat ini kami belum bisa menerima Pekerjaan Lain,.!? " Mendengar Ucapan Nadir Mangkusaga Hanya tersenyum licik,


"Bukankah Tujuan Tuan Pendekar hendak menuju Desa Makmur, dan kebetulan Tugas yang akan saya berikan Berada di tempat yang sama dengan tujuan Tuan Pendekar Berdua, Bukankah jauh lebih baik jika Satu lemparan batu dua Burung yang jatuh!? " Sebaliknya mendengar Ucapan Mangkusaga Giliran Nadir Dan Nadar yang saling berpandangan, Lalu Nadar menelisik sosok Pria yang berada di hadapannya dan Melihat dari pakaian yang di kenalannya Jelas terlihat jika orang yang berada di hadapannya pastinya bukan orang sembarangan,.


"Baiklah Apa tugas yang Paman berikan pada kami!? " Tanya Nadar dengan Santai sambil mengawasi keadaan sekitar berjaga-jaga dengan jebakan,


"Cukup kalian salahi tugas yang di berikan pada kalian Tuan Pendekar, Dari melindungi menjadi Menyerang dan membunuh Kedua target itu, Dan saya akan membayar Dua kali lipat dari bayaran yang di bayarkan pada Kalian Tuan Pendekar, Ini Bayaran Buat kalian sisanya nanti setelah Tugas kalian Beres,.!? " Ujar Mangkusaga Sambil melemparkan Bungkusan Berisi 100 keping Koin Emas yang langsung di tangkap oleh Nadar,.


"Tenang saja, Hukuman tidak akan menyentuh kalian berdua,karena Baginda Raja dan Permaisuri sedang dalam penyamaran jadi meskipun Tuan Pendekar berdua membunuh mereka tidak akan ada masalah dengan kerajaan Jayagara, malah jika kalian berdua berhasil, Pihak kerajaan akan memberikan kalian Tuan Pendekar Berdua penghargaan Bahkan jika Tuan berdua mau mengabdi pada Kerajaan Jabatan Panglima menanti Tuan Pendekar berdua,.!?" Sambil kembali melemparkan kantung berisi Koin emas itu, Yang kembali langsung di tangkap oleh Nadar,. Lalu mereka berdua saling bertatapan Sambil menimang Kantung berisi koin Emas yang jelas terlihat cukup banyak,.

__ADS_1


"Baiklah Paman, Siapkan Bayaran selanjutnya sepertinya Tawaran paman cukup mengiurkan,.!?" Ujar Nadar Sambil memasukan Kantung berisi koin emas itu kedalam Bajunya.,


"Ingat Tugas ini sangat penting jangan sampai terbongkar sampai kemana-mana,!? " Tandas Mangkusaga dengan tegas,.


"Tenang paman, Itu masalah gampang, Untuk orang seperti kami Bayaran adalah Segalanya,. jadi tenang saja, Pembayar adalah Raja!? " Ujar Nadar dan langsung berkelebat meninggalkan Mangkusaga yang menatap kepergian Mereka dengan senyum penuh misteri.,


Sementara itu Raja Wardana dan permaisuri Dewi Ningsih Sedang melaksanakan Anjuran Abiyan dan tentunya tidak lupa Abiyan memberikan Keduanya Ramuan Akar Aswaganda Yang mampu meningkatkan stamina Bagi siapa yang meminumnya,


"Dewi, Entah mengapa Islam yang di Anut pemuda itu Mampu mengetarkan Jiwa Saya,.Jujur saja Saya tertarik dengan Agama Islam yang di di yakini Abiyan,.!? " Ujar Raja Wardana yang sedang rebahan di samping permaisurinya Dewi Ningsih,.

__ADS_1


"Kanda Baginda, Jujur Saya pun tertarik dengan Islam terlebih tentang menghormati Kaum perempuan, Bayangkan saja ketika Kanda Baginda sedang Tidak ada di rumah, Abiyan sama sekali tidak berani masuk kedalam rumah Katanya Mencegah Prasangka buruk orang-orang yang bisa menimbulkan Ucapan dan Salah sangka Bagi siapa yang kebetulan melihatnya!? " Ujar Dewi Ningsih Sambil kembali mengingat dengan jelas Alasan Abiyan Menolak Ajakannya untuk masuk kedalam Gubuk ketika Baginda Raja ketika itu sedang tidak ada di rumah,


"Owh, Apa seperti itu!?, Sepertinya Saya semakin tertarik dengan Islam, Besok saya akan mengutarakan keinginan Saya pada Abiyan!? " Ujar Raja Wardana yang langsung di dekap erat Oleh Dewi Ningsih, Karena sangat setuju dengan keputusan yang di ambil Suaminya, Dan Akhirnya mereka berdua Tertidur lelap dalam Sepinya Malam terbuai mimpi yang menemani Tidur pulas Raja dan permaisuri,.


__ADS_2