
Suasana hening dalam Istana kerajaan Jayagara di mana Raja Wardana hanya diam dengan tatapan kosong Sedangkan para punggawa Hanya ikut terdiam, Panglima Ranapati yang ikut prihatin dengan apa yang di alami Baginda Raja segera bangkit dan menghatufkan sembah.,
"Ampun Tuan paduka Raja, Keadaan Semakin tidak terkendali, Hamba takut dapat berdampak buruk Pada pandangan Rakyat yang menganggap Paduka Raja Tidak bisa melindungi mereka,!? " Raja Wardana sejenak terdiam akan Ucapan Ranapati Panglima perang Pasukan Kerajaan Jayagara Yang terletak Di Ujung Timur Nusantara, Wilayah Jayagara memiliki Pemimpin Yang sangat Arif dan Bijaksana Namun Sayang Permaisuri Kerajaan Dewi Ningsih belum Di beri momongan Hal inilah yang membuat Raja Wardana Sering uring-Uringan Sampai dia lupa tugasnya adalah melindungi Rakyatnya dari Rampok Yang semakin merajalela,
"Kamu Benar juga Ranapati, Selama ini Saya tengelam dalam keputus asaan Kamu Tau sendiri Segala cara sudah Saya lakukan Tapi Permaisuri Ratu Dewi Ningsih Belum Juga bisa mengandung,.Dan hal ini yang membuat Saya lupa tentang keadaan Rakyat Yang ketakutan karena Di teror Rampok!? " Ujar Raja Wardana dengan Wajah lesu seakan tak memiliki semangat
"Ampun beribu Ampun Tuan Paduka Raja, Hamba Bukan bermaksud ikut Campur dalam urusan Pribadi Tuanku paduka, Hanya Sedikit Saran Apa tidak Sebaiknya Tuanku paduka bersama Permaisuri Dewi Ningsih,Berlibur Sejenak Untuk sekedar menenangkan diri, Mungkin saja Ratu Belum di beri Keturunan Karena pikiran Ratu lagi Ruwet, begitupun Sebaliknya Dengan Tuanku paduka Raja!? " Mendengar Usul Mangkusaga Senopati Wiranara Ikut memberi Solusi.,
"Ampun paduka Raja Sepertinya Usulan Tuan Mangkusaga Ada benarnya Bukankah Darawanti Bisa mengantikan posisi Paduka Raja untuk sementara Waktu,!? " Mendegar Saran Senopati dan Penasehat kerajaannya, Raja Wardana manggut-manggut, Raja nampak membenarkan ucapan kedua punggawanya Yang Raja Wardana sangat percaya kepada mereka bertiga,
"Apa kalian Punya tempat, Yang nyaman dan tenang dan jauh Dari hiruk pikuk kota!? Dan ingat Rahasiakan Identittas Saya dari Siapapun bahkan kepada Darawanti Sekalipun,.!? " Tegas Raja Wardana dengan suara sedikit di tekan..
"Ada Tuan Paduka, Tempatnya lumayan jauh dari kota Raja Dia terletak Dikaki bukit Lintang Di Desa Makmur, Suasananya Desa itu Sangat indah Tuanku Paduka,.Dan biar saya yang menemani perjalanan Tuanku!? " Ujar Panglima Ranapati yang hanya di angguki oleh Mereka bertiga
"Baiklah Kita berangkat Dini Hari nanti, Wiranara Siapkan segala Sesuatunya,.!? "
"Baik Tuanku!? "
Dengan Lembut Raja Wardana menjelaskan maksudnya kepada Ratu belahan jiwanya yang Dengan senang Hati menyetujui semua maksud kehendak Sang Raja,.
Matahari Belum menampakkan Sinar Angkuhnya dengan Diam-Diam Raja Wardana, Ratu Dewi Ningsih dan Ranapati meningalkan istana lewat Gerbang belakang dengan gaun Seperti Rakyat jelata, Hingga tidak ada seorangpun yang mengenali mereka bertiga., Mereka melangkah Sudah jauh meningalkan kota Raja dan sesekali Mereka beristirahat ketika Ratu Dewi Ningsih kelihatan Letih, Ratu yang terbiasa kemana-mana dengan Tandu kini Harus Rela berjalan kaki demi Tujuan suaminya Raja Kerajaan Jayagara.,
"Apa masih Jauh Tujuan kita kanda? " Ujar Dewi Ningsih Bertanya manja pada Suaminya.,
__ADS_1
"Sepertinya Kita Sedikit lagi Sampai Dinda, Apa kamu sudah tidak sanggup berjalan lagi? Apa perlu Kanda Gendong!? " mendengar Ucapan Suaminya wajah Dewi Ningsih langsung bersemu merah,.
"Saya Masih sangup berjalan Sejauh apapun Asal berada disamping Kanda Raja yang Agung!? " Mereka berdua Hanya saling membalas senyuman dan kembali melanjutkan perjalanan.,
"Hari sebentar Lagi gelap sebaiknya kita cari tempat untuk beristirahat!? " Ujar Raja Wardana dengan Nafas yang berburu,.Sambil merangkul Tubuh Permaisurinya,
"Di depan Ada Air terjun yang Sangat indah Mungkin Sebaiknya kita Beristirahat di sekitar Air terjun Itu Saja,.!? " Mendengar Usulan Ranapati Raja Wardana dan Permaisuri Dewi Ningsih hanya mengangguk setuju Dan merekapun berjalan menuju Air terjun Itu dan merebahkan Tubuh mereka Diatas Dahan Pohon Yang lumayan Sangat Besar,. dan Sangat berdaun sangat Rimbun, karena lelah Mereka bertiga Tertidur Lelap,. Dingin Angin Dini hari terasa menembus tulang Dewi Ningsih langsung memeluk Erat Tubuh Paduka Raja Wardana, Yang juga membalas pelukan Ratunya, Sayup-sayup Dari Arah Air terjun terdengar Suara Lantunan Yang sangat merdu dan baru pertama kali Seumur Hidup Dia mendengar lantunan itu,
"Qul huwal laahu ahad, Allah hus-samad, Lam yalid wa lam yuulad, Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad,. Allahu Akbar!! " Inilah Ayat yang terdengar jelas dari Arah Bawah Air terjun itu,.
"Ranapati, Sepertinya ada orang di bawah sana saya mendengar suara Tapi bahasanya Aneh Tapi terdengar merdu, Coba kamu periksa? " Pinta Ratu Dewi Ningsih sambil berbisik yang juga langsung membuat Raja Wardana ikut terbangun
"Ada apa? " Tanya Raja dengan bingung,
Lalu Raja ikut bangkit dan mengendap-endap mengikuti Ranapati yang sedang mengintai dari celah rerumputan,
"Siapa kira-kira Orang itu Pagi buta begini ada Di tengah hutan? " Ujar Raja Wardana sambil berbisik,.
"Entahlah Tuan Kalau dari pakaian yang dia kenakan sepertinya Dia bukan penduduk sekitar sini,. Atau mungkin Dia sedang bertapa? " Ujar Ranapati karena melihat orang yang mereka intai sedang duduk dan tak bergerak.,
"Sudah kalau begitu, Mari kita lanjutkan perjalanan? " lalu mereka pun berlalu dari tempat itu dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Makmur, mereka berjalan diantara rimbunnya semak belukar yang mereka pangkas dengan pedang untuk sekedar membuka Jalan, Hingga mereka melewati sekawanan Orang yang berwajah Sangar.,
"Cobra seperti ada mangsa lihat wajah wanita itu sungguh sangat menawan,!? " Ujar Rabang Ketika rombongan kecil Wardana melewati kawasan mereka Hutan Palangan.,
__ADS_1
"Hei, Berhenti kalian, siapapun yang memasuki Hutan palangan harus bayar Upeti 3 keping koin Emas!? " Ujar Cobra Setang Yang langsung melompat menjegat langkah ketiganya,.
"Maaf Tuan, kami Hanya seorang petani miskin, Kami sungguh tidak punya Apa-apa? " ujar Raja Wardana Dengan Wajah di buat Senatural mungkin untuk menggambarkan jika mereka memang orang susah,
"Kalau begitu, Tinggalkan wanita itu untuk kami,!? " Mendengar itu Ranapati Langsung menarik. pedangnya yang dia sembunyikan dari balik pakaiannya,.
"Pedangmu Terlalu bagus untuk ukuran petani miskin, Sebaiknya serahkan saja Wanita dan kalian berdua boleh pergi dari sini!? " lanjut Ujar Cobra setan dengan santai sambil terus menatap Wajah Ratu Dewi Ningsih seolah menelanjangi nya.,
Hiyaaaaaaaa
Dashhhhhhh
tinkkkkkkk
Ranapati yang sudah tidak tahan dengan Sikap perampok itu segera mengayunkan pedangnya menebas leher Cobra yang Sama sekali tidak bergerak Dari tempatnya berdiri, Dan pedang ranapati Seperti menghantam logam keras,.
Seketika Wajah ketiganya menjadi tegang ketika mengetahui lawan yang mereka hadapi bdrilmu tinggi,.
Next
Mohon Maaf jika masih jauh dari kata sempurna.
jangan lupa Like Coment and Vote
__ADS_1