
Gagal panen Yang di Alami Rakyat desa Makmur membuat keadaan semakin mencekam hingga menimbulkan kekacauan di mana-mana,
Kabar Tentang kehebohan yang terjadi di Desa Makmur Dengan cepat merebak sehingga membuat Suasana dalam istana ikut menegang bagaimana tidak Jika Desa Makmur mengalami gagal panen tentu akan berdampak buruk pada pasokan pangan kerajaan,.
"Paman Senopati, Bagaimana ini? Bahaya kelaparan sepertinya sedang mengintai Kerajaan kita dan Raja Wardana Sepertinya sudah tidak perduli lagi dengan kondisi Rakyat dan kerajaannya!? " Ucapan Darawanti terdengar ketus dan terlihat jelas sikap culas nya.,
"Maafkan Hamba Baginda Ratu, Bukankah Urusan Kerajaan Sudah sepenuhnya di serahkan Pada keputusan Baginda Ratu Darawanti!!? " Ujar Mangkusaga sang Penasehat Kerajaan Menimpali Ucapan Ratu Darawanti.,
Namun Senopati Wiranara yang mendengar titah Baginda Ratu Darawanti dan Ucapan Penasehat Kerajaan seketika wajahnya Memerah,.
"Apa Maksud Paman!!!? Bukankan Baginda Raja Wardana hanya menitipkan Tahta kerajaan Hingga kondisi Baginda Raja Membaik, Jangan Bilang jika Paman Mangkusaga hendak mengukuhkan Ratu Darawanti Sebagai Baginda Raja Di kerajaan Jayagara ini!!!? " Umpat Senopati Wiranara yang mulai mencium Bau pemberontakan.,
"Apa Kamu Tidak setuju jika Kerajaan Jayagara ini Saya yang memimpinnya Senopati!!? Apa kamu lupa jika saya juga berhak Atas tahta Kerajaan Jayagara ini!!? " Mendengar Murka Ratu Darawanti, Senopati Wiranara segera menyembah..
"Ampun Beribu ampun Baginda Ratu, Selagi Raja Wardana masih Hidup, Masih dia Yang Berkuasa Di Kerajaan Jayagara ini dalam satu Kerajaan Tidak akan pernah Ada dua Raja!!? " Ujar Senopati Wiranara Sambil Bangkit dan Langsung Melangkah keluar dari Aula Kerajaan Jayagara, Yang membuat Ratu Darawanti menjadi semakin Murka.,
"Berani Kamu Senopati Wiranara!!! Menentang keputusan Saya!!! Siapapun Yang sanggup Menyuguhkan Kepala Senopati Wiranara!!! Maka dialah yang Akan menggantikan kedudukannya sebagai Senopati di Kerajaan Jayagara ini!!!? " Umpat Sang Ratu dengan Emosi hingga kedua bola matanya nyaris melompat dari kelopaknya.
__ADS_1
Mendengar Titah Sang Ratu yang menjanjikan Jabatan dalam lingkup Istana Tidak sedikit Para Punggawa dan Prajurit Yang langsung menghadang Senopati Wiranara hingga pertempuran tidak dapat di elakkan Antara Mereka yang masih setia dan mereka yang haus kekuasaan.,
Pertarungan Yang terjadi Antara Kedua kubu Tersebut sudah banyak menelan Korban hingga tersisa Senopati Wiranara Yang masih belum terdesak sama sekali, karena kehebatan yang dia miliki bukanlah Tandingan para Punggawa Kerajaan, Namun tiba-tiba berkelebat Sesosok bayangan Hitam
Whusssssssssssss!!!!!
Shetttttttttttt!!!
Ctassssssss!!!!!!
"Baginda Ratu, Apakah jabatan Senopati Sudah pantas Saya sandang Atau masih ada kepala lain lagi yang harus Saya persembahkan Untuk Baginda Ratu agar kiranya saya layak menjabat sebagai Senopati di Kerajaan Jayagara ini!? " Ujar pemuda itu dengan sikap Tenang Sama sekali tidak terlihat sikap Perduli pada Korban yang baru saja di bunuh nya, Malah dengan Angkuh menendang Kepala Senopati Wiranara kearah Ratu Darawanti yang masih terkesiap dengan kehebatan pemuda itu.,
"Melihat kehebatan yang kamu miliki,Kamu pantas menggantikan Kedudukan Senopati Wiranara. Namun Apakah kamu siap Mengabdikan hidup untuk Kemakmuran Kerajaan Jayagara dan bersumpah Setia Pada Ratu Darawanti yang Agung!? " Ujar Penasehat Kerajaan Mangkusaga menimpali ucapan Pemuda pembunuh berdarah dingin itu dengan mimik bergidik ngeri Melihat Tubuh buntung Wiranara yang tergeletak di lantai Istana,.
"Jangan Ragukan Itu!!! Saya bersumpah demi penguasa kegelapan akan membantu Kerajaan Jayagara mencapai puncak Dan Setia pada Titah Baginda Ratu Darawanti yang Agung!! " Suara Pemuda itu terdengar mengelegar membuat Bulu roma semua yang berada dalam aula Istana bergidik ngeri.,
Sementara itu,. Seorang Prajurit yang setia berhasil melarikan diri meski panah sempat menancap di punggungnya, Namun dengan satu tujuan dia terus berlari kencang, hingga jauh meninggalkan Kerajaan Jayagara
__ADS_1
Langkah yang gontai seorang prajurit menapaki hutan dan jalanan terjal tekadnya yang membawa langkah kakinya harus bisa sampai Desa Makmur, wajahnya pucat pasi, di belakang punggungnya Nampak tertancap sebatang Panah yang telah Patah. Prajurit itu terus melangkah sambil menahan sakit Dengan tertatih dia terus berusaha menarik langkahnya hingga langkahnya harus terhenti dan Prajurit itu Tumbang tak sadarkan diri dan seketika dunia menjadi gelap gulita,.
Ketika Prajurit itu terbangun dari Pingsannya dia mengira dirinya telah Berada di Alam Lain, dengan Susah payah dia Bangkit dari pembaringan Mencoba mengumpulkan segenap ingatan yang dia miliki,.
trap... trap... trap... Terdengar Suara langkah orang berjalan yang mendekat kearahnya,.
"Syukur alhamdulillah Kamu sudah Siuman, Galang menemukanmu Tak sadarkan diri di tepi hutan, untunglah Semua belum terlambat, Telat sedikit saja nyawamu sudah tidak tertolong,. Ini minumlah Ramuan ini!? " Ujar Sanur Yang melihat jika Prajurit yang di tak sadarkan diri itu sudah siuman dan menatapnya dengan tatapan kebingungan.,
"Dimana Saya Berada!? dan Terima kasih sudah menyelamatkan hidup saya!? " Ujar Prajurit itu dengan Tulus sambil meraih kendi pemberian Sanur kemudian meneguk isinya hingga tandas,.
"Kamu berada Di kediaman Tuan Guru Abiyan, Ini Desa Makmur Kamu Aman di sini!? Istrahatlah dulu luka Akibat panah itu belum sembuh betul!? " Mendengar kata Desa Makmur seketika Prajurit itu memaksa Seluruh tenaganya untuk Bangkit dan kembali terjatuh yang dengan sigap di Bantu oleh Sanur untuk kembali duduk.,
"Saya Harus bertemu Baginda Raja Wardana untuk melaporkan Pesan Senopati Wiranara yang kemungkinan Besar Sudah tidak bernyawa lagi!!? " Sanur Hanya tersenyum mendengar Tekad Prajurit itu,.
"Baginda Raja Wardana dan Permaisuri serta Panglima Ranapati Sudah mengetahui keberadaan dan kondisi kamu di sini, Tunggulah sebentar lagi pasti mereka akan menemui kamu di sini!? " Mendengar ucapan Sanur seketika Prajurit itu kembali memaksakan diri hendak berdiri namun tubuhnya di tahan oleh Sanur,.
"Mana Pantas Tuan Baginda Raja dan Juga Panglima Yang harus mendatangi saya yang hanya seorang prajurit Rendahan!!? " Ujar Prajurit itu sambil terus berusaha untuk Bangkit.,
__ADS_1