TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
PENGUNGSI Part 2


__ADS_3

Langit Mendung, di sertai Angin yang kencang dan Deru petir yang mekakkan gendang telinga, dari arah Hutan terlihat Ratusan warga keluar dari arah Hutan dengan nafas yang memburu,


"Permisi Tuan, kami di kejar pasukan Kerajaan Izinkan kami Bersembunyi di tempat Tuan ini,? " Ujar Salah satu warga sambil mencoba mengatur pernafasan nya yang memburu tak beraturan,.


"Tenangkan Diri kalian, para prajurit itu, Sudah tidak mengejar kalian Lagi, Allah menutup penglihatan mereka Hingga mereka tidak bisa mengejar kalian!? " Ujar Abiyan sambil mempersilahkan Ratusan warga itu untuk masuk kedalam Pondok miliknya, Ranapala menatap dari kejauhan,


"Bagaimana mungkin mereka semua bisa masuk kedalam Mushola kecil itu,!? " Gumam Ranapati sambil tidak melepaskan pandangannya Dari Ratusan Warga yang terus-menerus masuk hingga tak bersisa membuat Ranapati seketika menjadi Takjub,.

__ADS_1


"Aneh Ratusan Warga itu masuk kedalam Mushola dengan begitu mudahnya, padahal ketika kita shalat, Jumlah jamah tidak lebih dari Tiga puluh orang, Rasanya Sudah tidak ada tempat lagi yang tersisa, Apalagi Jumlah pengungsi itu Ratusan Orang Apa mereka tumpang tindih!? " Ujar Martapura ketika melihat Ranapati bersungut-sungut seorang diri, sambil melihat para warga yang memasuki Musholah sederhana mereka,


Karena penasaran Mereka berdua akhirnya memutuskan Untuk melihat langsung kondisi dalam Mushola, yang ternyata Rasa penasaran itu bukan hanya mereka yang merasakannya, akan tetapi seluruh Jamaah umat Islam yang berada di tempat itu, dengan penasaran mereka beramai-ramai menuju Mushola,


Mereka semua terperanjat tak percaya, karena dalam Musholah Seluruh Warga nampak duduk dan tidak saling berdesakan, Dan setiap ada yang Ingin masuk selalu saja ada tempat kosong, Begitu seterusnya,.


"Ada apa Tuan Guru,? " Ujar Ranapati ketoka telah berada di hadapan Abiyan,.

__ADS_1


"Tolong, Siapkan mereka Jamuan, tentu mereka pasti sangat lapar setelah menempuh perjalanan jauh!? " Mendengar Titah Abiyan seketika raut wajah Ranapati berubah, Bagaimana tidak, jika dia menyuguhkan Hidangan buat pengunsi dengan jumlah yang begitu banyak dia sungguh tidak yakin akan Cukup menjamu semuanya.,


"Tapi Tuan Guru!? "


"Allah pasti akan mencukupkannya, Percayalah Allah itu Maha melihat, Maha Sempurna, Maha Kaya, Pergilah siapkan mereka hidangan Tidak baik membiarkan Tamu, menunggu dengan Rasa Lapar!? " Ujar Abiyan memotong keraguan Panglima Ranapati. Dengan Perasaan bimbang Ranapati hendak berbalik dan melakukan yang di titah kan Abiyan, namun rasa penasaran yang bergejolak dalam dadanya menghentikan langkahnya dan kembali berbalik,


"Maaf Tuan Guru, Mushola ini, Kelihatan sangat kecil, Kita saja ketika Shalat berjamaah Nyaris tidak ada tempat tersisa untuk yang lainnya!? " Tanya Ranapati sambil menatap Abiyan dengan pandangan yang serius menanti jawaban bijak dari sang Guru,.

__ADS_1


"Paman, Ketika Allah SWT menghendaki, tidak ada tempat yang sempit Buatnya, jarak batas pandangan kita sebagai Manusia yang terbatas hanya mampu melihat dari sisi yang mampu di tangkap Oleh mata, Seperti itulah Batas yang kita manusia miliki, Semua hal yang terjadi atas Izin darinya, sama halnya ketika Ruangan Yang terlihat besar sekalipun Ketika Allah menyempitkan nya Maka ruangan itu akan terasa laksana Kuburan yang sudah tidak ada celah lagi bagi seorangpun,sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang hambanya inginkan,!? " Ucapan Abiyan seketika membungkam Ranapati dan juga para warga yang kebetulan mendengar percakapan mereka berdua,


__ADS_2