
"Gaya bahasamu sepertinya tidak asing di telinga saya!? apa kamu juga berasal dari ujung timur Nusantara!? apakah kamu salah satu murid penguasa dua alam!? jika benar dengan senang hati saya akan menmisahkan kepala dari tubuhmu!!!?" Tanya Tantra ketika mendengar Gaya bahasa Abiyan yang hanya tersenyum mendengar tebakan Tantra. ,
"Akh Rupanya jeli juga tebakanmu, Yah saya salah satu murid Sultan Aryo damanta,. Kalau saya tidak salah menebak kamu adalah Putra kegelapan dari Dunia tengah yang di asingkan di hutan mati,.Umur kamu sekitar 700 tahun kamu perpaduan Antara hitam dan putih., Cuma sayang umur yang begitu panjang kamu habiskan dengan kesesatan!? " Mendengar Ucapan Abiyan yang mengetahui identitas dirinya Tantra Nampak sangat terkejut bagaimana bisa ada manusia yang mengetahui secara benar tentang kehidupannya dan seluruh masa lalunya bahkan Abiyan tau jumlah umurnya dengan benar.,
"Owh.... Bagus kalau kamu sudah mengetahui siapa saya sebenarnya jadi kamu tidak akan mati secara penasaran,!? " Ujar Tantra menyembunyikan kecemasan dalam hatinya.,
"Hidup dan mati mahluk hidup ada di tangan Sang Maha pencipta bukan di tangan Mahluk sesama ciptaan Allah SWT, Jika Allah menghendaki ajalku berakhir di tanganmu makan semua ucapanmu akan menjadi kenyataan namun jika Allah SWT masih memberiku umur panjang!? " Belum Sempat Abiyan menyelesaikan ucapannya Tantra sudah berkelebat menyerang Abiyan,.
Hiyaaaaaaaaaa!!!
Whussssssssss!!!
Ctasssssss
__ADS_1
Abiyan yang sudah menyadari dan telah mengantisipasi serangan Tantra Hanya berkelit dengan memiringkan sedikit tubuhnya kesamping kiri membuat pukulan Tantra hanya menghantam tempat kosong, Karena serangannya terlalu banyak memakai tenaga dalam membuat Tantra nyaris terjatuh., Karena serangannya gagal Tantra kembali melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Abiyan yang hanya terus menghindar tanpa pernah sekalipun membalas Pukulan Tantra,. Dan itu semua membuat Tantra semakin Gencar menyerang Abiyan dari semua sisi.,
Hiyaaaaaaaaaaa!!!
Whusssssssssss
Serangan demi serangan yang mematikan dengan mudah di tangkis dan di hindari oleh Abiyan, Membuat Tantra semakin Emosi karena merasa di permainkan Oleh Abiyan yang sama sekali tidak membalas Setiap serangan darinya.,
Srinkkkkk!!!!
"Bangsat, Siapa sebenarnya Anak muda itu, Seumur hidup belum pernah saya mendapatkan lawan Sehebat pemuda tadi,. Agh sebaiknya saya kembali saja ke kerajaan Jayagara pemuda itu terlalu tangguh untuk Saya hadapi" Gumam Tantra sambil berbalik hendak pulang menuju Istana kerajaan Jayagara,.
Langkah Tantra terhenti ketika dia melihat seorang Pemuda Tampan menghentikan Langkahnya.,
__ADS_1
"Dia bukan lawan yang seimbang denganmu Tantra!!! Belum saatnya kamu menghadapi pemuda itu!!? " Tantra kembali terkejut ketika mendengar pemuda yang menghentikan langkahnya juga mengetahui Identitasnya.,
"Siapa kamu!!!? Darimana Kamu tau nama saya!!? " Ujar Tantra dengan rasa penasaran.,
"Kamu pasti kenal dengan Nyi Wilarang Dari hutan Hujan Abadi, Saya adalah dia dan dia adalah saya!!!? " Ujar Suta Aji dengan santai dan berdiri tegap tanpa bergoyang sedikitpun Tak ubahnya laksana patung., Sebaliknya Tantra yang mendengar Nama Nyi Wilarang langsung Duduk bersimpuh,.
"Ampuni Saya yang Buta ini, sungguh saya tidak melihat Junjungan ada di hadapan saya, Mohon Maafkan kelalaian Saya Tuan" Ucapan Tantra langsung di potong oleh Suta Aji,.
"Panggil saya dengan Nama Suta Aji atau Manusia Api Abadi,. Sebagai Abdiku Tetaplah Kamu berada di kerajaan Jayagara,. Kelak Akan ada yang membawa Peti yang talinya tidak bisa di potong oleh senjata apapun juga, Amankan peti itu dan Tumbal kan Seorang gadis suci di atasnya Bawa pedang ini Baluri dia dengan darah perawan lalu gunakan pedang ini Untuk membuka pengikat peti itu.,!!!? " Ujar Suta Aji sambil menyerahkan Pedang Api pada Tantra yang langsung di sambut dengan Dua tangan oleh Tantra dan mengikatnya di bahunya
"Tuan, Di mana Saya Akan mencari Tuan, jika saya hendak bertemu Tuan!!? " Tanya Tantra dengan wajah tertunduk tidak berani menatap mata Suta Aji yang tajam laksana ribuan jarum yang siap menghujam ulu hati.,
"Saya tau kapan dan di mana Harus bertemu kamu Tantra Kita semua adalah satu terikat dalam darah, ingat semua pesan dan tugas yang saya berikan padamu Fokus pada Tugas itu jangan sampai ada kesalahan sebab jika Ada sedikit saja kesalahan Darahmu yang akan membaluri pedang yang sekarang ada bersamamu!!? " Tantra bergidik ngeri mendengar Gelegar Suara Suta Aji.,
__ADS_1
"Ta..! " Hanya kata itu yang terucap dari bibir Tantra ketika dia tersadar jika Suta Aji sudah tidak berada di tempat itu., Dengan Langkah dan pikiran tak menentu Tantra kembali melanjutkan langkahnya menuju Istana kerajaan Jayagara.,