
Pesisir pantai desa sumber sari, seketika mencekam badai menyerbu tepian pantai Petir menyambar silih berganti menghantam pohon pohon kelapa yang tumbuh di sepanjang tepi pantai. Para warga Desa seketika berlarian menyelamatkan diri dari amukan Badai, Sementara itu kapal nelayan yang terombang-ambing di tengah lautan lepas bahu membahu Mengeluarkan Air laut yang masuk ke dalam geladak kapal,.
"Badai ini terlalu besar, apa tidak sebaiknya kita tarik saja jaring yang sudah kita lempar, kemudian kita cari tempat untuk berlabuh dari amukan badai ini!!? " Teriak salah seorang nelayan melawan kerasnya debur ombak,.
"Kamu ada benarnya, jika kita tetap bertahan saya takut kapal kita tidak bisa bertahan lama menghadapi badai yang mulai menggila ini!!! " Balas nelayan lainnya dengan suara yang sama kerasnya dengan nelayan sebelumnya,.
"Ayo tarik,. 1,2,3 tarikkk!!! 1,2,3!!!tarik!!! "
"Sepertinya tangkapan kita besar kali ini, jaring ini begitu berat!! " Ujar nelayan lainnya sambil berusaha menarik Jala Agar segera naik ke atas kapal,
"Marno!!!! Coba lihat, Sepertinya kita mendapatkan peti harta karun, Lihatlah dari kilaunya!!!? " Ujar seorang nelayan yang tambah bersemangat menarik Jaring itu agar segera naik ke atas kapal,.
"DING!!! kita kaya!!! sepertinya yang menempel di peti itu adalah Mutiara,. Cepat tarik!! " Ujar Marno tak kalah bersemangat dengan sekuat tenaga menarik Jaring yang berisi peti yang sudah di penuhi Tempelan kerang berisi mutiara mutiara indah,
Akhirnya Jaring berhasil naik ke atas geladak kapal, dengan wajah puas mereka mengarahkan kapal mereka bersembunyi di balik sebuah pulau untuk menghindari badai yang terus menggila,.
__ADS_1
"Apapun yang berada dalam peti ini, pasti sangat berharga lihatlah peti ini terikat dengan sangat keras!! " Ujar Sonja sambil mencoba memotong tali pengikat peti itu dengan belati tajam miliknya, Namun sekeras apapun usahanya Tali itu sama sekali tetap utuh tidak meninggalkan bekas sayatan pisau,. Ading yang penasaran segera mengambil golok lalu dengan sekuat tenaga mengayunkan nya,.
Sreeeeeeet!!!
Trinkkkkk!!!
Ayunan golok ading laksana menghantam Rantai baja,.
"Aneh Tali ini terbuat dari apa? Jelas sekali bentuknya sangat lentur, namun Sangat aneh Pedang saya laksana menghantam rantai Baja!? " Ujar Ading sambil kembali megang Tali. pengikat Peti kayu itu yang jelas terlihat sangat lentur,.
"Marno, apa yang aneh!? Badai yang membuat kapal kita cepat mengapai pulau ini, Menurutku sama. sekali tidak ada yang aneh!? Buang pikiranmu itu jauh-jauh, jika kita bisa membuka isi peti ini, pasti kita akan kaya!! Karena saya yakin isi dalam peti ini tentu barang berharga!? " Ujar Ading sambil terus berusaha membuka peti itu dengan cara memotong tali pengikat nya namun usahanya sia-sia belaka.,
Marno hanya mengerti tidak jelas namun dalam hatinya masih merasakan ada sesuatu yang tidak wajar sedang berlaku.
"Kita tunggu saja badai Reda, kita bawa peti ini kedaratan, Baru kita pikirkan bagai mana cara membukanya!? " Daus sang kapten kapal menimpali membuat semua nelayan mengangguk setuju,. Akhirnya mereka beristirahat dengan tenang menunggu badai reda, Namu Marno yang merasakan keanehan bertambah Heran ketika tidak ada seekor nyamukpun yang datang menghampiri mereka, padahal tempat mereka berlindung terkenal dengan nyamuknya yang begitu banyak, Namun untuk mengungkapkan Gundahnya dia yakin tidak akan ada yang menanggapinya,. Akhirnya karena lelah merekapun tertidur karena lelah,.
__ADS_1
"Tuan Guru, Sepertinya Badai besar sedang terjadi di lautan? " Ujar Martapura ketika melihat Abiyan berdiri menatap Langit yang kelam,tanpa bintang dan Deru angin yang berhembus kencang.,
"Hal besar akan terjadi! Di mana manusia akan menjadi budak Nafsu ingin mengusai dunia fana ini akan semakin meraja lela!? " Ujar Abiyan datar namun pandangannya tidak berpaling dari semburat kelam yang tergambar di atas langit,.
"Tuan Guru, saya siap melakukan apa saja untuk menghancurkan mereka yang ingin menghancurkan Agama Allah!? " Ujar Martapura dengan semangat juang,. Abiyan hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Martapura.
"Takdir yang Allah telah tetapkan tidak akan bisa di ubah kecuali dengan doa, yang bisa kita lakukan ketika hari itu tiba, hanya berdoa semoga Allah melindungi kita semua dari takdir. buruknya!? " Ujar Abiyan sambil menghela nafas lembut.
"Tuan Guru, apa yang sebenarnya akan terjadi!?" Tanya Martapura penasaran dengan kegundahan orang sehebat Abiyan.,
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. Dan masa itu akan segera tiba di satu sisi Saya bahagian Akan datangnya masa itu, Namun di sisi lain saya sangat sedih karena masih banyak mereka yang akan terpedaya dengan tipu daya Iblis yang terkutuk!? " Ucapan Abiyan sontak membuat Martapura bungkam dan mencerna makna ucapan sang Guru, Petaka apakah yang sebenarnya akan terjadi?
Next...
Jangan lupa like, coment, vote dan sedikit hadiah. Semoga kita semua adalah orang-orang yang sanggup melewati setiap Ujian yang Allah SWT berikan,. Ammiin, ammiin yang Rabbal Alamin,.
__ADS_1