
Tariq beserta pasukannya telah berhasil membawa tumbal permintaan Mahapatih Tantra,
"Tuan panglima, sepertinya Panglima Tejo dan pasukannya belum sampai, apa kita menunggu mereka dulu? " Ujar salah seorang prajurit ketika mereka telah memasuki gerbang istana kerajaan.
"Tidak perlu Anak-anak yang kita bawa sepertinya telah cukup seperti permintaan Mahapatih! Kalian semua tenang saja siapkan diri kalian buat pesta kemenangan, panglima Tejo akan menjamu kita semuanya!? " Ujar Tariq dengan tawa Sumringah,lalu dengan langkah yang mantap memasuki gerbang kerajaan dengan membawa sembilan orang anak kecil yang belum mengerti apa-apa,.
dari jauh terlihat Tejo dan pasukannya melangkah dengan langkah yang lunglai,.
"Tuan panglima lihat!? panglima Tejo dan pasukannya juga sudah kembali tapi kelihatannya mereka tidak membawa apa-apa!? " mendengar ucapan prajuritnya, Tariq menoleh kearah di mana prajuritnya menunjuk dan benar saja dia melihat Tejo dan pasukannya datang dengan tangan kosong.,
"Kenapa wajahmu muram sekali apa karena kamu dan pasukanmu gagal mendapatkan anak kecil sebagai tumbal permintaan mahapatih dan harus meneraktir kita semua ri kedai Tuak ternikmat di kota Raja ini!?" ujar Tariq sambil tersenyum lebar penuh kemenangan sedangkan Wajah tejo semakin kusut,.
"Hufhhh Sebenarnya kita sudah berhasil mendapatkan Anak-anak itu tidak lama setelah kita berpisah,namun ketika melewati gubuk tua di tepi hutan kami mendengar ada suara anak kecil sedang menangis,tanpa pikir panjang saya langsung meneeobos masuk dan benar saja di dalam gubuk itu janya ada seirang anak kecil dan Nenek-nenek yang sudaj tua renta,!?"
"Jangan bilang karena Nenek-nenek kamu gagal !!!" Tariq memotong ucapan Tejo yang langsung terlihat kesal.
"Makanya dengar dulu,Kami sudah berhasil mengambil anak kecil itu dan ketika kami ingin pergi meninggalkan tempat itu!?" Tejo terdiam sejenak,serqngkan Tariq yang semakin penasaran jelas terlihat tidak sabaran,.
"Lalu apa yang terjadi!?"
__ADS_1
"Tiba-tiba seorang pemuda tampan datang menghalangi saya dan pasukan ilmu pemuda itu sangat tinggi,dan sepertinya pemuda itu juga yang mengagalkan rencana yang sudah kita susun di kesultanan Samak!?"
"Hal ini harus kita laporjan pada mahapatih jika benar seperti itu berarti suasana tidak mengutungkan untuk kita berdua,.!?" ujar tariq sambil mempercepat langkahnya menuju kedalam istana.,
Ratu dewi ningsih yang telah berbadan dua istri mendiang Raja wardana nampak muram duduk termenung di depan Rumah yang sengaja di bangun tepat berada di samping rumah kepala desa, Dengan wajah lesu dia mengelus-elus perutnya yang buncit yang sebentar lagi akan keluar.,
"Asalamu Alaikum Tuan Ratu,Saya perhatikan dari tadi Tuan ratu seperti sedang mendapatkan masalah,kalau boleh tau apa kira-kira yang sedang menganggu pikiran Tuan Ratu,ingat Tuan ratu sedang hamil,tidak baik buat kesehatan jBang bayinya!?" Ujar hindun yang membuat Ratu Dewi ningsih sedikit terperanjat,.
"Waalaikum sallam,Astagfirullah ibu Hindun! Buat saya hampir jantungan,Saya hanya sedang merundukan mendiang Raja Wardana suamiku, kenapa dia begitu cepat meninggalkan saya dalam keadaan seperti ini!?" Ujar Dewi ningsih dan tanpa bisa dia tahzn air matanya menetes juga,.Melihat itu Hindun lalu mendekap tubuh Ratu Dewi ninggsih,.
"Jjka hanya sekedar rindu,Itu hal yang wajar Baginda Ratu,Namun larut dalam kesedihan itu juga tidak baik,Kematian adalah Rahasia Allah yang datang tampa bisa di tawar-tawar,.Baginda Raja pasti akan sedih jika tau Baginda Ratu seperti ini!?" tangis Ratu dewi ningsih semakin haru,
"Ambil air wudhu kemudian sholat minta petunjuk pada yang maha kuasa,insyaAllah Tuan Ratu pasti menemukan jawabannya.,
"Bagaimana mungkin saya sholat dengan perut sebesar ini!?" ujar sang Ratu sambil menunjuj perutnya, Hindun sejenak berpikir kerasDia tidaj kepikiran sampai sejauh itu, Ratu Dewi ningsih.
"Asalamu alaikum !" sapa Abiyan yang tiba-tiba muncul.
"Waalaiku salam!" jawab keduanya berbarengan
__ADS_1
"Alhamdulillah kebetulan tuan guru ada,!?" ujar Hindun dengan s3nyum Senang
"Ada apa ini Bu? Tuan Ratu?"
"Begini Tuan Guru Ratu hendak sholat namun kondisinya tidak memungkinkan apakah islam ada cara lain untuk sholat!?" mendengar pertanyaan Ibu Hindun Abiyan tersenyum lebar sambil manggut-manggut.
"Allah Swt tidak pernah memberatkan umatnya dalam melaksanakan ibadah,Barang siapa yang mampu berdiri dan tidak mampu sujud atau rukuk, maka tidaklah gugur kewajiban berdiri. Ia tetap sholat berdiri dan berisyarat ketika rukuk (dalam keadaan berdiri) kemudian duduk dan berisyarat untuk sujud. Ia jadikan sujudnya lebih rendah daripada ruku’nya. Jika tidak mampu sujud saja maka ia rukuk dan berisyarat ketika sujud. Pada intinya lakukankanlah sebatas kemampuan yang hambanya miliki" mendengar penjelasan Abiyan Ratu dewi ningsih dan Hindun manggut-mangut mengerti dan semakin jatuh cinta dengan Islam,
Sepasang mata yang nyaris tak berkedip memandang Sosok lelaki tampan belahan jiwanya dari balik pintu rumahnya,bibirnya yang di hiasi dengan senyuman menatap Abiyan dari kejauhan dengan tatapan Penuh cinta,
"Kakak begitu mencintai Tuan Guru Abiyan!!?Kenapa hanya menqtapnya dari kejauhan!?" Ujar seorang Anak kecil yang tiba-tiba muncul membuat Cempaka terperanjat,.
"Astagfirullah Halazim,Adik kecil? Apa yang kamu tau tentang perasaan orang dewasa!?"
"Orang Dewasa terkadang perlu bersikap seperti anak kecil, ketika kita menyukai sesuatu tentu kita ingin memilikinya,cuma caranya saja yang beda,kalau kakak mau saya bisa mengajari kakak cara agar Tuan Guru bisa mengetahui apa yang kakak rasakan!?" mendengar ucapan Anak kecil,yang terdengar bijak bahkan caranya berbicara lebih bijak dari usianya,. Namun menginggat usianya yang masih terlampau muda sejenak Cempaka meragu,.
"Apa yang bisa saya lakukan untuk hal itu!?" pancing cempaka ingin mengetahui apa yang bisa anak sekecil itu lakukan,. Sedangkan anak kecil itu hanya tersenyum penuh arti melihat keraguan Cempaka,.
"Di sepertiga Malam kakak bangun dan kerjakan Sholat Tahajud dan di akhir Sholat kakak baca doa ini “Ya Allah, Tuhan yang Maha Perkasa, hamba mohon permudahkanlah urusan hamba, sebagaima Engkau permudah urusan Fir’aun kepada Musa, dan lunakkanlah hati manusia sebagaimana Engkau melunakkan besi bagi Nabi Daud. Engkaulah sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya penolong. Wahai Tuhan yang Maha Hidup, Maha Penguasa, Tuhan yang punya Keagungan dan juga Kemuliaan. Perkenankanlah doaku Ya Allah.”Dan lakukan selama 40 malam berturut-turut jangan sampai terlewat,insyaaalh Apa yang kakak niatkan akan terwujud!?" mendengar ucapan anak kecil itu pikiran cempaka langsung menerawang jauh.,
__ADS_1
"Ta!!?" hanya kata itu yang keluar dari bibir cempaka ketika mengetahui jika anak kecil itu sudah tidak ada di tempatnya berdiri semula,.