TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
MEYAKINKAN


__ADS_3

Semua mata tertuju pada sosok lelaki yang berdiri di atas batu di tengah kolam darah Rambutnya Basah terguyur hujan,Raja wardana orang baru saja di bangkitkan penguasa kegelelapan Yaitu Ratu Zalitun.,


"Sambutlah Suamimu Raja Wardana,Ratu Dewi Ningsih,Lihatlah betapa mudahnya saya mengabulkan apa yang kalian semua inginkan bersujudlah di hadapanku Rtu Dewi ningsih ikrarkanlah sumpah setiamu pada saya penguasa alam semesta ini!?" Titah Ratu Zalitun sambil memberi isyarat pada Raja wardana yang baru saja keluar dari genangan kolam darah untuk mendekat kepadanya,. Namun Ratu Dewi ningsih hanya tersenyum penuh arti dan tidak juga kunjung bersujud pada Sang Iblis Ratu kegelapan,.


"Apa lagi yang kamu tunggu Dewi Ningsih,Apa semua ini belum cukup membuatmu yakin tentang kekuasaan yang saya miliki!?" Lanjut Ujar Ratu zalitun dengan Nada yang semakin tinggi,.Namun Ratu Dewi Ningsih seperti Patung sama sekali tidak mengindahkan ucapan Ratu Zalitun Bahkan kepala Dewi ningsih terlihat menggeleng membuat Amarah Ratu kegelapan memuncak,.


"Dewi Ningsih!!!" Bentak Suta aji yang ikutan murka melihat sikap Dewi ningsih yang terkesan Tidak perduli dengan apa yang telah junjungannya lakukan untuk apa yang Ratu Dewi Ningsih inginkan,.


"Kamu sungguh peniru yang hampir sempurna,Bagaimana mungkin Saya bisa berpikir jika yang sekarang ada di samping kamu adalah mendiang Suamiku Baginda Raja Wardana!?" Jawab Ratu Dewi ningsih ketus, membuat Ratu Zalitun semakin murka,.

__ADS_1


"Apa matamu buta!!Sampai tidak mengenali Suamimu sendiri!?"Ujar Suta Aji alias nyi wilarang yang sudah mulai di kuasai emosi.,


"Permaisuriku,Ini saya Wardana suamimu,kemarilah kita tata kembali Kehidupan kita yang sempat hilang terkubur dalam kesalahan yang sudah Saya perbuat di desa makmur karena percaya dengan Islam yang di ajarkan orang asing itu!?" Ujar Raja wardana meyakinkan Ratu Dewi ningsih yang belum juga bergeming dari tempatnya berdiri di saksikan ribuan pasang mata yang mengawasi mereka.


"Baginda ratu,demi Allah yang menciptakan langit dan Bumi,orang itu sungguh sangat mirip dengan Mendiang Raja Wardana?" Ujar Panglima Ranapati sedikit berbisik di sisi kiri Ratu dewi ningsih Yang hanya mengulum senyum penuh misteri mendengar ucapan Ranapati yang membuat sang panglima semakin tidak mengerti dengan apa yang Ratu sedang pikirkan, Bukan apa-apa mereka berdua di kelilingi orang-orang yang berilmu tinggi sedikit kesalahan saja sama dengan kematian yang mereka dapatkan.,


"Tentu,katakanlah duhai permaisuriku Saya mengenalimu luar dan dalam,?" Ujar Raja Wardana dengan lembut Swperti kebiasaanya sebelum Ajal menjemputnya,.


"Pertama Di mana kita pertama kali bertemu?, Kedua Apa yang terjadi di malam Seusai pesta pernikahan kita,.Ketiga Apa ucapan terakhir yang keluar dari bibir kamu !? Ujar Ratu dewi ningsih Datar dengan perasaan yang campur aduk,. Sekilas Raja Wardana tersenyum simpul memandang Ratu Dewi Ningsih dengan tatapan penuh kerinduan,.

__ADS_1


"Permaisuriku,Kita bertemu pertama kali, ketika Raja Wanabakti berkunjung Ke kerajaan Jayagara yang ketika itu Tahta kerajaan Masih di bawah kepemimpinan Deksa Rana kakek Saya, Kamu pasti ingat ketika itu,kamu kehilangan konde emas warisan dari mendiang Nenek kamu,dan konde itu tidak sengaja terselip dalam keranjang Upeti yang di serahkan Raja Wanabakti dan tentu kamu pasti masih inggat Sayalah yang memberikanmu kembali konde itu,.Dan Sejak saat itu,kamu menganggap saya adalah pahlawan kamu dengan meminta Restu Kakek baginda Raja Deksa Rana Saya meminta beliau melamarkan kamu untuk menjadi Istriku dan sebagai hadiahnya Kakek Baginda Raja menghadiahkan Tahta kerajaan Jayagara ini pada saya dan tentu saja kamu sebagai permaisurinya,.dan ketika Seusai pesta pernikahan kita di malam itu,Ketika saya hendak masuk ke dalam kamar pengantin,saya melihat kamu sudah tertidur jadi ketika itu tidak ada apapun yang terjadi, Dan untuk ucapan terakhirku sebelum aku menghembuskan nafas terakhir,mengumpat orang yang berbicara tinngi kepadaku dan selepas itu dunia gelap gulita dan saya terjebak dalam ruang tanpa batas!?" Ujar Raja Wardana penuh penghayatan membuat Semua orang yang berada di situ ikut larut dalam kisah yang di paparkan Baginda Raja Wardana,orang-orang semakin yakin jika memang dia Raja wardana yang Asli begitupun yang di rasakan Ratu Darawanti katena sedikit banyaknya tentu dia juga mengetahui kisah yang tadi di paparkan Raja wardana,. Ratu Darawanti Nampak berkaca-kaca Kenangan Silam kembali terbayang,Bayangan bayangan itu memang sampai saat ini tak pernah bisa lepas dari dalam pikirannya,tampa di sadarinya butiran bening mulai mengalir dari beningnya bola mata ibdahnya kerinduannya semakin memuncak, dan pada akhirnya,.


"Astagfirrullah,!?" Hanya ucapan itu yang keluar dari bibir Ratu Dewi ningsih dan langsung menyeka airmatanya dan kembali menyungingkan senyum yang langsung di balas oleh Raja Wardana.


Next,


Apakah Ratu Dewi Ningsih sudah terjebak bujuk Rayu Raja Wardan?.


Maaf kalau banyak yang merasa tergantung dengan Kisah yang Author paparkan karena saat ini Author Abdate berdasarkan keikhlasan dari yang punya Handphone dan paket data.

__ADS_1


__ADS_2