
"Apa yang membuatmu merasa tidak pantas Genta? Status kita sama dimata sang Pencipta Panglima hanyalah sebuah jabatan yang kelak harus saya pertanggungjawabakan kelak Di hadapan sang Pencipta, Apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa kamu seperti Ini!? " Ujar Panglima Ranapati yang tiba-tiba memasuki ruangan Tempat prajurit yang terluka itu dan ternyata bernama Genta yang terlihat sangat terkejut dengan kehadiran Sang Panglima.,
"Ampun beribu ampun tuan Panglima Kerajaan dalam keadaan Genting Ratu Darawanti menobatkan dirinya sebagai Raja, dan Kami yang tetap setia Pada Paduka Raja Wardana Di bunuh secara kejam, dan Tuan Senopati Wiranara yang juga setia pada Paduka Raja Wardana sepertinya sudah tidak bernyawa lagi!? " Ujar Genta hendak bersujud namun tubuhnya di halau oleh Panglima Ranapati.,
"Ternyata Firasat yang selama ini saya rasakan benar dan jika tebakan saya benar adanya Mangkusaga ada di balik semua ini? Kita harus bertindak cepat sebelum semuanya terlambat!!? " Ujar Panglima Ranapati sambil mengepalkan tinjunya
"Kerajaan sudah sepenuhnya di kuasai oleh Ratu Darawanti dan Para pendukungnya dan Ada kekuatan ghaib yang ikut membantu pergerakan mereka jika Paman hendak Masuk menyerbu tanpa perhitungan sama saja dengan Bunuh diri, tenangkan diri Paman kita tunggu Baginda Raja Wardana untuk merundingkan semua ini, Kita harus membuat strategi sebelum bertindak!? " Ujar Abiyan yang tiba-tiba masuk dalam ruangan itu menimpali percakapan mereka,.
"Tuan guru Istri dan Keluarga saya ada di sana bagaimana dengan Nasib mereka!? Bagaimanapun caranya saya harus menyelamatkan mereka meskipun nyawa saya menjadi taruhannya!? " Mendengar ucapan Panglima Ranapati Abiyan hanya tersenyum Simpul
"Ayah!!!! " dari Arah pintu masuk Seorang wanita bersama seorang anak yang berusia sekitar Sebelas tahun dan memanggil Panglima Ranapati dengan Sebutan Ayah yang sontak membuat Ranapati menahan tangis keharuan melihat Istri dan anaknya telah berada di tempat itu dengan tidak membuang waktu Ranapati berlari dan langsung memeluk istri dan Anaknya,.
__ADS_1
"Bagaimana ini bisa terjadi Tuan Guru? bagaimana mereka bisa sampai di sini dengan selamat!? " ujar Ranapati yang tidak bisa menyembunyikan keheranannya
"Semua Sudah kehendak Allah SWT dia yang menuntun langkah saya untuk membawa mereka kesini banyak-banyaklah bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk bisa memeluk Mereka yang kita sayangi, Sebentar lagi Waktu Shalat Ashar sebaiknya Mari kita segera bersiap-siap!? " Ujar Abiyan dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya sambil berlalu meningalkan Panglima Ranapati yang masih diliputi Rasa Haru bercampur bahagia bisa berkumpul kembali dengan Anak dan istrinya.,
Hoekkkkk...... Hoek.....
Suara Orang muntah terdengar dari Arah dapur membuat Raja Wardana berlari masuk kedalam mendapati istrinya yang kesusahan menahan Rasa mual yang tiba-tiba menyerangnya begitu hebat.,
"Saya tidak butuh Tabib saya cuma butuh Aroma Tubuh kamu Suamiku itu sudah cukup membuat saya baik-baik saja, Saya cuma kelelahan mungkin hanya masuk angin Baginda tidak perlu sekuatir itu!? " Jawab Ratu Dewi Ningsih sambil bangkit dan memeluk erat Tubuh suaminya seakan tak ingin Dia menjauh darinya. , Mendengar Ucapan istrinya Raja Wardana Sedikit tenang namun dia sama sekali Tidak mengerti dengan perubahan Sikap istrinya yang tiba-tiba begitu Manja namun dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat menyukai perubahan sikap istrinya itu.,
Brakkkkkk!!!!!!!
__ADS_1
Suara Pintu yang hancur berkeping-keping karena Hantaman sebuah tendangan keras dari seorang pemuda Tampan dengan tatapan Dingin.,
"Siapa Kamu!!!!? Berani masuk dengan cara yang tidak Sopan!!?" Bentak Raja Wardana yang masih terkejut dengan Munculnya pemuda Asing itu.,
"Baginda Ratu Darawanti menginginkan Kepalamu!? Nikmatilah sisa hidupmu bersama Istri tercintamu, Tenang saja Hanya kepala kamu saja yang Ratu Darawanti inginkan jadi Saya akan membiarkan Istrimu hidup!? " Ujar Pemuda itu dengan wajah datar dan tanpa Expresi
"Bicaramu terlampau tinggi Anak muda!? Kamu belum mengukur tingginya gunung dalamnya Samudra namun kamu begitu yakin Mampu Membunuh saya!? " Mendengar ucapan Raja Wardana pemuda itu sekilas menatap Wajah Raja Wardana dengan tatapan Sinis dan senyum mengejek.,
Next
Bagaimana Nasib Raja Wardana dan Permaisurinya Silahkan Coment dan like Jagan lupa juga Vote,.
__ADS_1
Masukan kalian Akan menentukan Nasib Baginda Raja Wardana!? Jika Jawabanya sudah Ada lanjut part selanjutnya... Wasalam