TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
GANGGUAN


__ADS_3

Mahapatih Tantra dengan sikap dingin melangkah mendekati Dwipa yang terikat di sebuah tiang, yang terlihat jelas dari wajahnya merintih menahan Haus dari teriknya sinar mentari.


"Dwipa! Kamu begitu bersikukuh pada ajaran leluhur, menyembah sesuatu yang tidak terlihat, selama ini kalian telah di perbodohi, selama ini kalian menyembah ruang kosong. Seharusnya kalian semua berterima kasih pada Baginda Ratu telah memperkenalkan kalian pada yang seharusnya kalian sembah, yang bisa mengabulkan semua yang kalian inginkan!? " Mendengar Ucapan Mahapatih Tantra dwipa sejenak terdiam mencoba menelaah Arti dari setiap Ucapan Mahapatih, sejenak keyakinannya Mulai goyah membenarkan spekulasi Ucapan Mahapatih jika memang selama ini mereka hanya menyembah Ruang kosong,.Bathin Dwipa mulai goyah,


"Pencipta itu Ada dan tak tersentuh karena dia berada di luar jangkauan Manusia ciptaanya, dan manusia wajib percaya pada penciptanya!? " Ujar seorang Bocah dengan santai, sambil menatap tajam ke arah Tantra


"Bagaimana mungkin Kita menyembah sesuatu yang tak terlihat!? Dan tau apa kamu anak kecil perjalananmu masih panjang apa kamu juga ingin ikut mati bersama dwipa Hah!!! " Hardik Tantra sementara semua pasang mata langsung tertuju pada sosok Bocah yang dengan berani bersitegang dengan Mahapatih yang tak kenal ampun dan tidak pernah memilih siapa korbannya.


"Apa paman bisa melihat Wujud udara? "

__ADS_1


"Mana ada Yang melihat Angin jangan bicara sembarangan kamu anak kecil, Cepat katakan apa maksudmu!? " Anak kecil itu hanya tersenyum kecil melihat Mahapatih Tantra Murka.


"Tidak ada yang bisa melihat wujud angin, tapi semua orang yang berakal yakin jika angin itu ada, Begitulah contoh kecil wujud Tuhan!? " Iman yang tadinya goyah kembali teguh Dwipa memejamkan mata dengan senyuman yang mengembang di bibirnya, sedangkan Tantra semakin murka karena di permainkan seorang anak kecil,


"Bocah biadab jika, Tuhanmu itu ada mintalah padanya untuk menyelamatkan Nyawamu dari Pedang Yang sebentar lagi memenggal kepala kamu anak kecil!? " Umpat Tantra sambil meraih pedang yang tergantung di pinggang Tejo yang juga terlihat marah.,


"Tuhan yang menghendaki seluruh apapun yang terjadi di dunia ini!? Tidak perlu meminta kematian dan Hidup setiap manusia sudah ada goresan takdir, jika takdir saya harus mati di pedang paman itu berarti kisah hidup saya hanya sebatas ini, namun jika Tuhan berkehendak lain maka tidak ada apapun yang akan terjadi pada saya!? " ujar bocah itu dengan sikap yang tenang sambil merentangkan kedua tangannya menanti hujaman pedang Tantra, Tantra yang sudah tersulut emosi dengan sekali lesatan langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher Anak kecil itu, yang hanya berdiri tanpa berkedip sesetikpun.,


Semua mata tertuju pada Bocah malang yang sebentar lagi Akan mati, seluruh orang yang berada di tempat itu menahan nafas, Menanti akhir dari kisah bocah tak berdosa.,

__ADS_1


Trinkkkkkk!!!


Suara pedang yang beradu membuat Tantra terkejut tak menyangka sama sekali tidak menyadari apa yang barusan terjadi, Namun ketika dia memperhatikan dengan jelas pedangnya beradu dengan pedang yang di pegang oleh seorang Pemuda,.


"Tantra, yang dulu Seorang pengecut telah berubah menjadi Seorang Mahapatih yang sangat tidak manusiawi, Bagaimana mungkin kamu tega membunuh bocah yang sungguh tidak berdosa ini!? " Ujar pemuda yang tiba-tiba muncul dan menangkis serangan Mahapatih Tantra,.


"Siapa kamu, berani ikut campur Urusan kerajaan, Otak anak itu adalah Racun yang harus di singkirkan sejak sekarang, sebelum dia merusak pikiran orang lebih banyak lagi!? "


"Ha.. ha.. ha otakmu sungguh sudah tidak berfungsi lagi dengan baik Tantra Rupanya hutan mati berhasil mencuci semua isi otakmu, Sayang sekali Saya tidak punya banyak waktu untuk Bermain-main dengan kamu dengan semua pertunjukan ini.!? " Ujar pemuda itu sambil kembali memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarungnya,.

__ADS_1


"Namun sayangnya kamu berada pada tempat dan waktu yang salah, Rasakan ini hiyaaaaaa!!? " Tantra kembali menyerang dengan kecepatan penuh namun serangan hebat Tantra hanya menghantam tempat kosong membuat Tantra terbelalak tak percaya dengan apa yang barusan terjadi dan yang lebih mengherankan lagi Dwipa juga menghilang dari tiang tempatnya terikat,.


"Bedebah kemana Menghilangnya manusia laknat itu, Tariq Tejo bawa pasukan dan cari ke setiap sudut wilayah ini Cepat!!! " Titah Tantra dengan murka membuat Tejo dan seluruh pasukannya langsung berpencar mencari keberadaan pemuda yang berhasil meloloskan diri dengan membawa Anak kecil dan juga Dwipa yang sekarat,.


__ADS_2