
Langit kala senja Mengantarkan gerombolan burung-burung yang pulang ke peraduannya, berganti dengan suara cekikikan Ribuan kelelawar Yang Terbang menyebar Memenuhi langit Desa Makmur hingga yang tampak Hanya bayangn Hitam yang terus berputar mencari makan, Pemandangan Inilah yang setiap sore jadi tontonan para warga, Dan Jutaan Ekor kelelawar itu bukanlah Ancaman bagi warga desa, Bahkan Itu sudah Ada sejak Ratusan Tahun Silam, Dan para warga sudah terbiasa hidup berdampingan dengan Hewan berkepala seperti tikus dan bersayap itu,.
Di Bawah kaki Bukit Lintang Ada sebuah Gubuk megah yang sengaja di buat Buat tempat menepi Panglima Ranapati ketika lelah dengan Tugas kerajaan, Namun siapa yang menduga jika Gubuk yang di bangunnya mendapat Tamu istimewa Baginda Raja Wardana dan Permaisurinya Ratu Dewi Ningsih,
"Ingat Ranapala, Jika ada yang mengetahui Baginda Raja ada di sini, Maka seluruh keluargamu yang akan menanggung Akibatnya!? " Ranapati menganjam kepala Desa Makmur, Yang mengenali Baginda Raja Wardana begitu melihat Wajahnya, Dan tentu saja dia juga mengenali Panglima Ranapati karena dia sering berurusan dengan Kerajaan,.
"Apapun titah Panglima Akan saya jaga dengan segenap Nyawa saya, Sungguh Tuan Panglima mana berani saya melakukan Apa yang sudah Tuan Panglima titah kan!? " Ujar Ranapala sambil membungkukan sedikit tubuhnya memberi Hormat pada Ranapati,
"Saya Percaya padamu, Baginda Raja dan Ratu butuh ketenangan, Semaksimal mungkin Kita jaga Akses yang menuju Gubuk tetap Aman!? " Ujar Ranapati
"Baiklah Tuan Oanglima, Saya akan minta Warga Untuk ronda, Di sekitar jalan masuk!?"
"Kamar Tuan sudah Siap!? " Ujar seorang Gadis yang tercipta dengan sangat sempurna, Seketika Ranapati terpana dengan pesona Gadis belia itu,.
__ADS_1
"Maaf Tuan Panglima Ini Cempaka Putri Saya yang paling bungsu!? " Mendengar suara Ranapala seketika Ranapati tersentak dari lamunannya,.
"Ranapala, Putrimu luar biasa cantik dan Anggun, Semoga kelak yang berhasil menyunting nya Adalah seorang lelaki yang mampu menjaga Cempaka Terus mekar!? " Ujar Panglima Ranapati Yang Terus mengagumi kecantikan Putri Kepala Desa Makmur,.
"Terima kasih Tuan Panglima, Semoga Bumi dan langit mendengar keinginan Panglima!? " Mendengar ucapan Kepala Desa itu Ranapati hanya tersenyum dan berdiri sambil menepuk pundak Ranapala dan berlalu masuk kedalam kamar Untuk beristirahat karena lelah setelah menempuh perjalanan jauh,. Dan kepala desa langsung keluar mengumpulkan para warganya untuk Ronda,.
Sementara itu dalam keheningan Malam Raja Wardana Duduk depan jendela menatap Hamparan Sawah Dan gemerlap bintang di atas langit yang tinggi,.
"Saya, Sejenak Merasa hilang, lenyap dari dunia ini, Ketika Saya melihat bagaimana mereka Hendak menyentuh Tubuhmu, Jiwaku Sejenak lenyap, Saya berharap saat itu Agar jiwaku Untuk tidak kembali lagi? " Mendengar Ucapan suaminya Dewi Ningsih Berdiri dan merangkul Bahu Suaminya,.
"Yah, Semua Sudah berlalu, Takdir? Akhh sebaiknya kita istirahat kamu juga pasti lelah? " Ujar Raja Wardana sambil Merangkul Tubuh Istrinya dan memboyongnya ke tempat Tidur,. dan sejenak Keheningan malam membuat mereka lupa, Akan beban yang baru saja mereka Lalui, Hinga kidung sunyi Membawa mereka berdua terlelap dalam rangkaian Berjuta mimpi,.
Auuuuuuuuuuuuu
__ADS_1
Aghhhhhhhhhhhhh
Suara lolongan Anjing Terdengar menyeramkan ditambah Raungan kesakitan yangTerdengar lirih dalam hutan belantara semakin membuat Suasana semakin mencekam,.
"Cobra Apa kamu sudah mendapatkan jawabannya Sungguh Rasa sakit ini teramat sangat menyiksa!?" Ratap Galang yang terus mengerang kesakitan,.
"Coba kalian juga ikut berpikir, Bagaimana mungkin otak kita bisa berpikir jika Rasa sakit mengalahkan semuanya!!? " Ujar Cobra dengan Posisi terduduk sambi terus memegang dadanya yang sesak,.
"Apa Yang Anak muda maksud Agar kita bisa merasakan bagaimana Sakitnya korban-korban kita!? " Mendengar Ucapan Sanur Cobra langsung membentak Sanur,.
"Sanur!!!! Dasar bangsat Sudah sejak tadi kita menahan Sakit!! Kenapa baru bilang sekarang!? " Sanur tersentak mendapatkan Bentakan Cobra namun dia merasa heran ketika melihat Cobra meminum Ramuan yang di berikan Abiyan yang seketika tubuhnya sejenak menghangat dan dia merasakan sesak dan sakitnya Lenyap seketika,. Dan Cobra bangkit dan memberi ketiga Anak buahnya untuk menegak Ramuan itu juga dan keajaiban pun terjadi berlahan Tangan mereka bisa mereka gerakan bahkan sakitnya langsung hilang tak berkesan,
"Cobra sekarang apa yang harus kita lakukan? " Tanya Rabang
__ADS_1
"Panggil saya Martapura, Cobra Sudah mati, Saya akan mencari Pemuda itu, Untuk belajar kepadanya, Dan untuk kalian bertiga bebas memilih jalan kalian masing-masing!? " Ujar martapura alis Cobra dengan Suara lirih,.
"Cobra, ehh Martapura maksud saya, Kita sudah hampir sepuluh tahun Selalu bersama, Apapun yang akan kamu lakukan kita berempat Tidak boleh berpisah kita akan tetap terus bersama!? " Ujar Galang sambil memeluk Martapura Dan juga di ikuti Galang dan sanur,. mereka berempat berpelukan dengan janji selalu bersama,