TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
TUBUH TAK BERNYAWA


__ADS_3

"Apa kamu yakin Dia gadis Perawan? " pertanyaan Tariq membuat Tejo memutar otak, Sesaat dia terdiam dan kemudian dengan senyum penuh misteri dia melangkah mendekati seorang warga yang terlihat tidak terlalu berkonsentrasi.,


"Kenapa dia pak? " Bisik Tejo pada warga yang spontan menoleh pada TejoTejo yang ternyata seorang pemuda yang sangat tampan,. dengan Menghela nafas pelan,.


"Siapa yang dapat menduga kapan dan di mana Maut datang menjemput, Pagi tadi dia masih bersenda gurau dengan kedua orang tuanya, hanya karena mempertahankan kehormatannya sebagai seorang wanita dia di aniaya hinga tak bernyawa., Yah begitulah Allah menuliskan kisah tentang akhir hidupnya, dan kita yang masih hidup hanya bisa berharap Maut menjemput dengan cara Yang Allah Ridhoi, Bukan dalam kemungkaran, Na'uzubillahiminzalik,.? " Ujar pemuda itu lalu kembali membelakangi Tejo yang hanya melongo dengan nasehat pemuda Asing itu.


"Jo, sepertinya ucapan pemuda itu, ada benarnya apa yang akan kita lakukan ini salah, apa tidak sebaiknya kita tidak usah melanjutkan niat kita itu!?" Ujar Tariq yang mulai ragu dengan tujuan mereka,.


"Tariq, kamu tidak usah memikirkan Ucapan orang Asing itu, Coba kamu pikir memangnya Siapa yang bakal perduli jika kita kelaparan di negeri orang ini, Di mana Allah ketika kita kelaparan, Hanya dengan merampok kita baru bisa makan, Sudah tidak usah banyak pikir, Kita tunggu saja sampai Mayat itu di kuburkan dan setelah semuanya Telah pergi baru ki kerjakan Tujuan kita!!? " Ujar Tejo sambil menarik tangan Tariq pergi menjauh dari tempat itu dan bersembunyi di bawah pohon beringin yang rindang sambil menunggu mereka selesai mengubur Mayit itu,.


Dingin Angin malam tidak menghalangi langkah kedua pemuda itu menyusuri area perkuburan, Suara buruk hantu dan elang putih saling bersahutan membuat suasana malam itu semakin mencekam, Namun tekad yang bulat Untuk bisa menghilang membuat Tejo semakin bersemangat menarik Tangan sahabatnya mencari letak kuburan baru,. Hingga mata mereka tertuju pada Makan dengan tanah yang masih merah dan sedikit lembab, Pertanda jika kuburan itu baru saja di timbun,.


"Akhirnya sebentar lagi kita jadi perampok sakti Riq!! Sudah tidak sabar rasanya untuk segera mencoba ilmu itu!? " Ujar Tejo sambil mulai mengali dengan kedua tangannya, Sedangkan Tariq masih berdiri dengan penuh keraguan namun bisikan setan selalu bisa mengalahkan akal sehatnya,.


"Tejo!!! apa harus kita melakukan ini, Saya takut murkanya Allah!? " Ujar Tariq ketika melihat Tejo yang dengan semangat terus menggali malam seorang gadis perawan,.


"Huh!!!! Otakmu rupanya Sudah tercuci dengan ucapan Orang asing itu. Sehingga kamu kembali meyakini Allah yang sama sekali tidak berwujud itu,? Apa kamu lupa kenapa kita sampai ketempat ini, hanya karena kita tidak percaya dengan Agama yang di anut Sultan Arfan,Agh!!Sudah tidak usah banyak pikir sini cepat bantu saya sebelum ada orang kampung yang melihat perbuatan kita ini!!? "Ujar Tejo dengan kesal karena melihat Tariq yang hanya berdiri penuh keraguan, Hati Tejo yang benar-benar telah tertutup Nafsu angkara murka semakin semangat terus mengali kuburan baru itu,.

__ADS_1


Tariq dengan langkah lesu terpaksa ikut turun menggali membantu Tejo yang sudah bermandikan peluh. mereka terus menggali hingga Terlihat mayat berbungkus kain kafan yang nampak kotor bercampur tanah Merah yang basah, Aroma mayat tercium jelas Namun arima itu semakin membuat Tejo bersemangatbersemangat Dia membalikan tubuh tak bernyawa itu hingga wajahnya yang pucat terlihat jelas,.


"Akhirnya,. Coba lihat bukankah Gadis itu terlihat begitu cantik, sayang jika tubuh seindah ini hanya akan menjadi santapan cacing tanah, Cepat Riq, bantu Saya menaikan Tubuhnya keatas Bahu,!!? " Titah Tejo pada Tariq yang terlihat jelas penuh keraguan namun tetap membantu sahabatnya mengangkat Tubuh tak bernyawa itu keatas bahu Tejo yang terlihat sangat bersemangat,.


Dengan Langkah yang terburu-buru Tejo memacu langkahnya dengan Mayat yang ada di pundaknya seolah tidak mengurangi Ritme langkahnya, Mereka melesat cepat menyelinap diantara Rimbunya pepohonan Hingga langkah mereka sedikit melambat ketika telah sampai di sebuah gubuk tepi pantai,


Dengan semangat membara Tejo membaringkan Tubuh indah tak bernyawa diatas pembaringan, Sedangkan Tariq hanya diam mengawasi perbuatan Sahabatnya itu,.


"Riq tolong lepas kain kafannya Saya mau ambil air untuk memandikan nya kembali!!? " Ujar Tejo dan langsung melangkah keluar menuju sumur untuk mengambil Air, Sedangkan Tariq yang mendengar perintah Tejo jantungnya seketika berhenti, Namun dengan langkah yang terasa begitu berat Tariq terpaksa mengikuti permintaan Tejo untuk membuka Kain kafan penutup tubuh Mayit Wanita muda itu, Pandangan mata Tariq seketika terkesima memandangi Aurat Wanita itu, Namun dengan cepat di tepatnya pikiran itu jauh-jauh dengan mencari kain panjang untuk menutupi tubuh polos mayit itu.,


Tejo yang telah kembali dari sumur segera masuk dan langsung melepas kain penutup tubuh Tak bernyawa Gadis perawan itu yang seketika pandangannya terkesima sedangkan Tariq dengan cepat membuang pandangannya kearah lain,


Tariq yang bathinnya masih bergejolak hanya bisa pasrah ketika Wajahnya di putar oleh Tejo untuk kembali melihat Tubuh polos yang sudah tidak bernyawa,. Ketika Seluruh tubuh Mayat telah di mandikan Tejo lalu keluar mencari Kembang tujuh rupa,.


"Kamu tunggu di sini, Jangan biarkan siapapun masuk kedalam kamar itu, Ingat jaga dengan baik!!? " Ujar Tejo yang hanya di ang guki oleh Tariq Dengan cepat Tejo berkelebat mencari Kembang yang begitu mudah dia dapatkan hingga tidak butuh waktu lama dia telah kembali,.


"Bagaimana? " Ujarnya ketika melihat Tariq yang berdiri mematung,.

__ADS_1


"Aman,. Bagaimana kembangnya Lengkap!? " Ujar Tariq meskipun terdengar seperti sekedar basa basi.,


"Lengkap!!? " Lalu dengan telaten Tejo mencampur ketujuh Kembang itu kedalam sebuah guci lalu dia mengambil pasak yang pernah di berikan Oleh pemuda yang memberinya ide untuk mengali kuburan.,


ketika pasak tertancap,..


Whusssssssssssss


Duarrrrrrrrrr!!!!


Suara angin dan petir tiba-tiba saling bersahutan,. mengelegar memecah kesunyian Alam,. Mengantar Munculnnya Sosok Tua renta memegang tongkat,.


"Rupanya kalian sudah berhasil!!? " Ujar Sosok yang tiba-tiba muncul dengan suara seraknya, Sebaliknya kedua pemuda itu sama sekali tidak berani mengangkat kepala mereka,.


Dengan berlaahan Nenek tua renta itu berjalan menuju Guci tempat Air Kembang tujuh rupa,. Dan mulai membasuh dari kepala hingga kaki, Hal itu di lakukan sebanyak 7 kali hingga Asap hitam mulai menyelimuti Tubuh Tak bernyawa yang tadinya Pucat berlahan-lahan mulai berubah...


Next.. Apa yang akan terjadi pada mayit gadis itu?

__ADS_1


Jangan lupa Like Coment Vote dan jangan pelit lah sama hadiah,. Biar Author makin semangat Nulisnya,. Untuk Yang sudah berpartisipasi Author ucapkan Banyak Terima kasih Wasallam...


__ADS_2