
Hindun hampir saja terjebak dengan Ucapan Pemuda gagah yang ada di hadapan keduanya, namun berbeda halnya dengan Cempaka yang mulai bisa berpikir jernih,.
"Apa buktinya jika Tuan ini adalah Penguasa Lembah dan Gunung? " Cempaka mulai memancing dengan Pertanyaan.
"Bukti apalagi yang kamu inginkan? Bukankah bisa kamu lihat sendiri Desa kalian kelaparan karena gagal panen, apa itu belum cukup? Apa perlu saya buat hidup kalian dan seluruh warga Desa Mati karena Kelaparan dan Aliran sungai yang selama ini membantu kalian akan Saya keringkan!? " Ujar Pemuda yang mengaku dirinya adalah pencipta Gunung dan Lembah dengan memamerkan senyum manisnya berharap Cempaka dan Hindun Ibunya Luluh dengan Semua ucapannya,
"Tuhan Adalah pencipta Langit dan Bumi dan semua mahluk yang bernaung di dalamnya dan dia Juga Yang berhak Menghidupkan dan matikan Mahluk yang di kehendakinya, Allah tidak Haus akan Pujian meskipun Seluruh Umat manusia tidak menyembah-Nya, Allah tidak akan turun bahkan mengemis Pada. Mahluk ciptaanya untuk menyembah-Nya!? "Ujar Abiyan menimpali yang tiba-tiba muncul bersama Martapura dan juga tiga temannya yang lain, Membuat Hindun dan Cempaka terkejut atas kehadiran mereka,.
"Saya juga bisa mengambil kehidupan seseorang sesuai yang saya kehendaki! " Ujar Tuhan palsu itu dengan Nada sedikit ketus,
"Akh Ucapan kamu terlampau tinggi Hanya atas izin Allah, Kehidupan Mahluk bisa berjalan sebagai mana seharusnya,.!? "
"Rupanya kamu ingin bukti!! " Ujar Orang itu sambil menunjuk Abiyan dengan jari telunjuknya.
"Matilah kamu Anak muda!!! " Bentaknya lalu dari ujung jarinya melesat sinar putih yang tidak bisa di lihat oleh siapapun, sinar itu melesat cepat laksana kilat menembus apa saja yang di laluinya.
__ADS_1
Abyan hanya tersenyum tenang melihat tindak lanjut Iblis tingkat rendah yang mencoba unjuk kebolehan di hadapan Abiyan yang sudah terbiasa menghadapi serangan Seperti ini.,
"Bismillaahilladzhii laa yadhurru maa ismihi shai-un fil ardhi wa laa fissamaa-i wa huwassamii'ul 'alim" Belum sempat Abiyan melanjutkan Doanya, Tubuh Iblis yang menjelma menjadi Pemuda tampan itu langsung Ambruk dan memohon Ampunan Abiyan, Karena serangan yang dia lancarkan bukan hanya gagal tapi sama sekali tidak mampu menyentuh tubuh Abiyan dan mendengar doa Abiyan tubuhnya seketika panas seperti terbakar,.
"Ampun Tuan, Jangan di teruskan, Maafkan saya jangan Bunuh saya Tuan saya janji tidak akan mengusik umat manusia lagi!!? " Tatap Iblis yang langsung menghilang dari pandangan Cempaka Hindun dan juga yang lainnya karena Iblis itu telah berubah kewujud Aslinya,. Abiyan hanya memberi isyarat agar dengan kerlipan mata agar Iblis itu menyingkir dari tempat itu,.
"Sebelum keluar rumah hendaknya kalian membaca doa agar terhindar dari Iblis yang selalu ingin menjerumuskan Manusia! " Ujar Abiyan membuat Hindun dan Cempaka tertunduk malu karena hampir saja terpedaya,.
"Terima kasih Tuan Guru atas bantuannya Tadi, kalau boleh tau si pagi buta begini Tuan Guru mau kemana? " Ujar Hindun sedangkan Cempaka hanya tertunduk malu sambil menahan getaran hebat yang ada dalam dadanya,.
"Alhamdulillah, Terima kasih Tuan Guru, maaf sudah merepotkan Kalian semua!? " Ujar Hindun sambil merain kendi pemberian Abiyan,.
"Dalam Islam kita semua bersaudara, sudah sepantasnya Kita saling tolong menolong, Kalau begitu kami pamit mau langsung pergi keburu matahari bersinar lebih terik, Asalamualaikum!? " Pamit Abiyan Namun langkahnya terhenti,
"Tunggu Tuan Guru, Maaf jika pertanyaan saya mungkin waktu dan tempatnya tidak tepat!? " Cempaka sedikit ragu dengan pertanyaannya, mendengar pertanyaan Cempaka Abiyan hanya tersenyum,.
__ADS_1
"Bertanyalah InsyaAllah jika saya bisa menjawabnya makan saya akan menjawabnya!? "
Dengan menarik nafas sedikit berat dan juga mengumpulkan semua kekuatannya Cempaka menghembuskan nafasnya berlahan, Namun Sama sekali lidahnya terkunci dan hanya bisa mengucapkan kata hmmmm
"baiklah nanti kalau kamu sudah ingat apa yang hendak kamu tanyakan boleh kapan saja kamu bertanya, kalau begitu kami pergi dulu Asalamualaikum" Ujar Abiyan sambil berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Hindun dan Cempaka yang menyesali kebodohannya,
"Walaikumsalam, " Jawab Cempaka sambil memandangi punggung Abiyan yang berlahan menghilang di balik semak belukar,.
"Cempaka sebenarnya Apa yang hendak kamu tanyakan Pada Tuam Guru!? " Mendengar pertanyaan Ibunya pipi Cempaka merona merah,.
Next
Doa apa yang Cempaka ingin pelajari dari Abiyan?
jangan lupa Like Comen dan Vote
__ADS_1