TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
ILMU KANURAGAN


__ADS_3

Udara Angin malam menerpa wajah kedua lelaki tanggung Yang terus mengawasi Apa yang di lakukakan Wanita tua itu,. Yang terus mengitari Tubuh gadis tak bernyawa yang tergeletak Diatas pembaringan,. Bau busuk menyengat jelas tercium dari tubuh tak bernyawa itu namun Tejo dan Tariq sama sekali tidak merasa terganggu dengan Aroma yang tidak sedap itu,.


"Menurutmu Apa yang akan Nenek tua itu lakukan dengan mayat yang sudah tidak bernyaaa itu? " Ujar Tariq setengah berbisik tepat di samping kuping kiri Tejo yang hanya menempelkan jari telunjuknya di antara bibirnya yang membuat Tariq seketika bungkam dan hanya ikut mengawasi akan Tingkah aneh Nenek tua itu,.


"Bakar kemenyan nya dan matikan semua cahaya di ruangan ini!? " Titah wanita Tua itu dengan suara serak, Tejo tanpa banyak bicara segera mematikan seluruh lampu yang ada dalam gubuk itu hingga tersisa selarik sinar Rembulan dari atas atap yang bocor, namun ketika langkahnya hendak memanjat dan menambal lubang itu,.


"Sudah biar saja Cahaya bulan itu yang menjadi sumber cahaya dalam kegelapan!? "


"Baik Nek!? " Ujar Tejo sambil kembali duduk dan menuang Dupa pada bara api yang langsung asapnya menyebar memenuhi Ruangan dengan Aroma mistik nya,.


"Panggil, Saya Nyi Wilarang? Mulai saat ini kalian berdua adalah Budak dari Hutan hujan abadi Kelak di sanalah kalian akan menghabiskan sisa hidup di dunia ini!? " Sontak Bulu kuduk Tariq merinding mendengar ucapan kata budak dan harus melewati sisa hidup dalam hutan belantara,. Namun berbanding terbalik dengan Tejo yang nampak sangat bersemangat menyambut apapun yang akan terjadi sebentar lagi.,


Nyi Wilayang kembali merapal mantra meski tak terdengar namun jelas terlihat dari bibirnya yang terlihat komat kamit sambil sesekali mengibaskan Asap kemenyan agar merata menerpa Tubuh gadis muda yang sudah tidak bernyawa yang baru saja di Gali dari liang kuburnya Oleh dua pemuda pemburu Ilmu Hitam.


Tubuh Gadis itu tiba-tiba melayang Seakan mengikuti Putaran Asap kemenyan yang seakan hidup dan mengerti kemana ia mesti berhembus,. Tariq yang terperanjat dengan apa yang di lihatnya terus mengawasi tanpa sedikitpun mengedipkan mata,. Sedangkan Tejo Semakin kagum dan optimis jika sebentar lagi semua keinginannya akan terwujud,.

__ADS_1


Tariq nyaris Muntah ketika dia melihat kejadian di luar akal manusia ketika Nyi Wilayang membuka Mulut gadis itu dan mengigit hingga putus Lidah mayat itu,. dengan jijik dia segera mengalihkan pandangannya tak kuasa menahan mual yang langsung menderanya. Dengan potongan lidah yang masih mengeluarkan darah Nyi Wilayang melangkah mendekati Tejo dan Tariq.,


"Katakan Ilmu apa yang ingin kalian dapatkan!? "


"Ilmu dapat menghilang dari pandangan orang sehinnga kami leluasa bertindak sesuka hati Nyi!!" Ujar Tejo bersemangat sementara Tariq masih berusaha menahan Jualnya.


"Kalian akan mendapatkan lebih dari itu, Jika kalian berdua Mau memakan lidah gadis ini.,!!? " Ujar Nyi Wilayang sambil melemparkan Lidah Gadis tak bernyawa itu yang tadi di ambil dengan cara mengigit nya, Tariq seketika terperanjat mendengar Syarat dari ilmu yang mereka kehendaki, Dengan tatapan jijik dia memandangi Potongan lidah yang tergeletak di depan mereka berdua begitupun dengan Tejo yang dengan ragu-ragu meraih potongan lidah itu, Namun dia juga enggan jika harus memakannya,.


"Semua keputusan di tangan kalian berdua., Jika kalian hanya cuma ingin sekedar menghilang cukup keringkan Lidah itu dan bawa kemana saja kalian hendak merampok ataupun berbuat kejahatan, Namun jika Kalian ingin sakti mandraguna dan kebal terhadap senjata apapun makanlah lidah itu biarkan dia menyatu bersama aliran darah kalian!? " Seketika Kedua pemuda itu bungkam Jiwa mereka memberontak mendengar kata sakti mandraguna, Tariq yang semula kelihatan penuh keragu-raguan langsung merampas Potongan Lidah itu dari tangan Tejo yang terlihat masih berpikir keras,. Dengan memejamkan mata Tariq mulai mengunyah Sedikit potongan lidah itu dan sisanya kembali di berikan pada Tejo Yang langsung ikut melahap sisa Potongan Lidah itu dengan sekuat tenaga membuang Rasa jijik dalam pikiran mereka demi menjadi seorang yang sakti mandraguna yang terpenting tidak mempan di tusuk oleh senjata apapun.


Pemuda itu tidak lain adalah Suta Aji orang yang menawarkan kesaktian pada Mereka berdua.


"Sekarang tinggal Langkah terakhir untuk kalian Agar ilmu itu menyatu dengan jiwa kalian berdua,lepaskan seluruh yang kalian kenakan jangan ada sehelai benang pun menutupi tubuh kalian dan terimalah Ilmu kanuragan yang di Alirkan dari tubuh gadis itu dekap dia perlakukan gadis itu layaknya istri kalian berdua!? " Kembali mereka berdua tersentak dengan syarat yang di berikan oleh Penguasa Hutan hujan abadi Namun demi Kesaktian mereka berdua menuruti titah Suta Aji yang hanya mengawasi mereka berdua dengan senyum penuh misteri.,


"Mana mungkin kita bisa menganggap orang Yang sudah mati sebagai istri yang harus di gauli, sama sekali sungguh tidak masuk akal? " Bisik Tariq sambil mulai melepaskan satu persatu pakaian yang ia kenakan.,

__ADS_1


"Sudah ikuti saja semua persyaratannya lagian Tubuh dan wajah gadis itu begitu sempurna, dalam keadaan hidup dalam mimpi pun belum tentu kita bisa menjamah nya, Jadi kita nikmati saja semua Alur cerita untuk mencapai tingkat kesaktian tinggi,"


Dengan Tubuh bugil keduanya mendekati Mayat yang tergeletak di atas pembaringan dan Satu leanehan terjadi di mana Aroma mayat sama sekali tidak tercium dari tubuh Mayat gadis itu sebaliknya Aroma Bunga keluar dari tubuh dan kulit Mayat gadis itu terlihat mamancarkan sinar putih, Dengan buas mereka berdua bergumul dengan mayat Hingga mereka tidak menyadari jika Mayat itu mampu bergerak dan mengimnangi gerakan mereka berdua, Karena kelelahan tubuh keduanya Ambruk dalam pelukan Tubuh tak bernyawa yang telah mendapatkan Aura hidup dari Nyi Wilayang dan Kedua lelaki tanggung itu, mereka berdua tertidur dengan lelap hingga mereka tidak menyadari Ribuan Asap hitam yang terpisah satu persatu memasuki danenyatu dengan tubuh keduanya, Yang membuat otot-otot di tubuh keduanya semakin membesar dan dengan jelas terlihat tubuh keduanya berubah menjadi Tubuh yang kekar dan kekuatan yang sangat luar biasa.,


Sengatan Sinar Mentari, Membangunkan tidur lelap Tejo dan Tariq yang langsung tersentak karena di tempat tidur itu tinggal mereka berdua yang terbaring tanpa sehelai benang menutupi tubuh keduanya. Sedangkan Tubuh gadis tak bernyawa yang semalam bersama mereka Sudah tdak terlihat di atas pembaringan itu,. Dan lebih terkejut lagi ketika menyadari perubahan tubuh mereka yang terlihat semakin kekar.


Dengan Sekali sentak tubuh keduanya sudah Bisa langsung mengenakan pakaian dengan kecepatan yang sangat mengagumkan.,


"Kita akan menguasai dunia Tariq, saya yakin kita mampu merebut tahta Kesultanan Samak dari tangan Sultan Arfan yang sama sekali tidak pantas menjadi Sultan di tanah kelahiran kita!!? " Ujar Tejo sambil memamerkan otot tangannya.


"Yah, kamu benar Jo, sekarang sudah tidak ada orang yang berani mengusik kita berdua.!? " menanggapi ucapan Tariq Tejo hanya tersenyum sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang terasa sangat aneh dan terlihat lebih luas dan tertata Rapi dari gubuk mereka yang seharusnya.


Next.,


Apa yang sebenarnya telah terjadi pada Tejo dan Tariq!?

__ADS_1


Jangan Lupa like, comment, vote, dan sedikit hadiah dari kalian bisa membuat author Semakin semangat membuat kisah selanjutnya,. Wasallam


__ADS_2