TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
IKHLAS


__ADS_3

Mahapatih Tantra seketika murka,ketika mengetahui,jika kedua bawahannya yaitu Tejo dan Tariq telah berani melanggar keputusan kekuasaan dengan lancang berani memasuki wilayah larangan,.


"Kalian Berdua sungguh harus menerima hukuman yang berat karena berani memasuki wilayah kekuasaan Penguasa Dua Alam yang jelas-jelas Ratu kegelapan telah menitahkan pada kita semua untuk menghindari wilayah itu!!!?" Murka Mahapatih Tantra berujar sambil menunjuk kearah Tejo dan Tariq yang terduduk dengan wajah pucat pasi menahan rasa takut.


"Ampuni kami Tuan Mahapatih,Kami berdua hanya penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam wilayah kekuasaan Penguasa Dua Alam itu,Lagi pula selama ini kita semua tidak pernah menemukan jalan untuk masuk kedalam wilayah itu,dan kami berdua telah berhasil menemukan jalan masuk itu,Bukankah seharusnya kami berdua layak mendapatkan penghargaan bukannya suatu Hukuman?" Ujar Tejo berkilah, untuk menghindari Hukuman yang akan di timpakan kepada mereka berdua,Sedangkan Mahapatih Tantra sejenak terdiam dan berpikir keras,merenungkan ucapan tejo yang menututnya ada benarnya,Jika memang selama ini mereka semua tidak pernah berhasil memasuki wilayah kekuasaan penguasa dua alam namun untuk mengambil keputusan itu,dia tidak berani mengambil keputusan itu.


"Mereka berdua benar Mahapatih,Mereka layak mendapatkan Hadiah,karena berhasil Menemukan jalan keluar masuk Wilayah kekuasaan Penguasa Dua alam itu,Berikan mereka berdua hadiah yang besar mereka layak mendapatkannya!?" Ujar Ratu Zalitun yang tiba-tiba muncul sambil melangkah anggun memasuki Istana kerajaan.Jayagara yang seketika membuat semua yang berada dalam ruangan itu langsung bersimpuh di hadapan Ratu kegelapan.


"Tapi,bukahkah Yang Mulia ratu yang telah menitahkan Untuk menghindari wilayah itu,?"

__ADS_1


Hahahahaha!!!!


tiba-tiba Tawa Ratu zalitun pecah membahana mengema dalam Ruang istana kerajaan Jayagara membuat Ratu Darawanti terkejut dan seketika langkahnya terhenti ketika hendak memasuki Istananya,.


"Saya memang menitahkan Kalian untuk menghindarinya dan mereka berdua telah berani melanggar titah itu,dan atas keberanian mereka berdua itulah yang membuat mereka layak mendapatkan hadiah dan tidak ada hukuman yang akan berlaku di dalam Wilayah Kekuasaan kegelapan, Mari yang Mulia Ratu,silahkan Duduk dalam Singasana yang telah menitahkan Kamu sebagai Ratu dalam istana ini,Nikmatilah semua yang telah saya anugrahkan kepada kalian semua!!!? Hahahahaha!!!?" Ratu Darawanti hanya tersenyum sambil mengangguk pelan dan melangkah Angun sambil menuntun Putranya Menuju Tahta istananya dan langsung Duduk sambil meletakan Putranya di atas Pangkuaanya.


sedangkan Tejo dan Tariq langsung bersujud dengan wajah yang berseri-seri sedangkan Mahapatih Tantra hanya tersenyum Puas,.


Sementara itu Dalam wilayah Desa Makmur terlihat seorang gadis melangkah dengan Riang menuju Ladang melangkah bersama ibunya dengan Wajah penuh tawa,.Hatinya tidak lagi merasa Gundah dan ketika Waktu Shalat telah tiba,dengan segera seluruh rakyat Desa Makmur tanpa komando dengan segera meningalkan ladang mereka dan langsung melangkah menuju Mushola untuk melakukan Sholat secara berjamaah. Begitu pula yang dilakukan Cempaka bersama Hindun Ibunya.

__ADS_1


Cempaka yang telah ikhlas dalam menerima keputusan takdir,dapat terlihat dengan begitu kushyunya menjalankan sholat zuhur yang ketika itu di imami oleh Martapura,karena abiyan sedang berada jauh entah di mana,.Hindun dan Suaminya juga terlihat tengelam dalam lantunan doanya.,


Seusai Shalat Cempaka keluar tepat berada di belakang Ayah dan ibunya,yang ketika itu langkah mereka terhenti ketika di hadang oranv yang belum pernah dia temui sebelumnya.


"Asallamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,Semoga Allah SWT senantiasa Merahmati Keluarga dan seluruh Umat Muslim di manapun mereka berada,Maaf menganggu Langkah Tuan,Perkenalkan Nama saya,


Next


Siapakah sosok orang yang menghadang Ranapala dan keluargannya!? Silahkan tinggalkan di kolom komentar

__ADS_1


Nb: Author mengucapkan Maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca setia Titisan langit, Bukan maksud Author mengantung kisah ini tapi Nasib buruk menimpa keluarga Author, Ibu yang telah melahirkan Author sedang terbaring Koma di Rumah sakit,. Author Memohon dengan segenap jiwa Raga doa dari segenap pembaca setia Titisan Langit, Agar kiranya Segala penyakit Ibunda Author diangkat oleh Allah SWT ,Aamiin


__ADS_2