
Raja Wardana merenung Sudah beberapa Hari dia menepi dari Banyaknya Masalah Kerajaan dan Juga beban pikiran, Namun Dia belum juga menemukan Jawaban Akan Apa penyebab Istrinya Belum Juga Di beri Keturunan,.
"Penguasa Jagad Raya Berilah Hambamu ini petunjuk!? " Ujarnya dalam keputus asaan Hingga Suaranya mengema Kemana-mana,. Iblis penunggu Gunung Segera Menghampiri Raja Wardana dengan Wujud Orang Tua berbadan bongkok Memakai Tongkat,.
"Heh Manusia Kenapa Berteriak Membuat Saya kaget, Hampir nyawa saya Melayang karena kaget,!? " Raja Wardana yang tidak menyadari kehadiran Orang Tua itu dengan Spontan Berbalik ke arah Suara itu,.
"Ehh Maafkan Saya, Saya sungguh tidak menyangka Ada orang Lain Selain Saya Di sini,. Tolong Maafkan Saya,!? " Ujar Raja Wardana dengan Tulus,.
Hahahahahahahaha
Tiba-tiba suara orang Tua Renta itu memecah kesunyian,. membahana mengema Keseluruh puncak Gunung Lintang,.
"Saya Dapat Melihat Dari Raut Wajah Tuan Sepertinya Ada beban berat yang Tuan Pikirkan,!? " Tanya orang Tua itu Seolah ingin Tau masalah Raja Wardana namun yang sebenarnya Dia sudah Tau Apa yang menjadi Ganjalan Hati Raja Wardana,.
"Saya Bingung Mbah, Sudah Hampir 3 Tahun menikah Tapi Istri saya belum juga memberikan Saya keturunan,.!? " Ujar Raja Wardana sambil menekuk wajahnya dalam kesedihan,.
__ADS_1
"Itu Perkara Gampang,. saya bisa membantumu Agar Istrimu Cepat Memberikanmu Keturunan!? " Pancing Jin Penunggu Gunung itu dengan santainya,.
"Yang Benar Mbah, Seluruh Dukun Istana Telah Saya Kerahkan Namun tidak ada Satupun yang berhasil,.Jadi Apa. yang harus saya lakukan Mbah?" Ujar Raja Wardana penuh penggarapan,.
"Bersemedi lah Di puncak Gunung Lintang Di atas Sana Ada Pohon yang berumbai rumbai Bawa Kembang Tujuh Rupa,. Jangan Lupa bakar lah dupa,Jangan Buka mata kamu Sampai Saya yang datang membangunkan tapa bratamu!? " Pesan Orang Tua Itu dan dia menghilang begitu Saja membuat Raja Wardana semakin Yakin Jika Orang yang di temui nya Adalah jawaban Dari semua gundahnya,. Dengan perasaan Campur Aduk Raja Wardana Setengah berlari dia kembali ke gubuknya,.
"Istriku Saya hendak Melakukan Tapa Brata dalam Beberapa Waktu, Selama saya pergi, Jangan Pernah keluar dari Rumah Ini, Saya pergi tidak akan lama!? " Ujar Raja Wardana Berpesan Pada permaisurinya,.
"Jika itu untuk Kebaikan Kita berdua Saya akan selalu Menuruti semua permintaan Kanda Raja,. Hati-hati, Saya Selalu menunggu Kanda Raja Disini!? " Jawab Dewi Ningsih dengan mata Berkaca-kaca,
Saat Hendak keluar Menuju perkampungan untuk mencari persiapan Kembali keanehan terjadi, Ketika Baginda Raja Melihat sebuah Bungkusan yang di buka Ternyata Isinya Sesuai Apa yang di minta Orang tua renta itu,. Namun Raja Wardana tidak begitu memperhatikan hal sedetail itu dia hanya Menganggap Itu adalah Suatu Takdir yang sudah Diatur oleh penguasa Jagad Raya,. Dengan Penuh keyakinan Raja Wardana melangkah Mendaki Gunung yang terjal,. Hingga kakinya terhenti Pada Sebuah Pohon Besar dengan Akar yang merumbai-rumbai,. Lalu Raja Wardana mencari tempat Untuk melakukan Tapa brata Dia menaburkan Kembang Tuju Rupa Pada lingkaran Bara api yang telah tersedia Di tempat itu,.
Sementara Itu Abiyan Yang tiba-tiba saja mendatangi Panglima Ranapati, yang sedang duduk di depan Rumah Kepala Desa sambil memperhatikan Arah Jalan menuju Tempat Baginda Raja Wardana mengasingkan diri,.
"Apa yang sedang kamu Lakukan Panglima!? " Sapa Abiyan sambil Menyentuh Bahu Panglima Ranapati,.
__ADS_1
"Ehh Tuan, Saya Sedang kepikiran Pada junjungan Saya Baginda Raja Wardana dengan Permaisurinya Semoga Saja Tidak terjadi Apa-apa,.!? " Mendengar Ucapan Panglima Ranapati, Abiyan menatap Jauh ke kaki Bukit Di mana Berdiri Sebuah Gubuk yang cukup tertata Rapi Lalu sesaat Abiyan menarik Nafas dan menghembuskannya Berlahan,.
"Panglima Ranapati, Saya Punya Janji Yang belum Di tepati Sang Baginda Raja,. Untuk menghidangkan Masakan Permaisurinya, Semoga Saja dia tidak keberatan Menerima kehadiran kita berdua,!? " Mendengar Ucapan Abiyan Panglima Ranapati Langsung berdiri bersemangat,.
"Tentu Tuan Baginda Raja Wardana Pasti dengan Senang Hati menjamu Tuan Abiyan,. Mari Tuan Kita menemui Baginda Raja sekarang mumpung Mentari Sudah Tidak segarang Tadi,.!? " Ujar Panglima Ranapati dengan Wajah berseri-seri dan langsung Melangkah Melintasi Jalan setapak si ikuti Abiyan yang melangkah dengan langkah Yang santai,.
sesampainya Di depan Sebuah Gubuk yang terlihat sangat Rapi, Panglima Ranapati merasa Heran karena pintu dan jendela Tertutup Rapat Tidak seperti Biasanya,.
"Ampun Tuan Baginda Raja Hamba Panglima Ranapati Bersama Tuan Abiyan Yang tempo Hari Menolong kita Dari Rampok,. Hendak Berkunjung!?" Ujar Ranapati Mendengar Suara Ranapati Ratu Dewi Ningsih Langsung Membuka Pintu.,
"Oh Tuan Yang baik Hati,. Tempo hari Saya belum sempat mengucapkan Terima kasih Karena Separuh Jiwa saya entah kemana, Owh Iya Baginda Raja Wardana sedang Keluar Sebentar,. Jika dia Ada tentu dengan senang Hati menerima Kehadiran Tuan Abiyan, Mari Silahkan Masuk tunggu di dalam Saya Buatkan Teh Sambil menunggu Baginda Raja pulang,!? " Ujar Ratu Dewi Ningsih Dengan Penuh kegembiraan menyambut dewa penolong mereka,. Mendengar itu Panglima Ranapati Langsung Beranjak Hendak Masuk kedalam Rumah Namun Tangannya segera di cekal Oleh Abiyan.,
Next
Kenapa Abiyan menghentikan Langkah Ranapati?
__ADS_1
Apa Ada yang Salah dalam Gubuk itu?
Jangan Lupa Like Coment And Vote