
Melihat Ratu Dewi Ningsih masih terus terisak di samping jasad suaminya Abiyan bukan tidak bisa merasakan rasa sakit yang di Rasakan oleh Ratu Dewi Ningsih Namun Sebagai seorang muslim, kita tentu tahu bahwa hidup di dunia hanya sementara, dan pasti akan segera mati meninggalkan segalanya. Meski begitu, ditinggal oleh orang terdekat atau yang dicintai tetap meninggalkan rasa sedih yang mendalam.
Namun itulah kehidupan. Kita harus bersiap untuk ditinggalkan atau meninggalkan.
"Hakekatnya hak Allah untuk mengambil sesuatu dan memberi sesuatu kepada umatnya, segala sesuatu yang ada di sisinya dibatasi oleh ajal. Oleh sebab itu bersabarlah karena kepergiannya, dan carilah ridha Allah yang sebesar-besarnya."Ujar Abiyan dengan lirih namun mampu sedikit meredam gejolak dari dalam dada Ratu Dewi Ningsih..
__ADS_1
"Saya belum siap kehilangan Baginda Raja Tuan Guru!? " ujar Dewi Ningsih yang berusaha menahan tangisnya.,
"Sesungguhnya apa yang ada di dalam dunia ini hanyalah titipan Dari Allah SWT termasuk Nyawa orang-orang yang kita sayangi, ketika kita di beri, kita lupa jika sebelumnya kita hanya seorang diri terperangkap dalam rahim seorang ibu, lalu kita di titipkan kepada kedua orang tua, Hingga mereka lupa jika Anak hanyalah titipan yang kapan saja Allah kehedaki untuk mengambil kembali titipan nya,.Ketika Allah bermurah Hati menitipkan Cinta dalam Dua hati hingga mengikrarkan Kata suci dalam ikatan pernikahan Dua orang Asing yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi lupa jika mereka hanya saling dititipkan, Allah Selalu punya cara bagaimana cara mengambil titipannya dengan jalannya sendiri dan tugas kita sebagai umatnya Harus siap untuk segala hal yang akan menimpa kita Karena kita semua adalah titipan untuk mereka yang Allah titipkan untuk kita!? " Mendengar Ucapan Abiyan seluruh orang yang berada di tempat itu seketika Bungkam merenungkan makna mendalam dari Ucapan Sang Guru yang seolah menampar pipi mereka yang selama ini tengelam dalam keegoisan,.
"Tuan Guru sungguh saya sangat meminta maaf Atas nama seluruh Warga Desa Makmur, dan mungkin waktunya kurang tepat jika dalam suasana duka ini, Saya membahas masalah lain,. Desa Makmur di hantui Kelaparan karena Gagal panen di akibatkan Ribuan burung pipit menyerang sawah Milik petani, Apakah Tuan Guru punya solusi!? " Mendengar pertanyaan Ranapala Sang kepala desa Semua Warga yang kebetulan hadir di situ langsung memasang wajah serius menanti jawaban bijak Abiyan.,
__ADS_1
"Apa Maksud Tuan dengan kesalahan kami sendiri!? " Ujarnya karena merasa tersinggung dengan ucapan Abiyan karena dia merasa hal yang dia lakukan untuk bertani sudah dia lakukan secara turun temurun sejak Nenek moyang mereka dahulu., Abiyan hanya tersenyum mendengar Sanggahan dari Petani tersebut,.
"Burung-burung pipit itu Hanya memakan Padi yang telah menguning Sedangkan hamparan sawah yang begitu luas tidak semuanya menguning Hanya sebagian kecil dari seluruh hamparan Luasnya Sawah kalian itu karena kalian semua menanam dengan tentang waktu yang berbeda-beda burung pipit butuh makan tiap hari sehingga yang biasanya menyebar terpaksa berkumpul di satu tempat, Cobalah kalian semua Kompak Menanam secara bersamaan insyaallah kejadian ini tidak akan terulang kembali!? " Mendengar penjelasan Abiyan yang begitu gamblang mereka tersadar karena memang semua benar adanya.,
Sementara itu Keberhasilan Tantra membawa Kepala Raja Wardana Di sambut Suka Cita oleh Ratu Darawanti., Bukannya Sedih melihat kepala kakaknya tanpa tubuh dia malah tertawa bahagia.,
__ADS_1
"Sekarang Mahapatih adalah Jabatan yang kamu emban Tantra, Sekarang sudah tidak ada penghalang Untuk kita mengapai kejayaan, Dibawah kepemimpinan Saya Ratu Darawanti Akan membuat kerajaan Jayagara menjadi kerajaan Yang di segani seluruh jagad Raya ini.!? " Riuh tepuk tangan memecah dalam Aula kerajaan Jayagara menyambut keputusan Ratu Darawanti.,