TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
LAMARAN


__ADS_3

"Asallamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,Semoga Allah SWT senantiasa Merahmati Keluarga dan seluruh Umat Muslim di manapun mereka berada,dan sekiranya tolong Maafkan kelancangan saya sebab menganggu Langkah Tuan,Perkenalkan Nama saya,Lail Utusan dari kesultanan Lembayung jauh di tanah sanggula,.!?" Ranapala nampak terkesima mendengar tutur lembut pemuda yang mencegat langkahnya sekaligus terkejut mendengar Nama kesultanan yang baru saja di dengarnya,.


"Waalaikum Salam dan semoga Allah juga memberikan Rahmatnya kepada kamu,Maaf Tuan hendak bertemu sama siapa?Dan Kesultanan yang Tuan sebutkan tadi saya seperti pernah mendengarnya tapi sungguh saya Lupa dari mana saya mendengar nama wilayah itu!?" Mendengar Ucapan Ranapala,Lail hanya menyunggingkan senyum tipis,.


"Saya Di utus Sang Sultan Untuk bertemu dengan Tuan Ranapala,Namun alangkah baiknya jika percakapan ini,di lanjutkan di rumah Tuan Ranapala sendiri,Itupun Jika tuan tidak merasa keberatan dengan kehadiran saya" Ujar Lail tetap dengan suara lembutnya,.


"Sungguh Saya sedikitpun tidak merasa keberatan Tuan,Mari Tuan kita menuju tempat di mana saya dan keluarga bernaung dari hujan dan teriknya mentari" Ujar Ranapala, merekapun berjalan beriringan Ranapala berjalan tepat di sisi Lail sedangkan istri dan anaknya berjalan tepat di belakang keduanya., Dan sesampainya di rumah kediaman Ranapala,lail langsung di persilahkan masuk serta tidak lupa dia di suguhkan Air putih.


"Tuan Pasti kelelahan,setelah melewati perjalanan yang cukup jauh,Namun sekiranya ini hanya bisa sedikit melegakan dahaga tuan?"


"Terima kasih Tuan,ini sudah lebih dari cukup,Saya tidak akan membuang waktu tuan lebih banyak lagi. Maksud kedatangan saya datang dari jauh untuk bertemu Tuan atas Titah junjungan Saya Sultan Aryo Damanta,Sultan ingin menyambung tali silahturahmi dengan Tuan ,Di mana beliau hendak meminang Putri Tuan Cempaka Untuk di nikahkan Dengan Putranya Yang bernama Zulkhair Dan perlu Tuan ketahui,Sultan hanya memiliki Dua orang anak,yang tertua Bernama Arisha seorang Putri Mahkota dan dia sekarang Setingkat ayahnya menjabat sebagai Sultanah dan yang kedua Zulkhair seorang Putra Mahkota yang sama sekali tidak tertarik Dengan pemerintahan.Apa tuan menerima hajad Baik Sultan Aryo!?" Ujar lail namun laksana petir menyambar membuat detak jantung seisi rumah bergemuruh,bagaimana tidak mereka yang hanya Rakyat Jelata Di minta untuk menjadi bagian dari Kesultanan.,Namun Rasa bangganya tentu saja tidak serta merta membuat Ranapala kalap dan langsung mengambil keputusan untuk langsung menerima lamaran itu.,


"Sungguh,Perasaan ini tidak bisa saya gambarkan dengan kata-kata,Namun segala keputusan ada pada Cempaka karena dia yang akan mengarungi Bahtera Rumah tangganya kelak bersama siapapun yang pastinya cempaka putri saya turut merestuinya, Bagaimna Nak!? Apa kamu menerima Lamaran Tuan Baginda Sultan!?" Ujar Ranapala sambil menoleh pada putrinya yang berdiri di belakang Ayahnya yang sejak tadi hanya menyimak dengan wajah tertunduk,

__ADS_1


Sekilas Wajah Tuan Guru Abiyan melintas di dalam benak Cempaka ketika mendengar pertanyaan Ayahnya,Dan berlahan Bayangan Wajah Abiyan memudar berganti sosok misterius yang tiba-tiba hadir dan menyeruak masuk dalam sisi relung hatinya yang terdalam hinga bibirnya mampu mengulum senyum keikhlasan.


"Jodoh adalah Urusan Allah yang mampu memutar balik hati setiap hamba,Jika Tuan Putra Mahkota dengan begitu yakin menjatuhkan pilihannya kepada saya,Tentu berdasarkan dengan berbagai pertimbangan.dan saya yakin Allah selalu memberi yang terbaik sesuai apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.Saya bersedia menerima pinangan itu" Ujar cempaka dengan nada yang tak kalah lembut laksana kidung senja sang musafir.


Lail tersenyum mendengar jawaban Cempaka yang sangat anggun


"Pantas saja putra mahkota menjatuhkan pilihannya pada gadis ini,selain Cantik budi pekertinya juga sanggat anggun"Lail berujar dalam hati memuji cempaka


"Alhamdulillah,Segala puji hanya milik Allah pencipta alam semesta ini,Tiga hari dari sekarang Sultan Aryo beserta Rombongan Akan langsung datang dan meminang Putri Tuan Cempaka!?"


Rasa Bahagia tidak bisa terungkapkan di rasakan oleh Ranapala di mana sebentar lagi akan melihat putrinya bersanding bersama seorang Pangeran,.


Cempaka hanya memejamkan mata mencoba menenangkan jiwanya yang tiba-tiba bergemuruh.

__ADS_1


"Selamat Tinggal Tuan Guru,aku memang menginginkanmu,Namun Allah lebih tau apa yang hambanya Butuhkan"bathin cempaka bergejolak menahan semua rasa hinga tanpa dia sadari butiran bening mengalir dari beningnya kedua bola matanya.


"Cempaka Putriku, Apa kamu tidak ingin bertemu Dengan Putraku yang bakal menjadi suamimu kelak,Siapa tau setelah melihatnya kamu bakal menolak pernikahan ini,dan percayalah semua keputusan ada ditangan kamu!?"


"Tuan Baginda Sultan,Siapapun Lelaki yang telah Allah pilihkan InsyaAllah saya tidak akan menyesalinya!?" Ujar cempaka dengan tetap menundukan kepala tidak sedikitpun dia menoleh Kearah di mana tempat Sultan duduk ada deretan Para lelaki Gagah yang pasti terpesona ketika melihat mereka,. Sedangkan Sultan Aryo yang melihat sikap yang di tunjukan Calon menantunya Hanya tersenyum bahagia.,


Segala persiapan Langsung di kerjakan secara bergotong royong, Ribuan Rakyat berbondong-bondong datang menghadiri Acara pernikahan Putra Mahkota kesultanan Lembayung.


dan ketika Ijab kabul selesai di Kumandangkan dan di akhiri dengan kata sah,Seketika tangis Cempaka pecah dan langsung menghambur dalam pelukan ibunya.


Next


Apakah penyesalan yang membuat cempaka menangis?

__ADS_1


Tinggalkan jawaban di kolom komentar


__ADS_2