
Keadaan Mulai tidak Teratur,kehidupan kembali ke zaman sebelum adanya peradaban, dimana Emas dan Intan permata sama sekali tidak berharga, Masyarakat Berbondong-bondong menuju Kerajaan Jayagara utuk mendapatkan Daging yang telah di sediakan oleh istana Dengan membawa Hasil panen untuk di tukarkan dengan beberapa potong daging,ada pula mereka yang datang dengan tangan kosong karena sama sekali tidak memiliki barang yang akan di pakai untuk menukarkannya,sedangkan pihak kerajaan tidak menerima Koin Emas ataupun perak sesuai pengumuman yang telah di umumkan oleh Prajurit Kerajaan yang berkeliling dari kampung ke kampung dan desa ke Desa,
"Kepada seluruh Rakyat Jayagara yang telah hadir,seperti yang sudah di sampaikan oleh Prajurit kerajaan Bahwa Kalian hanya bisa menukar Potongan daging dengan Hasil Bumi ataupun Tangkapan Ikan para nelayan,.Sekali lagi Emas ataupun Intan permata dengan tegas saya katakan semua itu tidak berlaku di sini,.Dan buat masyarakat Jayagara Ataupun siapa saja yang sudah hadir di tempat ini,yang tidak memiliki Apapun Untuk di tukarkan Silahkan Lewat Jalur di sebelah kiri saya,.!?" Terdengar suara Mahapatih memberi arahan kepada Seluruh Warga yang telah hadir di tempat itu,yang langsung di sambut dengan tepukan tangan yang meriah.
Prokkkkkk!!!Prokkkk
Suasana menjadi riuh,Seluruh warga berebut saling dorong satu sama lain memperebutkan Posisi terdepan membuat Tantra Sang Mahapatih dan Darawanti Sang Raja tersenyum puas.,Begitupun Dengan Wandong Yang langsung ikut antusias segera menyerbu kearah kiri Mahapatih Tantra yang berdiri gagah, di mana Meraka langsung di Layani oleh dua Punggawanya yang tak lain adalah Tariq sebelah kiri dan Tejo sebelah kanan,.
"Siapa Nama kamu?"
"Wandong Tuan"
"Wandong?" Ucapan Tariq mengantung sambil meneliti orang dan bentuk Pakaiyan yang di kenakannya yang terlihat lain dari yang lainnya.,
"Iya Tuan Nama saya Wandong!?" Ujar Wandong mempertegas jawabannya.
"Kamu pasti bukan berasal dari wilayah dekat sini!?"
__ADS_1
Iya Tuan Saya memang bukan dari wilayah kerajaan Jayagara,Saya berasal dari kota Raja Ambar pati,Karena Nilai koin Emas tidak berlaku di sana di tambah saya tidak punya keahlian beratani , maka dari itu,saya memutuskan untuk pergi meninggalkan Kota Raja Ambar Pati dengan Bekal seadannya dan beberapa kepingan koin Emas,Namun sungguh tidak Di sangka,Keadaan di sini lebih parah ketimbang di kota Raja Ambar Pati!?" Ujar Wandong yang belum juga memahaminya jika puncak dari semua petaka itu terjadi Di Kota Raja Jayagara,.
"Oh Rupanya,Kamu datang dari Negeri yang Jauh,Apa yang bisa kamu tawarkan Untuk pihak kerajaan!?Jika beras ataupun Ubi kamu tidak punya!?"
"Saya hanya punya,diri saya sendiri tiada apa yang bisa saya Tawarkan Untuk kerajaan,kecuali pihK kerajaan mengingnginkan diri saya,Tentu dengan senang hati saya bersedia.!?" Ujar Wandong dengan wajah memelas karena sungguh ubi Rebus pemberian kunto,hanya bisa bertahan sebentar.
"Baiklah Kamu bisa memberikan Baktimu Pada Ratu yang maha agung pencipta alam semesta Dan juga Baginda Ratu Kerajaan Jayagara, dan jika kamu bersedia di dalam ruangan itu telah tersedia semua jenis hidangan silahkan pilih sesuai selera!?"
"Saya Bersedia Tuan!?" Sergah Wandong dan langsung menerobos masuk ke arah yang di tunjuk oleh Tariq,. Yang hanya geleng-geleng melihat tinggkah Wandong,.
"Apa yang bisa orang Tua seperti saya lakukan, untuk Kedua junjungan kita,namun saya sungguh menginginkan sedikit beras dan sepotong daging Untuk makan keluarga saya di rumah,Kami sungguh sudah tidak punya apa-apa lagi yang bisa di santap tuan,Hanya ada tumpukan koin emas dan juga intan permata,.!?"
"Untuk mengabdi pada kerajaan tentu kamu sudah tidak layak bapak Tua,Namun apa kamu punya Seorang putra!?" Tanya tariq dengan tatapan tajam,
"Anak saya Lima Tuan,Empat perempuan Kecuali putra bungsu saya yang baru beranjak dewasa!?" Ujar Orang Tua itu setengah memelas,.
"Tidak Apa,suruh Putra bungsumu datang kemari untuk mengambil semua kebutuhan kalian,Dan izinkan putramu Mengabdi pada pihak Kerajaan dan selama putramu bekerja di sini dan mengabdikan seluruh hidupnya,seluruh kebutuhan kalian di tanggung pihak kerajaan,kalian semua bisa makan enak dan menikmati hidup yang nyaman!?" Seketika Wajah orang tua itu berbinar bahagia,.
__ADS_1
"Terima kasih Tuan,Terima kasih!!" Ujarnya sambil bersimpuh di hadapan Tariq yang hanya tersenyum puas melihat tingkah kegirangan orang tua itu.,
"Bangkitlah Masih banyak orang yang ada di belakangmu!?" Mendengar ucapan Tariq Orang tua itu langsung bangkit dan segera berbalik untuk menyampaikan kabar gembira itu pada keluarganya di rumah,.
Begitulah seterusnya, bagi keluarga yang memiliki seorang putra dan mau bekerja pada pihak kerajaan dan mengabdikan hidupnya pada Ratu Zalitun Akan mendapatkan Hidup yang serba praktis,.Kabar itu begitu cepat merebak Seluruh keluarga yang memiliki seorang putra langsung berbondong-bondong membawa putara mereka Untuk mengabdi Pada kerajaan Jayagara Bahkan tidak sedikit dari orang-orang yang datang betada jauh dari wilayah Nusantara,.
Karena situasi itu,bagi mereka yang melahirkan Anak perempuan Hanyalah menjadi simbol kegagalan,dan begitu pula sebaliknya Anak lelaki.dianggap anugrah dari sang penguasa,.Tidak jarang perlakuan semena kepada pihak perempuan menjadi tontonan hampir tiap Hari.
Abiyan Yang sudah mengetahui Hal itu akan terjadi Mulai bergerak dalam senyap.,
Next
Apa yang Akan Abiyan Lakukan Unuk mengatasi situasi yang pelik itu!?"
Silahkan Beri Masukan Untuk menjadi Referensi Author.,
Wassallaml
__ADS_1