TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
TUMBAL


__ADS_3

"Tejo dan kamu Tariq, Kalian berdua pimpinan pasukan Untuk mencari Anak kecil yang belum paham Apa-apa, bawa kemari dalam keadaan hidup, Ingat kalian Cari ke desa yang jauh dari Kota Raja" Titah Mahapatih Tantra kepada dua pengawal setianya,.


"Baik Tuan ini perkara Mudah jangankan Cuma sembilan bocah, seratus bocahpun akan kami bawa kemari!? "


"Sudah kalian jangan banyak omong besar, Cepat laksanakan titah saya,!? " Ujar Mahapatih menyela Ucapan Sombong Tejo. Yang langsung pamit dan segera Undur diri, Meninggalkan para tetua yang berilmu tinggi dalam Istana yang sedang sibuk meneliti tiap inci peti itu.


"Tariq, sebaiknya kita berpencar Saya menuju arah barat dan kamu menuju Arah timur Untuk memudahkan tugas kita,Atau bagaimana kalau kita berdua bertaruh Siapa yang duluan Sampai ke istana dengan Sembilan orang Bocah dialah pemenangnya dan Sebagai hadiah yang kalah akan menjamu Pemenang Di kedai Tuak milik Salim, " Mendengar tawaran Tejo Tariq nampak senyum senang bagaimana Tidak Kedai Tuak milik salim adalah kedai terhebat di kota Raja yang menyajikan tuak-tuak pilihan terbaik bahkan Wanita-wanita penghibur juga tersedia di sana,.


"Baik, saya setuju pasukan kita bagi dia dan pasukan yang ikut bersama kita masing-masing berhak menikmati Tuak Di kedai pak Salim!? " Lalu mereka membagi dua pasukan dan masing-masing Berjalan dengan arah yang Berlawanan.,


Tejo Di ikuti pasukan kerajaan berjalan dengan semangat., Mereka menyusuri perkampungan ujung Batas kerajaan Jayagara dan telah berhasil membawa 6 Orang Bocah yang berhasil mereka dapatkan ketika Melewati Sungai kecil dan kebetulan mereka menemukan Enam orang Anak kecil sedang bermain air di sungai kecil itu dan untuk meredam suara mereka Sengaja Tejo membuat keenam Bocah itu pingsan,.


"Tuan Panglima Ternyata semudah ini, hahahaha kita pasti lebih dulu sampai ke Ke istana Ketika mereka melewati Tepi hutan mereka melihat gubuk reot dan terdengar celoteh seorang bocah kecil bersama suara seorang perempuan Tua,.


Brakkkkkkk


suara pintu yang ambruk membuat Dua orang yang sedang berada dalam Rumah itu saling berpelukan.


" Ne.. nek!! ! " Ujar Bocah kecil itu berlari kedalam pelukan wanita Tua renta,


"Kalian Mau apa? di rumah ini tidak ada Apa-apa!? " Tanya wanita Tua itu dengan wajah pucat pasi,.

__ADS_1


"Cepat bawa anak kecil itu, dan segera tinggalkan tempat ini,!? " Ujar Tejo tidak memperdulikan ucapan Nenek Tua itu.


"Tolonglah Tuan, Jangan bawa Cucu saya, silahkan Ambil apapun yang kalian mau,Tapi tolong jangan bawa cucu saya!? " Ratap seorang nenek tua renta sambil berusaha menarik cucunya yang di ambil paksa oleh Prajurit kerajaan Jayagara,.


"Kamu pikir kami perampok hah!! Seharusnya kamu berterima kasih pada Penguasa Alam semesta ini karena dia memilih Cucumu untuk mengemban tugas suci!? " Ujar salah seorang prajurit sambil mendorong tubuh Nenek yang sudah tidak punya kekuatan Hingga ia tersungkur.,


"Tuan, saya tidak punya siapa-siapa lagi, tolong kasihanilah saya yang Tua renta ini, Tolong lepaskan Cucu saya!? " Ujar nenek tua renta itu sambil berusaha bangkit dan meraih kaki prajurit itu untuk sekedar meraih simpati. Namun Prajurit itu kembali dengan beringas kembali hendak menendang Tubuh tua renta itu.,


Hiyaaaaaaaaa


trackkkkk


Brakk!!!


"Heh siapa kamu!! Berani ikut campur Urusan kerajaan Jayagara!? " Hardik Tejo menatap tajam pemuda yang telah menyelamatkan Nenek Tua itu dari tendangan maut Prajuritnya,.


"Dunia ini sudah semakin Aneh, Hingga pola pikir yang hidup di tanahnya Semakin tak beradab, alangkah indahnya jika hidup saling mengayomi yang Tua menyanyangi yang muda dan yang muda Tunduk hormat pada yang tua!? "


"Heh kami tidak butuh nasehatmu segera tinggalkan tempat ini, sebelum Saya berubah pikiran!? " Tejo semakin tersulut emosi mendengar Ucapan pemuda Tampan itu,.


"Seharusnya kalianlah yang segera meninggalkan tempat ini, karena nenek Tua ini sama sekali tidak mengharapkan kedatangan kalian,. Masuk kerumah orang dengan tidak meminta izin apalagi sampai menghancurkan pintu, sama saja dengan Rampok.!? " Ujar Pemuda itu dengan tenang., dan terlihat santai memapah Tubuh Renta tuan rumah,.

__ADS_1


"Tuan tolong selamatkan Cucu saya hanya dia yang saya miliki di dunia ini,!? "


"Heh anak Muda jika masih ingin hidup, Sebaiknya lekas angkat kaki dari tempat ini sebelum pedang saya menebaa leher kamu!? " Umpat Tejo semakin naik pitam dan seluruh pasukannya telah bersiap Untuk menyerang pemuda Tanpan itu.,


"Pedang tidak punya Hati dan Mata namun ketika dia berada dalam genggaman Pedang itu langsung hidup memiliki Mata namun tak berhati. Sayangnya Hidup dan mati seseorang Tidak terletak pada Mata pedang, namun semua sudah ada yang mengaturnya!? "


"Banyak Omong, Pasukan cepat ringkus pemuda banyak omong itu,.! ! " mendengar Titah Panglima mereka serentak Semua pasukan Langsung menurunkan Bocah-bocah dalam pikulan mereka dan langsung melesat menyerang Pemuda Tampan itu, Nenek Tua renta itu hanya memejamkan mata melit kilauan pedang para prajurit yang siap mengayun.,


Hiyaaaaaaa!!!!!


Whusssssss


Trankkkkkkk


Dashhhhhh


serangan serentak para prajurit itu dengan mengayunkan pedang mereka yang siap mencabik dari segala Arah tubuh pemuda Tampan itu,.


"Kalian Para manusia yang sama seperti pedang yang kalian gengam punya mata tapi tak punya hati!! " Hanya suara yang jelas terdengar ketika para prajurit menyadari jika Pemuda dan Nenek tua renta itu sudah tidak berada di tempatnya semula bahkan Ketujuh Bocah yang sudah berhasil mereka dapatkan juga ikut menghilang dari tempat itu,.


"Bedebah, Siapa sebenarnya pemuda itu gerakannya sangat cepat hingga saya tidak mengetahuinya ketika dia membawa hasil tangkapan kita,!? "

__ADS_1


"Iya Panglima dia juga menyamakan kita dengan pedang ini dasar orang Aneh,.!? " ujar salah seorang prajurit yang terlihat kebingungan dengan apa yang barusan terjadi.,


Next


__ADS_2