TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
MISTERIUS


__ADS_3

Alam masih si selimuti kabut tebal, Setelah semalaman di terpa hujan lebat, dengan langkah tenang Abihayan melesat membelah belantara,


"Asalamualaikum,!? " Sapa seseorang dari Balik rimbunnya semak belukar,.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,.!? " Jawab Abiyan dan langsung menghentikan Langkahnya,.


"Maaf menganggu perjalananmu Anak muda. Rasanya tidak perlu saya memperkenalkan diri, karena saya yakin kamu pasti tau siapa saya!? " Mendengar Ucapan Orang yang menghadang langkahnya Abiyan hanya mengulum senyum Tipis,.


"Apa yang membuat, Tuan Penguasa Samudra dan Yang mampu berjalan secepat kilat.dan di beri kepercayaan Allah buat hidup abadi, menyambangi saya yang hanya manusia biasa ini!? " Mendengar ucapan Abiyan Orang yang berpakaian Dan bersorban hijau itu tersenyum simpul.


"Anak Muda, kamu terlalu memuji dan merendahkan diri padahal kita sesama mahluk yang kuasa memiliki kedudukan yang sama hanya Ahlak yang membedakan kita nantinya kelak ketika menghadapnya, Abiyan nama yang indah bisakah saya bertanya beberapa persoalan!? " Mengetahui Orang yang menghadang perjalanannya mengetahui jati dirinya Abiyan sama sekali tidak terkejut bahkan hanya ikut tersenyum simpul,.


"Silahkan, meskipun saya yakin jawaban yang akan kamu dapatkan, jawabannya sudah kamu ketahui!? " Sebaliknya Orang itu langsung tertawa sambil menepuk bahu Abiyan,.

__ADS_1


"Di istana Kerajaan Jayagara ada Peti dimana Ratu zalitun yang dulu kamu benamkan kedasar lautan, Bukankah tidak terlalu cepat di temukan Islam Masih minim di Nusantara ini!? Apa tidak sebaiknya kamu sembunyikan lagi Peti itu lebih jauh lagi dari jangkauan Umat manusia? Untuk memberi kamu waktu menyebarkan Islam di Nusantara ini tanpa gangguan dari mahluk Sehebat Ratu Zalitun!? " Mendengar pertanyaan Orang Itu Abiyan kembali hanya melebarkan senyumannya,.


"Tuan, kamu tentu tahu jawaban yang sebenarnya? Karena kamu pasti punya alasan membawa peti itu muncul kepermukaan dengan waktu secepat itu, namun biarkanlah semuanya menjadi misteri. Itulah kenapa saya tidak bertanya kenapa Tuan begitu cepat menaikannya kepermukaan? Biarlah Allah yang kelak akan menjawab setiap sisi baik dan buruknya!? " Orang Itu hanya menatap Abiyan dengan tatapan penuh selidik, namun tidak sedikitpun terlihat jika dia terkejut karena Abiyan mengetahui jika dialah yang Memasukan peti Ratu Zalitun kedalam Jalan para nelayan.


"Hmmm tapi bukankah Allah SWT menitipkan kamu sedikit kemampuan untuk mencegahnya!?" Orang Asing itu memancing reaksi Abiyan,. Yang nampak terlihat tenang dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya.,


"Paman, Allah SWT tidak menciptakan Pedang untuk merenggut Nyawa setiap Mahluk, Namun Allah menyediakan bahan untuk membuatnya, dengan Akal manusia membuat besi menjadi satu Alat yang bisa di gunakan untuk itu, yang tadinya hanya untuk sekedar berburu untuk mempertahankan hidup, namun keserakahan Manusia merubah bentuk dan kegunaanya menjadi Senjata yang mematikan dan merenggut kehidupan sesama Manusia,.Dan tentu saja Allah punya alasan untuk semua itu,.!? " Mendengar Ucapan Abiyan Orang itu kembali tertawa lepas,.


"Tidak salah Allah memilih kamu,. Sungguh saya tidak punya alasan lagi untuk berada di tempat ini, Kelak pergolakan hebat akan terjadi Di Nusantara dimana Kebenaran bisa di perdaya hitam dan putih akan terasa sulit di bedakan, di mana Dosa mereka anggap sebagai ketaatan dan Saya berharap ketika masa itu tiba, kamu masih Allah beri Kesempatan untuk meluruskan semua kekeliruan itu!? " Abiyan sejenak tersentak mendengar pernyataan Orang yang bersorban hijau itu,.


Mentari berlahan-lahan menampakan Sinarnya ketika Abiyan telah berdiri di atas bukit menatap Luas dedetan pepohonan, dengan menyebut Asma Allah Abiyan menuruni bukit berbatu dengan cekatan hingga langkahnya terhenti pada sebuah gubuk reot,. di mana dari dalam gubuk terdengar Suara tangisan ketakutan dari seorang anak kecil dan juga Nenek yang memohon Agar di ampuni,.


"Tolonglah Tuan, Jangan bawa Cucu saya, silahkan Ambil apapun yang kalian mau,Tapi tolong jangan bawa cucu saya!? " Ratap seorang nenek tua renta sambil berusaha menarik cucunya yang di ambil paksa oleh Prajurit kerajaan Jayagara,.

__ADS_1


"Kamu pikir kami perampok hah!! Seharusnya kamu berterima kasih pada Penguasa Alam semesta ini karena dia memilih Cucumu untuk mengemban tugas suci!? " Ujar salah seorang prajurit sambil mendorong tubuh Nenek yang sudah tidak punya kekuatan Hingga ia tersungkur.,


"Tuan, saya tidak punya siapa-siapa lagi, tolong kasihanilah saya yang Tua renta ini, Tolong lepaskan Cucu saya!? " Ujar ***** tua renta itu sambil berusaha bangkit dan meraih kaki prajurit itu untuk sekedar meraih simpati. Namun Prajurit itu kembali dengan beringas kembali hendak menendang Tubuh tua renta itu.,


Hiyaaaaaaaaa


trackkkkk


Brakk!!!


Tendangan Prajurit itu hanya menghantam meja usang yang berada di belakang Nenek Tua renta itu karena Tubuh nenek tua renta itu telah berada dalam cengkraman seorang pemuda Tampan.


Next,

__ADS_1


Maaf Baru bisa abdate semoga para pembaca dapat memaklumi nya, Kehidupan dan faktor penunjang nya yang menjadi penyebab Author Baru bisa Abdate,. Semoga kedepannya dapat Abdate tiap Hari,.


__ADS_2