
Desa Sumber Sari terletak di pesisir pantai Utara wilayah kerajaan Jayagara, kehidupan Warganya Mayoritas Nelayan namun ada juga bercocok Tanam., cara warga Sumber sari menjalin kehidupan boleh di bilang lumayan Aneh karena menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu terkadang mereka merampok desa tetangga,. Atau membajak kapal nelayan milik warga Desa lain segala jenis kejahatan ada dan bersemayam di Desa Sumber Sari itu.,
Senja telah beranjak pergi meninggalkan lembayung menjemput malam yang sebentar lagi tiba,.Dua orang pemuda Nampak duduk dan berceloteh tak tentu Arah.,
"Tariq, kamu Apa tidak kepikiran dengan kampung halaman kita di Samak, Saat seperti ini pasti terdengar suara Azan berkumandang Memekakan gendang telinga,.!!? " Ujar Tejo sambil menerawang jauh kearah Samudra yang membentang luas,.
"Tentu, terkadang saya rindu akan suasana itu., Namun spa yang bisa di harapkan dari Kesultanan yang hidupnya serba teratur dengan hukum Islam, sampai-sampai kita lupa dengan Adat leluhur? Kita beruntung terdampar di tempat ini, Kita bisa bebas melakukan apa saja Tanpa takut hukuman dari Sultan Arfan yang menurut saya sangat bodoh! Mau menikahi janda yang sakit sakitan, padahal wajahnya sangat Tampan!!? " Celoteh Tariq yang disambut gelak tawa oleh Tejo
"Ha.. ha.. haaaaa..!!!, kamu benar dia memang Sultan Goblok, Eh seandainya Saya punya Ilmu menghilang Habis Saya gasak harta Desa sebelah bahkan anak gadisnya Saya perkosa!!? " Mendengar ucapan Tejo membuat Tariq merenung memikirkan ucapan Tejo yang menurutnya sangat menarik,
"Dan kitalah Satu-satunya Rampok yang paling sukses di Desa Sumber Sari ini, hahaha... haha!!? " Tawa mereka terhenti ketika bahu keduanya di sentuh dari belakang.,
"Saya bisa mewujudkan impian kalian berdua!! Menjadi orang yang bisa menghilang!? " Ujar Seorang pemuda yang tiba-tiba muncul di belakang mereka berdua,.
__ADS_1
"Apa Tuan serius bisa membantu kami berdua!? " Untuk meyakinkan Tejo dan Tariq pemuda itu langsung menghilang dan kembali muncul di hadapan mereka lagi, membuat keduanya terperanjat.,
"Tuan Tolong Angkat kami menjadi murid!? " Ujar Tariq yang terpesona dengan cara pemuda itu menghilang dan muncul tiba-tiba.,
"Saya bersedia mengajar kalian berdua Asal kalian sanggup menjalankan syaratnya!? " Dengan semangat tinggi Tejo langsung menyanggupi syarat apapun agar dia bisa menghilang.,
"Apapun syaratnya saya siap melakukannya Asalkan kita berdua bisa melakukan seperti yang tadi Tuan lakukan,.!? " Pemuda Asing itu tersenyum melihat Antusiasme kedua pemuda tanggung itu Untuk mencapai sesuatu sanggup melakukan apa saja.,
"Tapi Tu!! " Ucapan Tariq terhenti karena pemuda Asing itu telah hilang dari tempat itu,.
"Ini keajaiban Riq, kita akan segera kaya raya orang-orang tidak akan ada yang tau siapa yang merampok mereka, Dan kita tidak perlu lagi bayar pajak Pada kerajaan Jayagara karena mereka tidak punya bukti bahwa kitalah pelakunya,.!? " Ucapan Tejo yang semangat Membuat Tariq sesaat terdiam mengingat syarat yang di berikan orang Asing itu sangat bertentangan dengan Nuraninya yang meskipun dia Bukan Islam sejati namun jiwa islamnya sedikit meronta,.
"Tejo apa kamu tidak merasa jijik dan Aneh dengan syarat yang di berikan Orang tadi? " melihat Tariq yang Ragu-ragu Tejo berdiri dan mersngkul bahu Sahabatnya.,
__ADS_1
"Tidak ada yang Salah, memang untuk mencapai sesuatu ada harga yang harus di bayar, lagian hanya mayat, Siapa yang akan perduli dengan mayat itu, Sudah tidak usah banyak berpikir, mendingan kita berjalan jalan ke desa sebelah siapa tau ada yang Meninggal!? " Ujar Tejo masih dengan semangat mengingat impiannya bisa menghilang segera terwujud, Tejo melangkah menuju jalan setapak menuju Desa Sampur yang letaknya lumayan jauh dari Desa mereka Saat ini, sedangkan Tariq yang masih di liputi keraguan hanya mengikuti langkah Tejo yang terlihat bersemangat,.
Mereka berdua Sampai di Desa Sampur ketikaMalam telah larut hanya terdengar suara jangkrik dan burung hantu dan suara Riuh Elang putih yang saling bersahutan seolah menyambut kehadiran Dua sahabat itu.,
"Apa kamu tidak merasa Aneh dengan Aura Desa ini Tejo?" Ujar Tariq sedikit berbisik dan matanya berputar mengawasi daerah sekitar yang terlihat sangat sepi dan pos ronda yang kelihatan kosong, hanya sinar redup yang terlihat dari deretan Rumah penduduk.,
"Iya sepi sekali, seolah tidak ada kehidupan di tempat ini? " Jawab Tariq yang ikut berbisik, mereka berdua terus melangkah hingga langkah mereka terhenti karena mereka melihat Ada orang yang berkumpul namun tak ada satu orangpun yang terdengar bersuara, hanya asap kemenyan yang tercium menusuk hidung., Tejo dan Tariq melangkah berlahan mendekati kerumunan itu, semakin dekat semakin jelas terlihat jika di tengah-tengah mereka terbaring Sosok Gadis cantik yang sudah tidak bernyawa.,
"Sepertinya Alam mendukung niat kita Riq, ini dia harapan kita, sepertinya kita tidak perlu menunggu lama lagi impian kita segera terwujud? " Bisik Tejo pandangannya berseri-seri menatap jasad tanpa Arwah yang terbaring di tengah-tengah Para Warga yang mendoakan kepergian gadis itu.,
"Apa kamu yakin Dia gadis Perawan? " pertanyaan Tariq membuat Tejo memutar otak, Sesaat dia terdiam dan kemudian dengan senyum penuh misteri dia melangkah mendekati seorang warga yang terlihat tidak terlalu berkonsentrasi.,
"Kenapa dia pak? " Bisik Tejo pada warga yang spontan menoleh pada Tejo.,
__ADS_1