
Sepuluh hari sudah Adipati sauri dan pasukannya meninggalkan Kerajaan Perjalanan yang seharusnya di tempuh yang hanya memakan Waktu paling lambat empat hari perjalanan pergi dan pulang, Namun kabar berita dari Pasukan Adipati sama sekali Raib tak berbekas hingga menimbulkan syakwasangka Baginda Ratu Darawanti.,
"Mahapatih, Siapkan pasukan kecil, Jemput pulang Adipati Sauri dan pasukannya mungkin saja sekarang mereka sedang di tawan oleh Rakyat pemberontak Di Desa Makmur!? " Mendengar Titah Baginda Ratu Tantra hanya tersenyum dingin dan sedikit membungkukkan badannya,.
"Baiklah Baginda Ratu"
Tantra langsung berbalik meningalkan istana dengan membawa beberapa Prajurit biasa Tantra dengan segera menyusul pasukan Adipati.
Sementara itu Adipati sauri yang sudah kalut melihat keadaan pasukannya yang Sudah kehabisan tenaga karena Dehidrasi menjadi frustasi dan ikut berbaring kehausan di samping Sena,.
Adipati Sauri seperti melihat Fatamorgana dia seolah berada di tepi sungai yang jernih,. Dengan Sisa kekuatan yang dia miliki Adipati berusaha bangkit Namun lututnya gemetar pada akhirnya dia ambruk tidak sadarkan diri., Namun Sena yang masih memiliki sedikit sisa kesadaran dengan Mata sedikit buram karena dehidrasi melihat kemunculan Mahapatih Tantra dengan beberapa pasukannya datang dan langsung menolong mereka dengan membantu menyuapi mereka dengan kendi berisi Air.,
Gluk..Gluk... Glukk gluk
Terasa nikmat ketika air masuk melewati kerongkongan Seperti kata pepatah kemarau setahun hilang dengan hujan sehari., Sena yang hampir mati karena kehausan langsung kembali memiliki tenaga,.
__ADS_1
"Terima kasih Tuan Mahapatih, tapi bagaimana bisa Tuan menemukan kami di sini, Bukankah ini sudah terlalu jauh dari Istana kerajaan!? Apa tuan mengikuti kami sejak Awal? " Semua pertanyaan Sena hanya di jawab dengan senyum dingin Tantra Sang Mahapatih, Yang masih terlihat sibuk membuat Adipati Sauri siuman dengan sedikit membantu mengaliri Tubuh Adipati dengan tenaga dalam,.
Ketika Kesadarannya pulih sama seperti Sena Adipati Sauri juga terkejut ketika mengetahui siapa yang menolong mereka.,
"Mahapatih! Apakah Tuan Mahapatih mengikuti kami dari Kerajaan!? " Ujar Adipati penuh rasa curiga,.
"Tuan Adipati, Sudah sepuluh hari tuan meninggalkan Istana, Maka Dari itu Baginda Ratu meminta saya untuk menyusul Tuan Adipati yang ternyata asik berbaring di sini!? " Ujar Mahapatih Tantra dengan nada sindiran.
"Bagaimana Mungkin Tuan Mahapatih dengan Pasukan mampu menyusul kami dengan waktu singkat sedangkan kami telah melakukan perjalanan selama Sepuluh hari yang pastinya jarak yang kami tempuh telah ribuan Tombak dari Kerajaan,!? " Mendengar Sanggahan Adipati yang sebenarnya Tantra telah paham dengan situasi yang terjadi sebelumnya,.
"Tidak Perlu saya bisa bangun sendiri!! " Sambil menepis tangan Mahapatih Tantra yang ingin membantunya, Namun Tantra hanya menanggapi Dengan senyum dingin dan langsung berbalik dan berjalan di ikuti oleh Adipati sauri dan pasukannya., Mereka berjalan mengikuti langkah santai Mahapatih Tantra menuntun mereka keluar dari dalam hutan Adipati Sauri terperanjat betapa tidak tidak butuh beberapa Waktu mereka telah sampai di ujung Pusat kota Kerajaan Jayagara,. Sungguh di luar Nalar Adipati Sauri dan pasukannya Jarak yang Mereka tempuh 10 Hari perjalanan ternyata hanya berputar di sekitaran Hutan Pusat Kota Jayagara,. Dan satu hal yang tidak habis dia pikir padahal jelas-jelas mereka berjalan mengikuti Arah matahari terbenam jadi suatu hal yang mustahil jika mereka hanya mengitari hutan Sungguh kejadian yang mereka Alami tidak bisa di percaya dengan Akal manusia,.
"Sungguh Mahapatih, Saya dan Pasukan bergerak mengikuti Arah matahari Terbenam, Seharusnya Jarak yang kami tempuh Sudah sangat jauh dari Pusat kota Kerajaan Jayagara ini sungguh tidak masuk akal!!? "
"Benar Tuan Mahapatih kami semua yang jadi saksinya jika Jalan yang kami lalui mengikuti arah matahari terbenam jadi satu hal yang mustahil jika kita hanya berputar saja di dalam hutan tidak Jauh dari Kerajaan Jayagara!! " Sergah Sena menambahkan Ucapan Adipati Sauri,.
__ADS_1
"Apapun penjelasan yang Adipati sampaikan, Pada akhirnya kita harus percaya pada Bukti, jika saya bertemu dengan Tuan Adipati dan pasukan Sedang tertidur Di tepi hutan Jayagara!! " Ucapan Mahapatih Tantra Sontak membuat wajah Adipati menjadi pucat pasi mengingat hukuman dari Baginda Ratu yang tidak kenal kompromi apalagi jelas-jelas mereka di temukan Di hutan Jayagara,
"Tolonglah Percaya pada penjelasan yang saya paparkan Mahapatih, Sungguh kami sudah mengikuti Arah jalan sesuai yang pernah Kami lalui untuk menuju Desa Makmur dan ketika kami tersesat jelas sekali Saya mengikuti Arah Terbenamnya Matahari!? " Ujar Adipati Sauri memohon Pengertian Mahapatih Tantra agar kiranya dapat membenarkan argumennya paling tidak bisa memberi pengertian pada Penasehat Mangkusaga dan Baginda Ratu Darawanti karena satu-satunya harapan yang dia punya adalah Dukungan dan pembelaan Mahapatih Tantra,. Melihat Wajah Pucat Adipati, Mahapatih Tantra tersenyum Datar,.
"Bukankah sejak Awal saya sudah mengatakan kita tidak bisa mengusik Desa Makmur, Desa Itu Seperti Hantu yang tidak akan ketemu bila kita mencarinya,. Desa itu hanya di ketemukan pada mereka yang Desa itu inginkan, Jadi percayalah Belum saatnya kita berurusan dengan Desa itu!? " Mendengar Ucapan Mahapatih membuat Adipati menyesali kesombongannya, dia benar-benar menyesal mengabaikan ucapan Mahapatih yang jelas-jelas kesaktian yang di miliki nya jauh lebih tinggi di atasnya saja Sudah tidak berani Mencari dan berurusan Dengan Desa Makmur apalagi dia yang ilmunya belum seberapa.,
"Tuan Mahapatih! Apa sebenarnya yang terjadi dengan Desa Makmur, Perasaan selama ini biasa-biasa saja saya bahkan sering berkunjung kesana menemui Saudara Ayah saya yang kebetulan tinggal dan bertani di Desa itu, Bahkan jalur Yang Saya dan Adipati lewati jalur yang benar di mana saya sering mengunakan Jalur itu jika hendak menuju Desa Makmur,. Dan seumur hidup tidak pernah sekalipun saya menemukan keanehan? " Ujar Sena yang tidak bisa menahan rasa penasarannya., Sebaliknya Mahapatih Tantra menatap tajam kearah Sena dan berkata dengan wajah serius,.
"Murid Penguasa Dua Alam ada di Desa itu saya sempat bertemu dan bertarung dengan dia, Sebaiknya Jauhi Desa itu jika masih sayang pada nyawa yang melekat di tubuhmu, Dia tidak akan mencari Kita, Namun ketika kita mencari dan mengusik orang yang berada di sekitarnya, Percayalah kekuatan yang kita miliki saat ini belum ada Apa-apanya, Ada saatnya kita akan bergerak dan untuk Saat ini sebaiknya kita fokus pada wilayah yang jelas-jelas memihak Baginda Ratu, Dan Adipati kali ini saya akan membelamu di depan Baginda Ratu namun sekali lagi kamu bertindak di luar batas saya sendiri yang akan memenggal Kepalamu!!? "Ucapan Tantra berhasil membuat bulu kuduk Adipati berdiri sementara Sena hanya manggut-manggut tidak jelas entah mengerti atau bingung,.
Next...
Nantikan kisa selanjutnya dan jangan Lupa Like, coment, vote, dan sedikit Hadiah dengan menonton iklan vidionya Terima Kasih atas semua kemurahan hati kalian yang telah berpartisipasi,.
Wasalam
__ADS_1