
Martapura Alias Cobra Yang hendak keluar Tiba-tiba menghentikan Langkahnya dengan tidak menoleh, Martapura Berteman Namun masih jelas di dengar oleh Ranapala
"Semoga Saja kamu tidak berbohong Ranapala, Jika saja kamu menyembunyikan Orang yang kami cari kamu Tau sendiri Anak dan Istrimu sebagai gantinya,!? " Ujar Martapura dengan Nada sedikit mengancam, Mendengar itu wajah Ranapala langsung Pias Dan langsung berlutut
"Ampun Tuan, Sebenarnya Orang yang Tuan Cari Ada di gubuk dekat Hutan di ujung kampung,!? " Ujar Ranapala dengan Ketakutan, Namun Martapura tidak berkata apa-apa langsung Bergegas pergi menuju Tempat yang di sebutkan oleh Ranapala,.
Abiyan Yang baru saja keluar dari Gubuk hendak mencari Sarapan, Di cegat Martapura dan komplotannya di ikuti Ranapala Dan Panglima Ranapati Yang mengawasi dengan Tegang, Abiyan hanya tersenyum melihat kehadiran mereka dengan Santai,
"Tuan, Izinkan kami mengikuti dan berguru pada Tuan!? " Ujar Martapura dan langsung hendak bersujud pada Abiyan, Namun Dengan segera Abiyan menahan Tubuh Martapura yang hendak bersujud,
__ADS_1
"Paman dengan senang Hati saya Akan mengajari Kalian Dengan Apa yang saya ketahui, Kalian Tidak perlu bersujud kepada Saya, Karena yang Sepatutnya kita Sembah Hanya Dia maha pencipta langit dan Bumi!? " Ujar Abiyan dengan Lembut, dan penuh kharisma, Sedangkan Ranapala dan Panglima Ranapati hanya mengawasi dengan Wajah keheranan dengan sikap yang di tunjukan Raja Rampok yang Sangat di takuti .,
"Tuan, Sungguh Saya tidak paham dengan Apa yang Tuan Maksud, Tapi saya sungguh ingin Belajar Kepada Tuan? " Ujar Martapura dengan Wajah bingung,. Abiyan Melangkah Mendekati Martapura dan memegang bahunya,
"Mari Paman Kita duduk di bawah pohon Itu, Biar kita bisa Cerita dari hati ke hati, Agar tidak terjadi salah paham diantara kita,.!? " Ujar Abiyan sambil menunjuk Pohon Besar yang berdiri kokoh Di samping Gubuk dan berdaun Rimbun,.
“Tugas Saya hanyalah menyampaikan dengan ilmu yang jelas, Saya lakukan dan jelaskan bagi kalian. Apabila kalian mendapat hidayah, maka itulah keberuntungan dan taufik bagi kalian. Apabila kalian tetap tersesat, maka tidak ada kewajiban bagi saya lagi Merubahnya dengan memaksa” Ujar Abiyan Ketika mereka semua sudah duduk melingkari Abiyan, mendengar Ucapan Abiyan Mereka semua Saling pandang Tidak paham dengan Maksud Abiyan
"Owh Saya Sungguh minta Maaf, Sebelumnya Saya akan bertanya Pada Kalian? Bagaiman Jika di bumi yang kita pijak ini Tidak ada Air? " tanya Abiyan dengan suara lembut.,
__ADS_1
"Yang Pastinya Kita semua Akan mati kehausan Tuan!? " Ujar Ranapala dengan Spontan,
"Jika Air saja begitu penting bagi kehidupan, lantas Apa yang membuat kalian tidak berpikir siapa yang membuat Kehidupan manusia harus ketergantungan kepada Air? Apakah mungkin Kita tercipta begitu Saja tanpa ada yang menciptakan sungguh kita termasuk orang-orang yang lalai jika kita berpikir seperti itu, Padahal Allah SWT sudah memberikan begitu banyak bukti tentang keagungannya,.!? "Ujar Abiyan sambil mengedarkan pandangannya, mencoba meneliti wajah orang-orang yang sekarang ada di hadapanNya,.
" Lantas di mana Tuhan itu Tuan!? " Ujar Martapura dengan wajah semakin Kebingungan, Sejenak Abiyan nampak terdiam dengan pertanyaan Yang sangat sulit menjelaskan Pada mereka yang belum paham, Beberapa Saat kemudian Orang buta Lewat sambil memegang tongkat Menyusuri Jalan dengan tongkat di tangannya Lalu Abiyan berdiri dan mendekati Orang Buta itu,. Sementara Mereka hanya mengawasi apa yang di lakukan Abiyan.,
"Maaf Paman Ini Ada Obor, mungkin bisa menuntun Langkah Paman!? " Dengan senang Hati orang buta itu mengambil Obor yang di beri Abiyan sambil berlalu dari tempat itu,.
"Tuan Apa gunanya Obor itu Bagi orang Buta lagian ini siang Hari, Apa maksudnya Bukankah sama saja mereka pasti hanya melihat gelap dalam dunia ini karena mereka tidak dapat melihat!? " mendengar pertanyaan itu Abiyan hanya tersenyum lembut,
__ADS_1
"Apa bedanya Kita dengan orang Buta itu, Allah SWT sudah memberi kita gambaran tentang kuasanya Namun kita masih mempertanyakan Dimana dan siapa Maha pencipta Kita, Bisakah Kalian melihat bentuk matahari ketika Sinarnya tepat berada di atas kepala kita,? Seperti itulah gambaran Sang Pencipta!? "Jawaban Abiyan seketika membuat mereka semua bungkam,.