
Raja Wardana pasrah menanti kematian yang tak kunjung datang,
Sabetan pedang yang di ayunkan Nadar yang sedikit lagi memenggal kepala Raja Wardana Harus terperanjat, ketika dia merasakan hantaman pedangnya laksana Menghantam benda keras seperti Menghantam Baja keras,.
Ratu Dewi Ningsih memejamkan mata tidak sanggup menatap Apa yang akan menimpa Suaminya,.
"Siapa kamu Berani ikut campur,? Apa kamu ingin ikut mati hah!!? " Ujar Nadar ketika sabetan pedangnya mampu di hentikan dengan dua jari saja oleh seorang pemuda gagah yang dengan santai menghemoaskan begitu saja pedang yang hampir saja menghantam leher Raja Wardana,.
"Astaghfirullah, Kalian Sungguh merasa Lebih hebat dari sang Pencipta hingga menentukan takdir hidup manusia di tangan kalian!? " Ujar Abiyan yang muncul tiba-tiba menghadang serangan Nadar, Nadir yang memperhatikan pertarungan itu tidak melihat pergerakan Abiyan yang begitu cepat,.
"Heh!! Saudaraku bertanya siapa kamu!? Biar kami tidak penasaran ketika menebas leher yang menyanggah kepalamu!? " Ujar Nadir menimpali Ucapan Abiyan yang berhasil mematahkan serangan Nadar saudara kembarnya,.
"Saya hanyalah seorang Hamba yang Allah SWT, Di ciptakan dari Tanah sama seperti kalian berdua lalu kenapa kita mesti bersifat langit yang mustahil kita gapai!? " Ujar Abiyan dengan tenang, Namun mampu membuat Nadar dan Nadir sejenak Bungkam Namun hanya sesaat,.
"Heh!! Siapa Allah yang kamu maksud!? Dan siapapun tidak akan mampu mengapai langit!? " Ujar Nadar yang kembali sadar dengan tujuannya semula untuk menghabisi Nyawa Raja Wardana dan permaisurinya,.
"Allah SWT, Pencipta Alam semesta beserta seluruh yang ada di dalamnya yang dalam artian termasuk Kita sebagai Manusia, Yang seluruh Makhluk menganggap kita Mahluk sempurna, Hingga Iblis Iri dan mengumandangkan perang pada manusia dan menentang Keputusan Allah menciptakan kita!? " Ujar Abiyan masih dengan sikap santai sambil membantu Raja Wardana berdiri dan hanya mengawasi dua Pendekar paling di segani karena mampu membunuh dalam hitungan detik,.
"Ucapanmu Mulai, tidak jelas mungkin kamu bisa menjelaskan dengan jelas ketika kepalamu berpisah dari Tubuhmu,!? " Ujar Nadir dan langsung mencabut kedua pedangnya,.
hiyyyyyyyyaaaaaaaaaa
Whusssssss
__ADS_1
Srettttttttt
ctassssss
Serangan Nadir laksana petir yang menyambar Kilatan pedang yang begitu cepat yang pastinya tak bisa di elakkan oleh orang biasa, Namun dengan mudah di elakkan oleh Abiyan yang hanya memiringkan badannya sedikit Dan ujung pedang Nadir hanya berjarak setengah Senti meter dari tenggorokan Abiyan membuat Raja dan Permaisuri Tercekat menyangka serangan pedang Nadir berhasil menebas leher Abiyan
Ssrekkkkkk
Cletaaaaaak
Ctassssss
Melihat pedang yang pertama gagal menebas leher Abiyan Nadir Langsung Menyusul dengan tebasan pedang kedua yang berada di tangan kirinya, Abiyan yang sudah menduga Hal itu dengan Tangan kanannya langsung memukul Samping pipih pedang Nadir yang membuat pedang itu Patah menjadi dua, yang membuat Nadir terkesiap kaget, tidak menyangka akan hal itu dengan mudahnya pedang Andalannya di buat patah hanya dengan pukulan tangan kosong,. Nadar yang melihat kejadian itu merasa sedikit ciut namun sebagai Pendekar tingkat satu tentu saja Dia Malu jika harus mundur, Sebab dalam kamus Dunia mereka kekalahan sama dengan kematian, Dengan Cepat Nadar melompat dan membantu Nadir yang tinggal menggunakan Satu pedang di tangan kanannya untuk menyerang Abiyan yang terlihat berdiri santai,
Hiyaaaaaaaaaa
Whusssssss
Ctassssss
Lesatan Pedang Nadar tak kalah cepat dengan Serangan Nadir keduanya menyerang Abiyan dengan kombinasi serangan mematikan, Hujaman Tebasan dan tusukan kesegala Arah bagi Orang Awam mustahil bisa menghindari serangan yang bertubi-tubi itu, Namun kembali Kedua Saudara Kembar itu di Buat heran ketika dengan mudah Abiyan membalas serangan dengan pukulan menyilang membuat ketiga Pedang yang berada di tangan keduanya langsung patah menjadi Dua,
Whusssssssss
__ADS_1
Bughhhhhhh
Aghhhhhhh
Dengan Satu gerakan indah Abiyan sedikit membungkukan badannya condong kedepan dan dengan kedua tinjunya Abiyan berhasil menghantam Perut kedua Saudara kembar itu hingga membuat mereka terjungkal beberapa meter kebelakang, Dan langsung mengerang kesakitan dan tak sanggup bangkit lagi,. Lalu Abiyan melangkah mendekati keduanya yang pasrah menanti maut menghampiri mereka,.
"Entah Apa tujuan kalian, Yang saya tau Tindakan kalian Salah, Seharusnya dengan kemampuan yang kalian miliki bukan untuk kalian gunakan Untuk Membinasakan Mereka yang lemah melainkan Menjaga mereka,!? " Ujar Abiyan sambil menatap teduh kepada Nadar dan Nadir yang terduduk memegang perutnya yang sakit yang teramat sangat menyiksa.
"Sebaiknya Cepat Bunuh Saja kami, Sungguh Sakit ini sangat menyiksaku,!? " Ujar Nadar berharap segera mati karena tak kuasa menahan sakit Yang menderanya,.
"Saya Bukan Allah yang berhak atas nyawa kalian berdua, Saya hanya hamba sama seperti kalian berdua dan hanya Allah yang berhak atas nyawa setiap makhluk hidup di muka Bumi ini!?" Ucapan Abiyan membuat keduanya tertunduk Malu,.
"Tapi Tuan Dosa dan kesalahan Kami begitu Besar, Kami pantas Mati untuk menebus semua kesalahan kami,.!? " Ujar Nadir Sambil menahan Nafas,.
"Dosa,. Setiap Manusia pasti pernah berbuat dosa Jika kalian ingin menebus dosa Kalian di masa lalu, Mohonlah Ampun pada Sang Pencipta dan Bantu serta Mohon Maaf pada mereka Yang dulu pernah Kalian Jajah dengan Tulus Perkara mereka memaafkan Atau tidak Biar Sang Pencipta yang menilai ketulusan kalian InsyaAllah Jiwa kalian Akan merasa damai,!?" Ujar Abiyan Lalu melangkah meninggalkan keduanya, Berjalan menuju Raja Wardana dan permaisurinya,
"Terima Kasih Abiyan, Ini sudah kali kedua kamu membantu saya dari Marabahaya,!? " Ujar Raja Wardana sambil berusaha Bangkit di bantu Dewi Ningsih istrinya,.
"Baginda Raja, Semua ini terjadi atas kehendak Allah SWT, Mereka berdua sudah Tidak berdaya,. Pilihan ada di tangan Baginda Raja Mau menolong mengobati mereka Atau Sebaliknya Saya serahkan semua keputusan di tangan Baginda Raja dan Apapun pilihan Baginda Raja Akan menentukan Hasil akhir dari segalanya,.!? " Ujar Abiyan Sambil memberikan Botol kecil yang terbuat dari tanah liat pada Raja Wardana lalu melangkah pergi meninggalkan mereka semua kembali menuju pendopo, Raja Wardana meraih Botol pemberian Abiyan lalu menatap Kearah Nadar dan Nadir yang terus mengerang Kesakitan.,
Next
Apa yang akan Raja Wardana lakukan? Mengingat kedua Saudara kembar itu hampir saja membuat Dia Terbunuh,.
__ADS_1
Berikan Jawaban Kalian Di kolom Komentar,
Jangan Lupa Like komentar dan Vote.