
Sultan Aryo damanta dengan Nafas lega berjalan meninggalkan Rumah kediaman Rapala setelah usai melamar putrinya Cempaka untuk di nikahkan dengan putranya Abiyan,.
"Abiyan Sebentar lagi membina rumah tangga,Namun Putrinya tak kunjung memberi kabar,.Kalaupun ada yang mencoba meminangnya dengan sopan akan di tolaknya dengan berbagai persyaratan yang diluar nalar manusia awam" Gumamnya sambil terus melangkah melewati jalan setapak.
KRAAAK!!!
BRaak!!!
Gedebuukh!!!
Aaghhh
Tubuh Sultan Aryo tiba seperti menghantam sesuatu hingga tubuhnya tersurut beberapa langkah, Sedangkan Sesosok makhluk yang terhempas meraung kesakitan sambil memegang dadanya,.
__ADS_1
"Astagfirullah hallazim,Owhgh maaf saya sungguh tidak sengaja!!?" ujar Aryo damanta sambil mengulurkan tangannya,Namun langsung di tepis oleh mahkluk itu seraya menyerigai menatap tajam kearah sultan Aryo,.
"Ada apa Tuan sultan!?" Tanya Jin Masauth yang langsung melompat ke depan, sambil meneliti mahluk yang berbenturan dengan Sang Sultan, Sebaliknya ketika melihat siapa yang mendampingi orang yang menurutnya sangat aneh,tidak seperti biasanya, ketika berbenturan dengan mahluk bumi,Tubuhnya pasti bisa menembus raga orang yang di tabraknya, mahluk itu dengan cepat memutar otak, karena sadar orang yang sekarang berdiri di hadapannya adalah,Pasti adalah Orang dengan julukan penguasa Dua alam. Mathutra langsung Segera bangkit dan dengan cepat Melesat pergi,. Meninggalkan Sultan Aryo dan Masauth,Yang hanya berdiri bengong melihat tingkah Mathura yang begitu Aneh.
"Tidak ada Apa-apa Masauth Hanya sedikit benturan yang tak terduga,Hanya saja begitu aneh,Bukankah kalian para Mahluk Jin dapat Mencium Aroma Manusia dari jarak yang cukup jauh!?" Ujar Sultan Aryo lembut dan masih merasa ada sesuat yang janggal,
"Benar sdkali Tuanku Sultan, Tapi tidak menutup kemungkinan kamipun tidak jarang membuat kesalahan,Dan ketika kami menembus tubuh kasar manusia secara tidak sengaja, Tubuh kami akan kesakitan selama satu purnama!?" Ujar Masauth menhelaskan panjang lebar,.
"Hmmmm Seperti itu rupanya" Sultan Aryo hanya berguman sambil mulai melanjutkan perjalanannya,.
"Apa kamu yakin Ini jalan masuknya Tariq!?" Mahapatih mempertegas pertanyaanya ketika mereka telah melewati semak belukar yang tidak begitu besar,.
"Saya sangat yakin Tuan Mahapatih, Benarkan Tejo ini jalannya?"
__ADS_1
"Iya Benar Tuan Mahapatih, ini memang Jalanya dan Desa Makmur berada Di balik pohon Besar itu!?" Sambung Tejo menimpali Sambil menunjuk Sebuah pohon Besar,.
"Mahapatih,.Apa kamu tidak merasa aneh dengan tubuh kamu!?,Tubuhku Terasa sangat berat,dan Rasanya saya merasa sangat lelah!?" Ujar Suta Aji Sambil mengatur Jalan Nafasnya yang mulai ngos-ngosan.Seketika Majapatih Tantra menghentikan langkahnya,
"Kamu benar Suta Aji, Saya juga merasakan hal yang sama,kit harus berhati-hati awasi sekeliling kalian, Sepertinya Wilayah ini teramat sangat berbahaya.!?" Ujar Mahapatih Tantra sambil terus melangkah dengan berlahan mendekati pokok pohon besar yang di tunjuk oleh Tejo, dan benar saja dari balik pohon besar itu terlihat jelas Gerbang masuk Desa makmur dan terlihat Dua pemuda biasa saja sedang berjaga-jaga di depan gerbang masuk desa,.
"Itu Desanya Tuan Mahapatih,Dan gerbang itu menuju padepokan Al khalam di mana pemuda yang bernama Abiyan itu tinggal!?" Ujar Tejo menjoba menjelaskan keadaan desa makmur pada Mahapatih yang masih terus mengawasi keadaan sekitar Desa Makmur,.
"Penjaganya sepertinya hanya orang biasa,.Tunggu, Bukankah orang yang barj masuk itu Adalah Panglima Ranapati!?" Ujar Mahapatih menghentikan langkah Suta Aji.
"Ada apa dengan dia!? Apa kamu takut sama dia!?" mendengar pertanyaan Suta Aji Mahapatih tertawa lirih
"Sungguh tidak ada yang mampu membuat Tantra ketakutan Suta Aji,.Cuma kita jangan gegabah dalam bertindak mengingngat kondisi kita yang tidak stabil seperti saat ini,.!!" Ujar mshapatih dengan suara agak di tekan.,
__ADS_1
Next