TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
MANGKATNYA PERMAISURI


__ADS_3

Kabut Pekat masih menyelimuti Kesultanan Samak, angin berhembus Menerpa dedaunan, Sultan Arfan Nampak terlihat sedang mondar-mandir di depan pintu kamarnya sementara para punggawa Kesultanan yang ikut hadir di tempat itu hanya diam mengawasi Keadaan Sang Sultan yang terlihat jelas Raut gelisah yang tergambar dari wajahnya,.


Di luar hujan mulai turun dengan deras di iringi suara petir yang menggelegar, Wajah Arfan semakin tegang karena seiring berjalannya waktu belum juga ada kabar dari dalam bilik kamar mereka,. Sultan Arfan sedang menanti Istrinya yang sedang berjuang Melahirkan buah hati mereka berdua,.


crekkkkk


Suara pintu terbuka sontak semua pandangan mata menoleh kearah pintu bersama munculnya seorang wanita paruh baya duduk bersimpuh dengan mengendong seorang Orok Yang masih merah,.


"Alhamdulillah Putra Tuanku Sultan Lahir dengan selamat., Namun Permaisuri Sumi nyawnya tidak tertolong Putra tuan lahir dalam keadaan kaki di bawah itu yang membuat kami kewalahan dan kondisi Permaisuri yang lemah membuatnya tidak bisa bertahan, Dia terlalu banyak kehilangan darah hingga akhirnya Ajal menjemputnya sesaat ketika Putra Mahkota lahir kedunia ini!? " Seakan Dunia di Kesultanan Samak serasa runtuh Sultan Meraih Putra yang di sodorkan wanita paruh baya itu Dengan linangan air mata yang mengucur deras Sultan Arfan mengumadangkan Azan di Samping kuping putranya dengan Lembut, Sedangkan dari dalam kamar tangisan Ketiga Anak sambungnya mulai terdengar pilu, Membuat runtuh jiwa Arfan yang terkenal sebagai Sultan yang Arif dan Bijaksana,.


Para Punggawa yang hadir hanya bisa menangis dalam diam, Mengingat jiwa Sosial yang di miliki sang Permaisuri Seluruh Rakyat Kesultanan samak Sontak berduka ketika mendengar kabar Permaisuri Sumi menghembuskan nafasnya yang terakhir Rakyat berbondong-bondong berjalan menuju Istana Hingga istana penuh sesak dengan Rakyat Kesultanan samak yang ingin melihat dan mengantar Permaisuri untuk yang terakhir kalinya,.

__ADS_1


Kesedihan yang mendalam di Alami Sultan Arfan, matanya memerah karena linangan air mata yang terus menetes di tatapinya wajah istrinya yang seakan tertidur pulas,.


"Innaalillah wainnaailahi raajiun,sesungguhnya kita ini milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.Yaa Allah, ampunilah hamba yang lemah ini tidak kuasa menerima takdir yang begitu memilukan ini, Hamba bukannya tidak Ikhlas menerima Takdir yang telah Engkau tetapkan kepada hamba yang lemah ini," Tatap Arfan di bawah kaki Istrinya sambil mengendong Orok bayi yang terus menangis karena kelaparan yang membuat Sultan Arfan menjadi kalang kabut,


"Ayahanda Sultan Adiku sepertinya kelaparan dia seharusnya di Susui Oleh Ibunda Permaisuri, Namun dia sudah tidak ada, apa yang harus kita lakukan!? " Anak sambung Sultan dari pernikahan Sumi yang pertama dengan almarhum suaminya dulu yang bernama Wida yang tidak tega melihat Adiknya terus menangis karena kelaparan., Sultan arfan yang tidak Paham dengan cara mengurus bayi dan begitu pula dengan seluruh Orang yang berada dalam ruangan itu, karena kasus Bayi lahir ibu meninggal belum pernah terjadi sebelumnya,. Selama ini yang mereka alami biasanya jika Ibunya tidak selamat makan bayi yang di kandungnya juga tidak akan selamat dan wajar saja ketika menghadapi situasi yang seperti itu mereka semua kebingungan,.


Nampak seorang Anak kecil berusia sekitar Dua belas tahun Yang sama sekali tidak ada seorangpun yang mengenalinya nampak berlari masuk ke dalam istana dan dengan telaten dia langsung menuju dapur dan mengambil segengam beras di cuci bersih lalu di masaknya, Orang-orang heran dengan apa yang di lakukan bocah itu, Namun anehnya tidak ada seorangpun yang berusaha menghentikannya,. Anak kecil itu dengan sabar meniup nyala api agar apa yang di buatnya segera jadi,. Setelah beberapa saat beras yang tadi di masaknya dengan air yang sedikit lebih banyak dan dengan telaten dia memisahkan antara air dan biji beras yang telah bersatu dan menaruhnya kedalam kendi dengan sabar dia meniup Air rebusan beras itu agar dingin, Orang-orang masih mengawasi apa yang hendak anak itu lakukan dengan rebusan Beras itu,.


"Darimana kamu tau Nak? jika air rebusan beras bisa menghentikan tangis bayi ini!? "Tanya Sultan Arfan ketika tangis Putra nya telah reda,.


" Di dalam dunia ini Allah SWT telah menyediakan semua yang Manusia dan mahluk hidup lainnya butuhkan Itulah tugas manusia yang di beri otak untuk berpikir dan memahami setiap apa yang Allah ciptakan di muka bumi ini,. Alasan Saya memberi Putra Mahkota Air rebusan beras., Bukankah kita Yang telah besar ini di beri makan Nasi dan air rebusan itu adalah inti sari dari nasi yang kita makan,. Namun Alangkah bijaknya jika Tuanku Sultan mencarikan Ibu yang masih menyusui untuk Putra Mahkota!? " mendengar ucapan Anak kecil itu membuat Sultan Arfan semakin di buat kagum dengan kecerdasan yang di miliki anak sekecil itu sekaligus penasaran dengan siapa sebenarnya sosok di balik kehebatan pengetahuan yang di miliki Anak kecil itu,.

__ADS_1


"Siapa nama kamu Nak!? Dan dari mana kamu berasal!!? " Mendengar pertanyaan Sultan Anak kecil itu hanya tersenyum lembut.,


"Saya Orang yang turut berduka atas Berpulangnya Permaisuri Kesultanan samak,. Rasulallah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda"Tidak ada seorang hambah (muslim ) yang tertimpa musibah lalu ia membaca "Innaalillah wainnaailahi raajiun, Allahumma ajirni fii musibatii wa akhlif lii khairan minhaa" (sesungguhnya kita ini milik Allah dan kepada-Nya kita kembali. Ya Allah selamatkanlah aku dari musibahku dan beri ganti aku yang lebih baik). Kecuali Allah akan menyelamatkannya dari musibahnya dan memberinya ganti yang lebih baik.. Dan Allah ta'ala berfirman, tiada balasan yang akan kuberikan kepasa hamba-Ku yang beriman yang nyawa kekasihnya di dunia Aku cabut, lalu dia menerimanya dengan hati ikhlas kecuali dengan balasan surga.., sesungguhnya hanya Allah SWT yang mengetahui apa yang tidak kita ketahui!? " Mendengar Ucapan Anak kecil itu seketika Suara istigfar memenuhi ruangan itu


"Astaghfirullah!!! " Hingga mereka semua tidak menyadari jika Anak kecil itu sudah tidak berada di tempat itu lagi dan tak seorangpun yang mengetahuinya kemana Anak itu pergi dan menghilang., Sultan Arfan yang menyadari anak itu sudah menghilang seraya mengedarkan pandangannya mencari sosok anak kecil yang seakan menampar keras kedua pipinya dengan ucapan Nasehatnya Namun sosoknya Telah hilang tak berbekas,.


"Sungguh Hari ini, Saya seperti di tampar oleh seorang Anak kecil, Semoga Allah SWT memberi kita semua pengampunan Atas kelalaian kita selama ini!? "


"Amin!!!!!!!! " Suara riuh terdengar mengaminkan ucapan sang Sultan.,


Siapa sebenarnya bocah kecil yang begitu paham tentang islam melebihi Sultan Arfan yang sedari lahir telah menimba ilmu tentang islam di bawah Asuhan Sultan Aryo dan tumbuh besar di lingkungan bernuansa Islam.?

__ADS_1


pertanyaan ini akan terjawab pada Episode selanjutnya Jangan lupa Like Coment And Vote, Serta hadiah jika berkenan agar Author semakin semangat menyelesaikan tiap bab dalam Novel ini... Wasalam


__ADS_2