Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
berangkat bersama


__ADS_3

Deg... Deg... Deg....


Rasanya jantung Aerith tengah berdisko ria ketika mendengar Ryuzaki bertanya tentang siapa Kotaka itu. Bingung bagaimana harus menjawab apalagi Ryuzaki menatapnya dengan sangat intens seperti tengah menanti jawaban Aerith. Terlihat beberapa kali mata Ryuzaki memicing menatap Aerith seolah menyorot bagaimana ekspresi Aerith dan juga pergerakan mata Aerith.


" Ehem... Kotaka itu adalah Nanako niishan.. Iya begitu.. " ujar Aerith berusaha terlihat biasa saja. Tapi sepertinya Ryuzaki sama sekali tidak puas dengan jawaban dari Aerith.


" Nanako niishan atau salah satu pelanggan mu? " tanya Ryuzaki dengan tawa sinis. Aerith mendengar itu langsung mengepalkan kedua tangannya erat sekali. Sepertinya suaminya ini mulia dalam mode mengajak bertarung dirinya.


" Huft... Nanaka niishan, pelanggan apanya? Sejak kita menikah apa saya terlihat keluar di malam hari? Tidak kan? Anda jangan bersikap seolah paling tahu siapa saya hanya karena anda menyelidiki latar belakang saya.. " Aerith ngegas.


Ryuzaki mengangkat bahunya acuh, tidak peduli apa jawaban Aerith itu benar atau bohong. Moodnya langsung jadi buruk saat ini kalau menyadari tentang seorang pria menghubungi istrinya. Ryuzaki sendiri bingung kenapa dia begitu terganggu dengan hal tersebut padahal dia sangat tidak peduli dengan kehidupan Aerith sebelum menikah dengannya. Ryuzaki bahkan menutupi latar belakang Aerith agar keluarganya tidak tahu mengenai masa lalu Aerith. Dia tidak mengerti kenapa dia begitu tidak suka jika ada yang mengulik kisah istrinya di masa lalu.


" Sebenarnya ada apa dengan ku? Kenapa aku begitu tidak suka mengetahui bahwa ada pria yang menelepon nya. Seharusnya aku masa bodoh kan, toh pernikahan ini suatu hari nanti akan berakhir. Entah karena aku atau dia yang tidak tahan lagi... " batin Ryuzaki sedikit tidak tenang.


Tidak ada pembahasan lagi tentang telepon itu baik Aerith maupun Ryuzaki sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Aerith sudah tidak sanggup lagi menahan kantuknya, jadi dia harus menyelesaikan tugas ini sebelum ketiduran. Rasanya matanya benar-benar lengket sekali, seperti ada lem yang menempel pada matanya.


Beruntung sebelum dia ketiduran, tugas yang dia kerjakan sudah selesai. Dia pun meminta Ryuzaki untuk memeriksanya, dan sembari menunggu tugasnya diperiksa rupanya Aerith justru ketiduran.


" Bagus... Jika terlalu sempurna juga semua orang akan curiga. Apalagi selama ini kau kan memang memiliki nilai pas-pasan. " ujar Ryuzaki. Dia tidak sadar jika istrinya sudah tertidur di sampingnya meringkuk dengan kepala diletakan di meja.


" Kenapa diam saja? Kau mendadak bisu ya? " tanya Ryuzaki menoleh dan dia langsung menghela nafas melihat istrinya sudah pulas tertidur. Bahkan dia bisa mendengar dengkuran halus dari sang istri.

__ADS_1


" Ini pasti sengaja dia, sengaja ngerjain orang ini... " gerutu Ryuzaki langsung menggendong sangat istri dalam sekali hentakan.


Di luar kamar rupanya bibi Ino masih belum tertidur padahal sudah lewat jam sembilan malam. Dia juga cukup terkejut melihat pemandangan yang menyejukkan matanya, apalagi jika bukan kedua tuannya ini tengah mesra sekali. Bibi Ino menggoda Ryuzaki dengan menaik turunkan alisnya tentu saja langsung dihadiahi tatapan tajam yang menghunus dari Ryuzaki.


" Bik, besok untuk sarapan tolong buatkan omelet dengan isi daging ya.. " pinta Ryuzaki.


Meski sedikit heran dengan permintaan tuannya, tapi bibi Ino diam saja tanpa protes dan hanya mengangguk paham. Biasanya tuanya ini di kediaman Narita hanya sarapan roti dengan kopi saja. Sangat jarang sekali tuannya ini sarapan selain jenis roti-rotian, karena itulah bibi Ino heran kenapa tuannya meminta omelet.


Keesokan harinya ketika Aerith terbangun, dia terbangun dengan tergesa-gesa karena dalam ingatannya dia masih berada di kamar Ryuzaki. Langit sudah terang dan Aerith takut jika dia dimarahi lagi oleh suaminya itu karena tertidur saat tugasnya diperiksa. Tapi begitu dia turun dari ranjang, barulah Aerith menyadari dia sudah berada di kamar pribadinya.


" Eh.... Bukankah ini kamar ku? Bagaimana bisa aku ada disini? Perasaan kemarin aku ketiduran di tempat Ryuzaki san... " gumam Aerith terheran.


" Mungkin saja aku berjalan dalam keadaan setengah sadar kembali ke kamar. Karena itu aku jadi tidak mengingatnya... " Aerith manggut-manggut.


Aerith lekas masuk ke kamar mandi untuk mandi karena dia ada kuliah pagi ini. Jam sepuluh nanti ada kelas pertama yang diisi dosen wanita, jam keduanya barulah sang suami yang akan mengisinya. Aerith pun mandi hanya dalam waktu lima belas menit. Hari ini dia berencana memakai kaos dengan kerah V neck sehingga belahan daranya sedikit terlihat, dipadukan dengan blazer rajut berwarna maroon, dan celana jeans yang bagian lututnya ada sobekan.


" Cantik sekali kamu Aerith... " narsisnya kumat. Kebiasaan Aerith di pagi hari adalah bercermin kemudian memuji dirinya sendiri.


" Tentu saja cantik, secara aku adalah Aerith Hirano.. Hahahahahaha... " gaya Aerith tertawa menirukan gaya tertawa wanita bangsawan. Di depan mulutnya yang terbuka itu sudah dia tutupi dengan punggung tangannya. Kebiasaan yang aneh sekali.


Aerith lekas keluar kamar dan segera menuju ke meja makan. Tidak siap segera menyantap masakan bibi Ino yang numero Ino. Aerith senang sekali ketika melihat menu sarapan nya pagi ini adalah omelet isi sayur dan daging. Karena itu adalah makanan favoritnya. Aerith sampai heran kenapa bibi Ino bisa tahu makanan kesukaannya itu.

__ADS_1


" Bibi Terima kasih ya sudah masakin aku makanan favorit ku.. Ini omelet isi daging campur sayur kan? " Aerith duduk dengan semangat ingin menghabiskan hidangan yang ada di depannya.


" Nyonya muda suka ya dengan omelet isi daging dicampur sayur? " tanya bibi Ino sambil matanya melihat ke arah Ryuzaki. Yang dilihat sama sekali tidak peduli dan tetap menyantap sarapannya., " Sepertinya kemajuannya sudah sedikit banyak ini.. Sudah tahu makanan kesukaan... Hihihi... " lanjut bibi Ino dalam hati.


" Tentu bik.. Ini adalah salah satu makanan yang paling aku sukai. Tapi untuk memasaknya sendiri aku tidak bisa bik.. Hehe.. " Aerith tersenyum dan langsung menyantap omelet miliknya.


" Ehem... Tidak menyangka tuan muda perhatian juga... " bisik bibi Ino lirih ketika melewati belakang tubuh Ryuzaki. Pria itu langsung melengos karena ketahuan oleh bibinya menaruh perhatian pada sang istri. Apa yang salah disini coba, tapi karena bibi Ino memang suka sekali menafsirkan semuanya ke arah yang romantis, ya beginilah jadinya.


" Cepat makan dan kita ke kampus segera.. Aku akan ikut dengan mu karena mobil ku harus ke bengkel.. " ujar Ryuzaki langsung membuat Aerith tersedak.


" Uhuk... Uhuk... Uhuk.... " Aerith terbatuk.


" Makan pelan saja, aku tidak ada niatan untuk minta.. " ucap Ryuzaki dengan tangan kanannya menepuk pelan punggung Aerith.


" Memangnya tidak apa jika kita pergi bersama? " tanya Aerith setelah menguasai keterkejutan nya.


" Hm.. Nanti bisa diatur.. " jawab Ryuzaki santai.


Keduanya kemudian berpamitan pada bibi Ino berangkat ke kampus bersama. Tidak ada pembicaraan selama dari unit menuju ke basement. Hal yang ditakutkan Aerith adalah jika dia diminta untuk kembali berjalan kaki yang jauh, bisa-bisa dia akan pingsan lagi.


Aerith sendiri tidak sanggup jika harus bekerja keras seperti berjalan jauh karena kehamilannya. Memang tidak ada morning sickness lagi setelah dia menikah dengan Ryuzaki. Sepertinya anak dalam kandungannya begitu senang karena bisa mendapatkan daddy yang tampan dan kaya raya. Karena itulah tidak pernah kandungannya mengalami hal yang menyusahkan meski dia hamil muda.

__ADS_1


Lamunan Aerith buyar ketika sudah berada di basement. Aerith segera masuk ke pintu kursi penumpang di depan, sedangkan Ryuzaki menyetir. Tidak mungkin kan dia yang seorang pria menyuruh seorang wanita menyetir untuknya.


Keduanya berangkat segera ke kampus karena jam sudah mepet waktu masuk. Tanpa keduanya sadari sejak mereka keluar dari lift basement, sudah ada orang yang mengawasi mereka diam-diam dan mengikuti keduanya. Orang itu juga membawa sebuah kamera dan sudah mengambil beberapa foto Ryuzaki dan Aerith yang bersama.


__ADS_2