Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Aerith menangis


__ADS_3

Beberapa menit yang lalu sebelum dokter keluar untuk memberitahukan tentang kehamilan Aerith pada keluarga Narita.


" Kak,, tolong ya, jangan katakan jika kandungan ku sudah tujuh minggu. Katakan saja jika kandungan ku baru tiga minggu... " ujar Aerith memelas menatap seorang wanita yang menggunakan seragam dokter, dengan title dokter obgyn, bernama Matsuhiko Aida.


" Kau tahu... Jika aku ketahuan berbohong makan lisensi kedokteran ku akan dicabut. Jangan bercanda Aerith, dan kenapa kau sampai melakukan ini semua? " tanya dokter Aida.


Kedua orang ini sudah saling kenal sejak lama, tepatnya ketika saat itu Aerith dibawa ke rumah sakit karena pendarahan saat berhubungan badan pertama kali dengan sugar daddy nya. Saat itulah dokter Aida yang melihat dan mendengar kisah hidup Aerith merasa iba dan kemudian dekat dengan Aerith dan menganggapnya sebagai adik.


Sama-sama sebatang kara, tapi dokter Aida memiliki masa depan yang lebih baik karena dia bisa meraih mimpinya menjadi seorang dokter, lain dengan Aerith yang mengubur mimpinya karena dia tidak memiliki biaya untuk melanjutkan hidupnya.


" Salah satu dari pria di luar itu adalah suami ku.. Kami menikah karena baru tiga minggu yang lalu. Jadi katakan saja seperti itu dulu baru nanti aku akan menjelaskan.. Ayolah kak, plis.. " kedua telapak tangan Aerith menyatu di depan dadanya memohon agar dokter Aida mau membantunya.


" Oke.. Tapi aku butuh penjelasan mu segera.. " ujar dokter Aida setelah cukup lama terdiam.


" Pasti akan aku jelaskan kak... Dan terima kasih atas bantuannya." Aerith memeluk erat tubuh dari wanita yang sudah dia anggap kakaknya sendiri itu.


Aerith kini sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap, yang tidak tanggung-tanggung, daddy Hoshi meminta ruangan VVIP untuk menantunya. Besarnya ruangan itu sudah hampir menyerupai ruangan kelas Aerith yang ada di kampus. Ada sofa untuk keluarga, ada bed lain diperuntukan yang menginap disana, ada televisi, kamar mandinya bahkan sangat mewah. Billioner memang tidak tanggung-tanggung.


Saat ini di ruangan rawat Aerith sudah ada daddy Hoshi, Daigo dan suaminya, Ryuzaki. Aerith tahu maksud kejadian ketiga personil keluarga Narita ini disana pasti karena ingin bertanya tentang apa yang terjadi. Aerith sendiri bingung harus menceritakan apa karena saat tadi dia masih bersama dengan Mitsuki san, dia mengatakan bahwa pria itu bisa berada disana karena izin dari tuan muda Narita sendiri. Aerith masih sedikit kesal akan hal itu, dan malas mengatakan apa-apa dan pura-pura tidur saja.

__ADS_1


" Aku tahu kau tidak tidur,, jadi buka mata mu dan ceritakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi.. " ujar Ryuzaki dengan nada yang terdengar sangat halus sekali.


Huft...


Terdengar helaan nafas dari Aerith. Sepertinya dia memang harus mengatakan apa yang terjadi, dengan begitu karena ada daddy Hoshi, salah satu dari dua tuan muda ini pasti akan mendapatkan amukan. Itu setimpal dengan apa yang dirasakan Aerith tadi, saat Mitsuki san dengan beraninya menggerayanginya.


" Pria itu masuk ke ruangan itu atas izin dari tuan muda Narita. Karena mendengarnya mendapatkan izin, aku pikir dia memang memiliki perlu dengan tuan muda Narita. Tanpa aku sadari dia... dia.... " Aerith tiba-tiba saja langsung menangis dan memalingkan wajahnya agar tidak dilihat oleh Ryuzaki yang ada di sampingnya.


Aerith tidak tahu bahwa ternyata hal semacam itu menyisakan rasa sakit dan juga trauma padanya. Dia bukan wanita suci tapi dia tidak pernah diperlakukan seperti hendak diperkosa begitu. Meski pernah masuk rumah sakit karena sugar daddy nya yang menggempurnya tidak tahu aturan, tapi saat itu Aerith tidak dikasari, hanya terus menerus melakukannya tanpa jeda sebentar saja.


Sungguh di dadanya Aerith merasa sangat sesak, dan juga sakit sekali. Tubuhnya bahkan bergetar hebat jika mengingat kejadian tadi. Sungguh dia masih di sayang Tuhan, karena daddy Hoshi yang tiba-tiba saja masuk ke ruangan itu. Andai saja tidak ada yang menolongnya, entah bagaimana bentuknya saat ini.


" Mana aku tahu... Kenapa tidak anda tanyakan saja pada pria gila itu... Huhuhuhuhu... " Aerith berteriak kepada Ryuzaki, membuat pria yang menjadi suaminya itu terlonjak kaget, tidak percaya bahwa meski di depan dadd Hoshi, sifat bar bar Aerith tidak ditutupi


" Jangan marah dulu.. Kami akan mengusut masalah ini.. Ingat kau dalam kondisi mengandung saat ini.. " ujar Ryuzaki berusaha menenangkan istrinya


" Terserah.. " sahut Aerith masih tidak mau melihat suaminya.


Ryuzaki menggeleng kepalanya saat melihat daddy nya menatapnya tajam seolah dia adalah pelakunya. Lalu dengan santainya Ryuzaki meliahy ke arah Daigo, dan gantian anak itu yang sekarang dipandangi tajam oleh kedua mata daddy nya.

__ADS_1


" Dai, ikut dengan ku sebentar.. Dan kau!! Jaga istri mu sampai aku kembali!! " perintah daddy Hoshi dengan wajah yang sudah terlihat garang begitu. Jam seperti itu, siapa pun dari ketiga anak daddy Hoshi tidak akan ada yang berani membantah.


" Baik ayah... "


Kedua orang itu keluar dari ruangan Aerith, menyisakan hanya Aerith dan Ryuzaki saja. Sebenarnya melihat sang istri seperti itu, hatinya sangat sakit. Siapa yang tidak ketakutan jika hampir diperkosa dan dilecehkan. Jelas semua wanita yang mengalami itu semua pasti tidak akan bisa menerima itu semua. Sama halnya seperto Aerith ini.


" Kau berniat mendiamkan aku sampai kapan? " tanya Ryuzaki yang kini sudah mengambil duduk di samping bed pasien yang dibaringi oleh Aerith.


" Aku tidak peduli pada mu.. Kau tahu apa yang pria itu katakan, dia mengatakan kau yang memberinya izin untuk masuk. Jujur saja aku sakit tadi ketika mendengar hal itu, tapi aku coba untuk percaya bahwa mungkin kau melakukannya.. Tapi tetap saja,, hati ku... hiks... hiks... Hatiku,,... sangat.. m hiks... sakit.. " Aerith kembali menangis.


Ryuzaki bergerak maju ke depan, sedikit mencondongkan tubuhnya, kemudian merengkuh tubuh Aerith agar melihat ke ayahnya. Setelah nya Ryuzaki langsung mencium bibir Aerith, bahkan juga ******* bibi merah cherry yang mungil milik Aerith. Ciuman itu berlangsung cukup lama sampai Ryuzaki merasa tidak ada bau pria lain ditubuh Aerith.


...*********...


Hore....


Akhirnya... Akhirnya...


Yuhuuuu.... Penasaran lanjutannya... Tunggu bab berikutnya ya

__ADS_1


__ADS_2