Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Keinginan untuk membalas dendam


__ADS_3

Ting... Tong... Ting... Tong..


Suara bel apartemen Aertih terus berbunyi sejak tadi. Membuat Aerith yang masih tidur nyenyak terbangun karena hal itu. Aerith melihat ponselnya, jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi. Berarti sugar daddy nya sudah pergi sejak tiga jam yang lalu. Aerith juga menemukan sebuah memo di atas nakas yang bertuliskan bahwa Max pamit untuk keluar kota selama beberapa hari dan meminta agar Aerith menunggunya.


" Daddy... Sorry... Sepertinya aku tidak.... "


Ting.... Tong... Ting.... Tong...


Ucapan Aerith kembali terpotong setelah kembali mendengar pintu apartemennya diketuk dari luar. Dengan menahan kesal, Aerith tanpa pergi ke kamar mandi terlebih dulu langsung saja menuju ke pintu apartemennya untuk membuka pintu.


PLAK..


" DASAR WANITA MURAHAN.. KAU BILANG KAU AKAN MENINGGALKANNYA TAPI KENAPA KAU MASIH DISINI... " telinga Aerith berdengung merasakan tamparan yang begitu keras dan teriakan dari seseorang yang membunyikan bel pintu apartemennya sejak tadi.


" Rupanya peringatan ku sama sekali tidak berarti untuk mu... Kau benar-benar akan mengemis pada ayah ku untuk kembali memelihara mu.. Kau siap menanggung konsekuensi nya... " tubuh Aerith bergetar hebat ketika suara lain yang berbicara setelah teriakan dari wanita yang Aerith tahu itu adalah istri Max. Tapi suara yang baru saja bicara ini...


" Kau... " air mata Aerith langsung luruh, tubuhnya bergetar sampai dia terjatuh di lantai karena saking tidak sanggup menahan getaran tubuhnya.


" Kenapa? Takut? " pria itu semakin mendekat ke arah Aerith dan itu membuat Aerith merangkak mundur hingga tubuhnya membentur meja yang ada di ruang tamu.


" Pergi... Atau kau akan melihat wajah mu dan dua pria kesayangan mu itu menghiasi layar televisi.. " pria itu menjongkoksnnya dirinya tepat di depan Aerith.


" Bukankah akan sangat bagus, wanita murahan menjadi rebutan dua pria berkuasa.. Atau, seorang wanita hamil dengan calon walikota tapi justru menikahi putra ketiga keluarga Narita... Atau, wanita murahan ini membuat dua orang pria dengan kedudukan dan status sosial tinggi harus berebut... Lalu kita pajang foto mu dan kedua pria kesayangan mu itu... Terakhir, sebagai bonus, video dimana kau mendesah dibawah kungkungan ku... "

__ADS_1


HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA....


" Luar biasa.... Bom waktu meledak membuat kau dan mereka menjadi abu.. Ingin mencoba? " pria itu maju untuk mengecup bibir Aerith.


" Pantas saja kau menjadi rebutan dua pria itu, milik mu sangat hebat membuat ku ketagihan... Sayang sekali kau bekas ayah ku, andai tidak, aku mau saja menampung mu.. Jadi bagaimana? " tanya pria itu. Kepalanya meneleng ke samping untuk melihat wajah ketakutan Aerith.


" Nak... Sudah jangan terlalu baik padanya.. Mama ingin dia hidup menderita nak, dia harus merasakan yang mama rasakan.. " istri Max ikut berucap.


" Aku pergi.... aku akan pergi.... sungguh aku akan pergi... " ucap Aerith terbatas karena ketakutan.


" Good... Waktu mu 2x24 jam, jika kau tidak menghilang saat itu juga lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu.. "


Setelah mengatakan itu, ibu dan anak itu pergi meninggalkan Aerith yang ketakutan. Bayangan dia diperkosa oleh pria itu kembali melintas dipikirannya dan itu membuatnya ketakutan. Aerith merasakan sakit kepalanya begitu sakit sampai membuatnya mereka kuat rambutnya sakit tidak kuat menahan sakitnya.


*************


Kondisi Ryuzaki sangat memprihatinkan sejak hari dimana dia menemui Aerith untuk mengatakan perceraian mereka. Ryuzaki terus mengurung dirinya sendiri di dalam kamar sejak saat itu, dan sama sekali belum terlihat keluar. Semua anggota keluarga Ryuzaki menjadi sangat cemas dan takut jika Ryuzaki berbuat nekat. Hal ini dimanfaatkan Rena sebaik mungkin untuk mencari perhatian Ryuzaki dan keluarganya.


Seperti saat ini, Rena datang dengan membawa masakan kesukaan Ryuzaki. Rena mengetuk pintu kamar Ryuzaki dan sama sekali tidak meninggalkan tempat itu meski sudah satu jam lamanya.


" Ryu kun... Buka pintu nya,, jika seperti ini terus kau hanya akan menyiksa diri mu sendiri dan juga menyakiti keluarga mu.


" Aku mohon buka pintunya... Aku punya sesuatu yang penting harus aku katakan pada mu, ini tentang wanita itu.. Aku mohon buka pintunya.. " Rena terus saja membujuk Ryuzaki untuk mau membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


" Apa kau tidak penasaran apa yang wanita itu lakukan setelah perpisahan kalian? Aku bisa memberi tahu mu sesuatu.. " ucap Rena setengah berteriak.


CEKLEK...


" Berhasil... "


" Masuk!!! " ucap Ryuzaki terdengar nada bicaranya sangat dingin sekali.


" Katakan..!!! Waktu mu lima menit!! " Ryuzaki duduk kembali di kursi kerjanya. Rena mengambil duduk di sofa yang ada di kamar Ryuzaki. Rena tahu, jika sudah seperti ini berarti Ryuzaki saat ini tidak bisa main-main. Jadi Rena tidak boleh menyiakan waktu yang ada saat ini.


" Dia kembali bersama dengan sugar daddy nya.. Aku melihat asisten pribadi dari pria itu menjemput wanita itu di rumah sakit kemarin sore.. " tangah Ryuzaki terkepal kuat di bawah meja kerjanya.


" Aku sudah tahu pasti bahwa mereka akan kembali bersama, wanita itu mengandung anaknya dan keterlaluan sekali dia menjebak mu dan memanfaatkan kebaikan keluarga mu dan diri mu.. " ucap Rena memanas-manasi.


" Jika sudah selesai keluar lah.. " ucap Ryuzaki kemudian hendak masuk ke sisi lain dari ruangan ini yang terdapat tempat tidur di sana.


" Aku bisa membantu mu membalas dendam pada wanita itu.. Aku yakin kau pasti ingin membuat wanita itu menyesal telah mempermainkan mu.. Kau bisa memanfaatkan aku sesuka hati mu Ryu.. Aku punya rencana untuk itu. " Rena maju, lalu mengusap dada Ryuzaki. Rena berharap Ryuzaki terlena, tapi sayangnya tangan Raja justru dicekal Ryuzaki dan dihempaskan begitu saja.


Rena menatap tangannya dengan raut wajah penuh kekecewaan. Apakah benar tidak ada kesempatan baginya untuk bisa kembali memiliki Ryuzaki sebagai prianya. Padahal banyak hal yang susah Rena korbankan untuk rencana ini termasuk beberapa kontrak kerja yang dia tolak karena ingin fokus dengan masalah Ryuzaki.


" Apa rencana mu? " tanya Ryuzaki.


" Yes.. Berhasil... "

__ADS_1


Rena bersorak dalam hari karena rencananya telah berhasil. Selangkah demi selangkah, maka dengan muda Ryuzaki akan kembali ke sisinya. Rena tidak akan menyiakan kesempatan yang ada saat ini.


__ADS_2