
Saat ini Aerith dan Ryuzaki sudah sampai di unit milik Ryuzaki. Keduanya sama-sama membawa barang belanjaan karena ini untuk satu bulan ke depan. Ryuzaki tipe pria yang tidak suka repot jadi sekali repot yang dibuat serepot mungkin agar hanya sekali saja dia repot. Belanja adalah salah satu hal yang masuk dalam daftar hal merepotkan bagi Ryuzaki jadi dia lebih senang belanja bulanan daripada harian atau mingguan.
Keduanya bahu membahu mengemas semua barang belanjaan mereka dan menyimpannya di lemari pendingin dan juga lemari yang biasa digunakan untuk menaruh bumbu dapur dan bahan masakan non sayur dan daging itu. Karena keduanya saling membantu hingga pekerjaan mereka bisa selesai cepat tanpa ada halangan.
" Ekhem... Ekhem... " Aerith berpura-pura batuk untuk mencari perhatian Ryuzaki.
" Ehm... Apa benar tidak apa, jika sampai Satoru dan mengetahui tentang pernikahan kita? " tanya Aerith terlihat ragu untuk. bicara.
" Teman mu kan juga tahu, siapa itu namanya, yang sebangku dengan mu.. Nana... Nana siapa itu? "
" Nanako? " ujar Aerith mengingatkan suaminya itu.
" Nah itu dia.. Nanako kan juga tahu kita sudah menikah,, malah hadir saat pernikahan, jadi tidak apa.. " Ryuzaki terlihat sangat santai.
" Terang saja Nanako tahu dan hadir dalam pernikahan, kan dia yang sudah merencanakan untuk menjeb...... " mata Aerith langsung melotot kala dia sadar telah keceplosan.
" Menjeb.... Apa? " tanya Ryuzaki mulai memberi atensi penuh pada sang istri.
" Hahahaha... Kan Nanako yang merencanakan konsep pernikahannya dan dia juga teman baik ku jadi tidak apa dia tahu... Iya begitu,, hehehehe... " dalam hatinya Aerith sudah komat kamit berdoa agar Ryuzaki tidak curiga dengan ucapannya. Beruntung suaminya Aerith ini hanya mengangguk saja tanpa ada niatan untuk kembali bertanya.
" Kalau begitu aku masak dulu.. " ujar Ryuzaki ketika matanya menatap jam tangannya sudah pukul tujuh malam.
__ADS_1
" Aku bantu ya Ryuzaki san.. " Aerith menawarkan diri membantu.
" Tidak perlu.. Kau duduk saja di sana, biar aku yang masak.. "
" Anda tenang saja, kalau hanya memotong sayur aku pun bisa.. "
" Ck... Sudah sana duduk di sana saja nggak usah ganggu aku masak.. Atau kamu nggak aku masakin lho.. " ancam Ryuzaki ketika Aerith masih ngotot ingin membantu.
" Huft... Kalau begitu aku bersih-bersih aja boleh? " tanya Aerith.
" Hm.. Pokok nggak usah ganggu.. "
Ryuzaki langsung fokus ke bahan makanan yang dia sudah siapkan tadi. Dia akan memasak beberapa hidangan masakan China yang biasa bibi Ino masak. Dengan lincah tangan Ryuzaki yang memegang pisau menari diatas alas potong sayur dan daging itu. Bahkan suara pertemuan antara pisau dengan alas potong itu begitu merdu. Sepertinya Ryuzaki memang benar bisa memasak dan Aerith tidak perlu khawatir dengan rasanya nanti.
Bagi Aerith, Ryuzaki adalah pria yang sangat kuat dan juga begitu tangguh di ranjang. Sensasinya begitu mendalam pada tubuh Aerith, sangat lain dengan sugar daddynya yang cukup egois dan selalu mencari kepuasan sendiri tanpa memperdulikan Aerith. Mungkin juga karena Aerith adalah wanita yang dia bayar dengan kemewahan, membuat Maximus Keito berlaku sedikit kasar pada Aerith.
" Oh Tuhan... Pikiran mesum itu kenapa merasuki otak ku...? " gumam Aerith menggelengkan kepalanya berusaha mengusir pikiran mesum itu dari otaknya.
" Ryuzaki san... Tolong buatkan aku dua porsi ya.. Aku sangat lapar sekali saat ini.. " seru Aerith memanggilnya suaminya.
" Ck... Dia itu manusia apa babi, kenapa makannya banyak sekali.. " gerutu Ryuzaki dari arah dapur.
__ADS_1
" Ryuzaki san.... Aku mendengarnya lho... " seru Aerith membuat Ryuzaki berjengit kaget karena rupanya Aerith bisa mendengar suaranya.
Ryuzaki tidak lagi banyak berkomentar karena takut jika telinga Aerith mendengar cemoohan nya. Bisa perang Dunia lagi kalau begini ceritanya. Ryuzaki menurut saja saat diminta membuat dua porsi untuk Aerith, dalam hati dia hanya berkata awas saja jika Aerith tidak menghabiskan makanan yang dia buat.
Ketika makanan sudah di tata rapi di meja makan, Ryuzaki memanggil Aerith yang masih membersihkan ruangan menonton televisi. Begitu dipanggil, wanita yang bergelar sebagai istri Ryuzaki itu lekas ke ruang makan karena perutnya sudah berdemo minta untuk diisi. Ternyata belanja saja begitu banyak menguras tenaganya.
" Hei... Cuci tangan dulu!! " sentak Ryuzaki ketika melihat Aerith hampir mencomot masakan yang dia buat.
" Iya... Iya... Nggak usah pakai sekenceng itu ngomongnya.. " gerutu Aerith sambil pergi mencuci tangan.
" Kau itu jorok sekali.. Sebelum makan itu cuci tangan dulu agar tidak ada kuman yang menempel di makanan dan lari ke perut.. " omel Ryuzaki.
" Iya... Iya.. Sekarang aku makan ya.. Terima kasih makanannya... " Aerith langsung memasukan sesendok masakan Ryuzaki. Kedua matanya melotot ketika merasakan bagaimana lidahnya begitu dimanjakan dengan rasa lezat dari masakan yang suaminya buat.
" Enueak.. Enueak.. seklawai... " celoteh Aerith tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan.
" Telan dulu baru bicara.. " Ryuzaki menatap tajam mata Aerith, membuat gadis itu sedikit menunduk dan langsung memakan masakan dari suaminya yang ternyata begitu lezat sekali.
Setelah makan malam usai, Aerith dan Ryuzaki langsung masuk ke kamar mereka masing-masing. Aerith sendiri masih ada tugas dari dosennya termasuk dari suaminya sendiri. Jadi selagi dia belum mengantuk, dia harus segera mengerjakan tugas itu akan tidak semakin terbengkalai. Meski tidak semua harus besok dikumpulkan, Aerith tetap mencicil mengerjakan nya.
Sambil belajar, Aerith juga tengah berkirim pesan dengan Nanako dan menceritakan apa yang terjadi hari ini termasuk tentang Satoru san. Nanako pun terkejut, tapi dia percaya bahwa tidak mungkin jika masalah ini sampai bocor. Nanako menenangkan Aerith bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan tidak perlu khawatir.
__ADS_1
Disaat tengah asyik berkirim pesan dengan Aerith, pintu kamarnya diketuk dari luar. Aerith tahu itu adalah suaminya, tapi perlu apa hingga mengetuk pintu kamarnya di malam begini. Biasanya juga jika sudah masuk ke kamar, Ryuzaki tidak akan keluar lagi. Lalu apa tujuan dari suami Aerith mengetuk pintu kamarnya?