
Aerith berdiri menatap bangunan yang luas di depannya ini dengan hati yang tidak karuan rasanya. Sebenarnya Aerith engan melakukannya tapi karena bujuk dan rayu dari Matsuda san dan keluarga Hajime, akhirnya Aerith berangkat ke rumah sakit bersama dengan Kenzo kun. Ya, akhirnya Aerith dipaksa untuk ke rumah sakit untuk mengetahui kondisinya yang sebenarnya.
Kenzo memang hanya lah dokter umum saja, tapi dia bisa merasakan jika memang benar ada sedikit keanehan dalam tubuh Aerith. Pertama tebakannya benar, bahwa Aerith pernah mengalami pendarahan, dan rupanya Aerith pendarahan karena keguguran. Tapi Kenzo merasakan ada sesuatu yang lain dalam tubuh Aerith, karena itu dia menyarankan Aerith untuk ke rumah sakit dan menjalani tes menyeluruh.
" Selamat pagi dokter Kenzo.. Ada yang bisa kami bantu? " seorang suster jaga di meja informasi bertanya pada Kenzo. Usut punya usut, Kenzo adalah dokter tetap di rumah sakit ini.
" Saya ingin pasien saya ini menjalani pemeriksaan menyeluruh. MRI, RONTGEN, USG dan laboratorium juga.. Apakah bisa Anda membantu saya? " ucap Kenzo sopan.
" Tentu dokter.. Biasa saya tahu siapa nama dari pasien anda? " suster tadi hendak membuat jadwal untuk Aerith melakukan tes menyeluruh.
" Hirano Aerith.. Usia... " Kenzo menatap Aerith.
" Dua puluh satu tahun.. " ucap Aerith seolah tahu maksud tatapan Kenzo.
" Baik.. Silahkan ditunggu dulu, kami akan panggil jika sudah giliran anda melakukan pemeriksaan.. Karena ada beberapa pasien yang juga melakukan pemeriksaan menyeluruh. "
" Terima kasih suster.. " ucap Kenzo dan Aerith berbarengan.
" Ehm... Mau tunggu di sini atau ke cafe saja? " tanya Kenzo menawarkan. Takut Aerith bosan jika menunggu di ruang tunggu yang ada di rumah sakit.
" Disini saja.. Nanti bisa tidak tahu kalau pas dipanggil jika kita menunggu di cafe.. " Aerith memilih.
__ADS_1
" Tak apa jika ingin ke cafe.. Mereka nanti bisa mengirimkan pesan pada ku.. " Kenzo tidak menyerah untuk mengajak Aerith ke cafe.
" Boleh lah.. Tapi apa dokter tidak bertugas..? " akhirnya Aerith setuju.
" Aku tugas jaga malam.. Jadi baru mulai kerja jam delapan malam sampai delapan pagi.. " Aerith manggut-manggut.
Keduanya benar-benar berjalan ke cafe yang masih ada di area rumah sakit ini. Mereka memesan minuman dingin, dan kue untuk menemani mereka menunggu waktu Aerith dipanggil untuk pemeriksaan. Jujur saja Aerith takut saat ini, takut jika ada efek samping pada tubuhnya pasca dia keguguran. Aerith takut memiliki masalah dengan rahimnya dan membuat rahimnya perlu diangkat atau dia yang tidak bisa memiliki anak lagi.
Untuk dirinya yang sebatang kara ini, Aerith sangat menginginkan keturunan. Tidak peduli siapa yang menjadi penyumbang benihnya, yang penting Aerith bisa memiliki anak. Setelah yang terharu antara dirinya dan Ryuzaki, Aerith tidak lagi percaya bahwa cinta itu ada. Rasanya terlalu muluk-muluk jika dia menginginkan seseorang mencintai dirinya yang bisa dibilang tidak sempurna itu. Jadinya untuk Aerith saat ini, dia lebih men prioritaskan keturunan dibandingkan pendamping hidup.
" Maaf Aerith sebelumnya.. Tapi aku cukup penasaran dan ingin mengetahuinya.. Tapi kau bisa menolak jika tidak ingin menjawabnya.. Apa kau sudah menikah? Dan sekarang sedang kabur dari suami mu? " tanya Kenzo sedikit takut-takut.
" Aku bercerai.. Itu yang bisa aku katakan, dan aku pergi karena memang tidak ada yang bisa menjadi alasan aku untuk tetap disana.. Aku kehilangan calon anakku, dan suami ku memilih untuk menceraikan ku.. " jawab Aerith terbuka. Toh untuk apa ditutupi, jika nantinya bisa jadi boomerang baginya.
" Kok ada pria brengsek begitu? Disaat istri membutuhkan tapi justru dia malah menceraikan.. " gerutu Kenzo merasa sedikit kesal juga dengan mantan suami Aerith.
" Disini yang berperan sebagai yang salah adalah aku, kak.. Jadi dia menceraikan ku karena memang aku sejak awal menipunya dan terbongkar.. Jadi yah.... Dia pun memilih untuk menceraikan ku karena sakit hati aku tipu.. " Aerith tersenyum miris.
" Ternyata begitu.. Yah, mungkin kalian tidak berjodoh saja.. " Kenzo menanggapi.
" Betul sekali... Karena itu sekarang aku tidak mau ambil pusing.. " ujar Aerith tersenyum.
__ADS_1
BOHONG..
Tentu saja ucapan Aerith itu tidak benar-benar mewakili isi hatinya. Dia tidak benar-benar memiliki keinginan untuk melupakan Ryuzaki, karena untuk pertama kalinya dia jatuh cinta yang sesungguhnya ya pada Ryuzaki. Terserah bagaimana tanggapan dan sikap Ryuzaki, yang penting bagi Aerith adalah dirinya masih ingin menyimpan kenangan yang indah tentang mereka.
Lamunan Aerith buyar ketika Kenzo mengatakan jika sekarang adalah saatnya untuk Aerith melakukan pemeriksaan. Semuanya akan dites, dari ujung kepala sampai unjung kuku. Tes laboratorium pun juga akan dilakukan. Kenzo ingin mengetahui dengan jelas apa yang dia rasa janggal ketika memeriksa Aerith. Dan dia ingin melakukan pengobatan yang tepat untuk Aerith.
************
Matsuda san duduk di ruang kerjanya, memandang pigura besar yang berisikan anggota keluarganya yang memang sudah berpulang semuanya karena kecelakaan. Matsuda san bersama keluarga besarnya mengalami kecelakaan mobil beruntun dan ajaibnya hanya dia yang selamat. Istri, kedua anaknya, adik, adik ipar, dan keponakannya, semua meninggal dalam kecelakaan itu.
Tapi bukan itu yang mengisi pikiran Matsuda san. Bukan kondisi keluarganya yang sudah tiada, tapi ada satu sosok yang bukan merupakan keluarganya, tapi merupakan cinta pertamanya. Wanita itu ikut berfoto dengannya dan keluarga. Wanita yang merupakan saudara angkatnya, tapi berhasil menghancurkan hidupnya karena kepergiaan nya.
" Moana... Kenapa dia mirip sekali dengan mu? " gumam Matsuda san sedih.
" Apakah ini hadiah dari Tuhan untukku sebelum aku meninggal dunia? Kau yang membawa seluruh jiwa ku pergi bersama mu, kini kau hadirkan seseorang yang begitu mirip dengan mu.. " lanjutnya.
Matsuda san memang bukan pria baik-baik semasa hidupnya. Dia jatuh cinta pada saudara angkatnya sendiri. Bahkan ketika dia sudah menikah dengan istrinya, dia tidak berhenti mendekati saudara angkatnya itu. Hingga suatu hari, hubungan terlarang mereka diketahui oleh semua keluarganya. Wanita itulah yang menjadi bulan-bulanan seluruh keluarga dan akhirnya diusir dari rumah.
Sejak kepergian wanita itu, Matsuda san seolah kehilangan semangat hidupnya. Dia menjalani hidup hanya demi suatu hari nanti bisa melihat kembali dan bertemu kembali dengan wanita yang menjadi pujaan hatinya itu. Matsuda Moana, wanita yang sangat cantik, rambutnya hitam dan panjang, parasnya ayu, belum lagi lesung pipi yang selalu membuat Matsuda san enggak untuk memalingkan wajah.
" Moana... Mungkin kan dia adalah keturunan mu? Bolehkah jika kau merawatnya dan menggantikan mu merawatnya? " gumam Matsuda san.
__ADS_1