Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Berbicara serius dengan Aerith


__ADS_3

Ryuzaki berjalan cepat di lorong-lorong rumah sakit untuk mencari keberadaan sang istri. Jantungnya kini sedang berdetak dengan kencang karena ketakutan demi ketakutan yang ada di dalam pikirannya ketika memikirkan keadaan sang istri saat ini. Ketika berpapasan dengan suster atau dokter yang mungkin melihat Aerith, dia selalu bertanya apakah ada yang melihat istrinya. Namun jawabannya selalu tidak.


Hingga ketika sudah sepuluh menit Ryuzaki, dia akhirnya melihat siluet istrinya sedang duduk di bangku yang ada di taman samping dekat dengan parkiran mobil. Tak banyak bicara, Ryuzaki langsung berlari ke arah sang istri. Dalam hati, kini dia bisa bernafas lega sang istri baik-baik saja. Namun ketika hendak memanggilnya istrinya, dari tempatnya kini berdiri Ryuzaki bisa melihat pundak sang istri yang duduk membelakanginya nampak bergetar hebat. Istrinya sedang menangis saat ini.


Ryuzaki langsung mundur beberapa langkah dan berdiri di belakang sebuah pohon besar yang berada tidak jauh di tempat Aerith duduk. Bahkan sangat dekat sehingga gumaman Aerith terdengar sampai ke telinganya. Ryuzaki terkejut dengan semua ungkapan sang istri, hatinya tiba-tiba mengiba pada nasib yang selama ini dialami sang istri. Dan kini, dia pun ikut menjadi salah satu pemberi rasa sakit pada sang istri.


" Bodohnya ibu, telah jatuh cinta padanya sedalam ini.. " Gumam Aerith terlihat sangat sedih sekali.


Ryuzaki terpaku di tempat mendengar gumaman sang istri. Rupanya Aerith telah jatuh hati padanya karena itu Aerith mendiamkannya karena sakit hati atas peristiwa di resto saat itu. Kini Ryuzaki paham betul penyebab sang istri jadi mendiamkannya selama ini. Tapi, apa yang harus Ryuzaki lakukan saat ini, dia belum bisa membalas perasaan Aerith. Ryuzaki juga tidak ingin memberikan harapan palsu karena meski mereka sepakat menjalani, tapi yang namanya perasaan tidak bisa dipaksakan.


Ryuzaki sendiri belum bisa menyimpulkan perasaannya sendiri pada Rena, mantan calon istrinya dan perasaannya pada Aerith, istrinya. Lalu, bagaimana dia memberikan keputusan atas apa yang dia dengar saat ini, tentang perasaan sang istri padanya. Ryuzaki berpikir dalam diam, tetap berdiri di tempatnya berada sambil menunggu sang istri tenang. Tak lama, Ryuzaki melihat Aerith tertidur di kursi taman, mungkin terlalu lelah menangis sehingga membuatnya tertidur.

__ADS_1


" Maafkan aku... Mungkin aku terlalu kejam pada mu, karena belum bisa memberikan keputusan apapun pada mu.. " gumam Ryuzaki sebelum mengangkat tubuh sang istri ke dalam gendongannya dan membawanya kembali ke kamar.


Dalam perjalanan dari taman ke kamar rawat Aerith, semua mata memandang pasangan suami istri ini. Semuanya terlihat senyum-senyum sendiri dan menilai bahwa pasangan ini begitu romantis. Tanpa semua orang tahu, keduanya bahkan tidak pernah beromantis ria sejak awal mereka menikah sampai sekarang.


Ryuzaki membaringkan tubuh Aerith di ranjang, kemudian menyelimuti tubuh Aerith. Mengusap pelan perut sang istri yang terlihat sedikit membuncit kemudian mengecup kening Aerith. Ryuzaki memilih duduk di kursi samping Aerith, kemudian memejamkan matanya untuk mengistirahatkan pikirannya sejenak saja. Sebelum nantinya dia akan mengajak Aerith bicara ke arah yang lebih serius.


" Eugh... " lenguhan Aerith ketika dia bangun dari tidurnya sekitar dua jaman.


" Maafkan aku atas apa yang kau lihat di resto.. Tapi bisakah kau memberiku waktu untuk memberikan penjelasan yang lengkap, tapi tidak sekarang.. Alasannya karena meski dia adalah wanita yang pernah aku cintai, dia juga merupakan wanita yang mengukir luka paling dalam di hati ku.. " Ryuzaki menatap wajah Aerith untuk melihat respon dari istrinya.


" Hm... Tapi bisa kan menceritakan kejadian di resto.. Apa anda janjian bertemu dengannya? Kalau tidak salah aku mengingat, dari cerita sepupu anda saat pesta pernikahan kita, wanita itu bernama Hibiki Rena kan? " tanya Aerith menuntut penjelasan. Jika tidak bisa menjelaskan akar masalah kemarin, maka cukup jelaskan kronologi ceritanya saja.

__ADS_1


" Aku tidak tahu dia ada di sana, tiba-tiba saja dia memeluk ku dan aku sangat terkejut dengan kedatangannya jadi aku diam saja saat dia peluk.. Maaf untuk itu.... Dia menghilang selama lima tahun dah baru kembali, tapi aku tidak tahu kapan tepatnya dia kembali karena kami lost contact setelah dia memilih pergi... Jadi tidak mungkin aku janjian dengannya... " jawab Ryuzaki sangat lancar dan percaya diri.


Aerith tidak bisa percaya begitu saja karena manusia itu bisa berbohong kapan pun mereka mau. Karena itu Aerith menatap kedua bola mata Ryuzaki untuk mencari tahu apakah ada kebohongan disana. Aerith bisa bernafas lega karena justru kejujuran yang ada di kedua mata suaminya.


" Apa yang akan anda lakukan kedepannya setelah anda kembali bertemu dengannya? Bukankah kisah cinta kalian belum usai? " tanya Aerith ingin tahu apa keputusan Ryuzaki setelah pertemuan dengan Rena.


" Huft.... " Ryuzaki menghela nafas sedikit kasar. Kesal karena istrinya bertanya seperti itu seolah dia adalah pria bajingan yang tidak bertanggung jawab saja.


" Apalagi memangnya yang akan aku lakukan padanya, tentu saja aku tidak peduli... Dengar Aerith, aku tidak bisa memberi mu penjelasan sedetail yang kau inginkan, tapi aku bisa jamin bahwa aku tidak akan mengkhianati hubungan yang kita jalani, Aku berani menjamin itu.. " jawab Ryuzaki sangat mantap.


Aerith mengangguk, anggap saja dia menerima penjelasan yang Ryuzaki utarakan barusan. Toh, dipaksa seperti apapun, suaminya ini tidak akan mengubah keputusan. Jadi lebih baik menerima saja daripada memperbesar masalah mereka dan berakhir dirinya sendiri yang pusing.

__ADS_1


Lagipula, entah apa yang terjadi pada kedua orang itu nanti. Ending pernikahan Aerith tetaplah sebuah perpisahan, karena Aerith yakin seyakin yakinnya, bahwa tidak akan ada cinta untuknya di hati suaminya.


__ADS_2