Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Usaha yang gagal


__ADS_3

" Aerith chan... Ayo kemari.. Kita panen sama-sama.. " teriak ibu-ibu yang tengah berangkat ke kebun untuk memetik teh.


" Iya bik.... " sahut Aerith dari teras rumah Matsuda san.


Memang sudah lama sekali Aerith tidak ikut ke kebun untuk panen teh. Terhitung sejak dia divonis mengidap kanker otak stadium awal, sejak itu Aerith sibuk dengan pengobatannya. Belum lagi, dia harus ikut memantau perusahaan milik mendiang Max, meski sudah ada Irei san yang membantunya. Aerith bahkan meminta Irei san untuk mencarikan tenaga bantu agar perusahaan tidak sampai mengalami imbas karena pergantian kepemimpinan.


Aerith beruntung, dia dikelilingi orang-orang yang menyayangi dia dengan tulus saat ini. Rupanya, Tuhan tidaklah begitu kejam padanya. Terbukti Tuhan mengirimkan orang-orang yang menyayanginya dengan tulus. Max, Matsuda san, keluarga Hajime, Irei san, dan banyak lagi orang-orang di tempat ini yang menyayangi Aerith.


Dulu dia di buang, namun kini dia begitu disayang oleh orang-orang yang berada disini. Rasanya tidak sia-sia penderitaan yang dia rasakan selama ini, karena akhirnya dia bahagia dengan cara yang begitu indah. Takdir hidupnya adalah perjalanan yang begitu membekas bagi Aerith.


" Aerith.. Apa kau ingin ke kebun? Kakek akan menemani mu.. " Matsuda menawarkan. Kondisi Aerith sudah bisa dikatakan sembuh meski masih check up ke dokter sebulan sekali.


" Bolehkah kek? Jujur saja aku malu dengan penampilan ku yang sekarang.. " Aerith tertunduk lesu.


" Memangnya kenapa dengan penampilan mu? Apa karena rambut ku belum tumbuh? Kecantikan itu tidak dilihat dari seberapa panjang rambutnya, cucu kakek... " ujar Matsuda san berusaha untuk membanggakan hati sang cucu.


" Tapi kek... "


" Dengarkan aku ya... Justru ketika ada seseorang yang mau menerima kita yang dalam kondisi terburuk.. Orang itu adalah cinta sejati kita.. "


" Hehehehe.. Kakek romantis juga.. "


" Kau ini... Kakek bicara serius tapi kau malah menganggap kakek bercanda.. "

__ADS_1


Cup...


" Terima kasih kek.. Dan kakek adalah salah satu orang yang tulus itu.. " Matsuda san tersenyum. Hatinya berbunga-bunga karena sang cucu mencium pipinya. Hal yang seharusnya bisa dia dapatkan sejak dulu andai dia tidak egois dan lebih berani memperjuangkan apa yang dia sayangi.


" Ayo.. Kakek akan mengantar mu untuk melihat-lihat kebun teh milik kakek.. " Aerith segera beranjak dari duduknya..


Mereka hendak naik ke sebuah mini van milik Matsuda san, namun seseorang menghentikan mereka. Awalnya Aerith acuh, namun seketika matanya terbuka lebar dan melotot tidak percaya melihat siapa yang ada di depannya. Satu tahun lebih, dan ketika bertemu lagi seperti ini kenapa rasanya masih sangat menyakitkan.


************


Begitu mendapatkan info dari Kaien kala itu, Ryuzaki langsung mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan dari Aerith di Shizuoka. Meski begitu kini sudah tiga bulan berlalu, dan masih belum ada kabar dari anak buahnya mengenai keberadaan Aerith. Apakah ada seseorang yang menutupi keberadaan Aerith sehingga Ryuzaki tidak kunjung menemukannya.


BRRAAAKKK


" Maafkan kami tuan.. Kami sudah menyisir ke seluruh wilayah di Shizuoka sampai ke tempat yang terpencil sekalipun, tapi kami tidak menemukan keberadaan Nona Aerith.. " dengan penuh penyesalan, pemimpin dari orang-orang yang bekerja di bawah nama Ryuzaki, melapor.


" Kalian bilang sudah menyisir semua tempat.. ? Kenapa kalian melakukannya? Sudah aku katakan Kaien melihat Aerith di rumah sakit, tinggal kalian menyelidiki rumah sakit itu.. Kenapa kalian bodoh sekali? " Ryuzaki merasa heran sendiri dengan pergerakan anak buahnya.


" Kamu sudah melakukannya tuan, tapi tidak ada pasien bernama Hirano Aerith, dan lagi kami mengawasi rumah sakit itu dan tidak menemukan adanya keberadaan dari nona Aerith.. "


" Sial.. Sial... Sial.... " Ryuzaki meninju udara saking kesalnya.


Tidak bisa mengharapkan anak buahnya, Ryuzaki merasa perlu meminta bantuan pada daddy Hoshi. Pengaruh yang daddy nya miliki di Jepang, akan mempermudah dirinya mencari keberadaan Aerith. Tidak masalah dia harus merendahkan dirinya di depan sang daddy, karena itu lebih baik jika dibandingkan dirinya yang tidak segera mendapatkan keberadaan Aerith.

__ADS_1


Rasanya tebakan Ryuzaki memang ada benarnya tentang seseorang yang menutupi keberadaan Aerith di Shizuoka. Melihat bagaimana daddy nya menanggapi apa yang dikeluhkan olehnya, sudah barang pasti daddy nya menjadi orang yang terlibat dengan itu semua. Apakah daddy nya menemui Aerith secara diam-diam tanpa sepengetahuannya, tapi kapan dan dimana?


" Jadi ini semua karena daddy? " tanya Ryuzaki memastikan kecurigaan nya.


" Jika iya... Memangnya kenapa.. dan jika tidak memang nya kenapa? " Hoshi san malah balik bertanya. Tidak ada ceritanya dia bisa diintimidasi oleh putranya sendiri.


" Kenapa daddy melakukannya? Aku sedang mencari Aerith dan daddy menghalangi nya.. " protes Ryuzaki sudah menaikkan satu oktaf nada bicara nya.


" Aerith yang memintanya... Dan lagi, kenapa kau mencari dia sekarang setelah kau bertunangan dengan Rena.. Aku dengar Rena sedang hamil saat ini, bukankah itu anak mu? " sarkas Hoshi san.


" Itu bukan anak ku dad... Dari mana kau yakin itu bukan anak mu? Bukankah kalian melakukannya beberapa bulan yang lalu? " Ryuzaki mengepalkan kedua tangannya erat.


" Itu memang bukan anak ku dad,, aku berani bersumpah.. Aku sudah menemukan siapa pria yang menghamili dia dan aku akan membuat mereka berdua pergi dari hidup ku selamanya.. " dengan yakin Ryuzaki berucap.


" Aerith dalam masa pemilihan akibat sakitnya yang parah. Jadi dia membutuhkan ketenangan. Dia bertemu secara tidak sengaja dengan Kaien dan Kyomi dan dia pun ketakutan jika mereka mengatakannya pada mu.. Karena itu ketika daddy mendatangi Aerith saat pemakaman mendiang Keito san, daddy dan dia membuat kesepakatan.. " terang Hoshi san.


" Kesepakatan apa dad? Ayolah... Jangan bicara setengah-setengah daddy.. " Ryuzaki sangat tidak sabaran.


" Kesepakatan untuk tidak membiarkan kalian bertemu selama waktu yang tidak bisa ditentukan... " baju Ryuzaki langsung lemas. Tidak percaya bahwa yang menggagalkan semua usahanya selama ini adalah daddy nya sendiri dan juga Aerith.


Dengan lemas Ryuzaki pergi meninggalkan ruang kerja daddy Hoshi. Namun seketika dia berhenti ketika daddy Hoshi mengatakan sebuah nama salah satu Perfektur di Shizuoka.


" Selesaikan urusan mu dengan Rena terlebih dahulu jika kau menginginkan detail lokasinya.. "

__ADS_1


__ADS_2