Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Nanako dan Kotaka


__ADS_3

Berita tentang Aerith yang masuk ke rumah sakit, akhirnya sampai di telinga Nanako. Dan siang ini, sepulang kuliah, dia langsung otw menuju ke rumah sakit tempat dimana Aerith di rawat. Dia datang bersama sang kakak, yaitu Miaki Kotaka. Nama yang menjadi nama di kontak ponsel Aerith untuk sang daddy sugarnya.


Nanako datang membawa berbagai macam buah yang sekiranya akan digemari oleh wanita yang hamil muda, dan juga membawa makanan request dari Aerith, katsu bento yang dijual di dekat mampir. Entahlah kenapa sejak hamil Aerith paling suka dengan makanan yang dijual di tempat itu. Kemarin saja, dia meminta untuk dibelikan beef bento, sekarang ganti katsu bento.


Betapa hebohnya saat ini ruang rawat Aerith saat Nanako dan Kotaka sudah datang. Bahkan Kotaka marah-marah karena tidak diberi tahu dengan segera bahwa Aerith masuk rumah sakit. Kotaka juga tidak diberi tahu jika Aerith sudah menikah, dan dia kesal karena hal itu. Gagal sudah cita-citanya menikahi Aerith karena sekarang wanita yang dia cintai sudah menikah.


Jelas Kotaka akan kalah saing jika disandingkan dengan keluarga sekelas keluarga Narita. Meski keluarga Miaki juga termasuk keluarga kelas atas, tapi jika dibandingkan keluarga Narita masih kalah jauh.Maklum saja, keluarga Narita itu sudah kaya raya sejak jaman nenek moyang. Tidak akan bisa disandingkan dengan keluarga kaya raya lainnya.


" Kenapa tidak minta aku saja bertanggung jawab? Aku tidak akan menolak.. " tanya Kotaka menggebu karena Aerith dan adiknya ini tidak menceritakan tentang kehamilan Aerith yang tidak diinginkan oleh sugar daddy nya.


" Ck... Niishan itu tidak penting, buat apa kami bicarakan masalah ini dengan mu.. " sahut Nanako memutar bola matanya jengah.


" Tidak penting kata mu... Baik,, minta saja uang jajan pada otousan dan okaasan.. " ujar Kotaka acuh kembali melihat ke arah Aerith meminta jawabannya untuk dijawab.

__ADS_1


" Jangan.... Kenapa selalu itu yang niishan bicarakan? Meminta uang saku ke mereka, sama saja menyuruh ku untuk hidup miskin... Oh.... Tentu tidak mau.. " Nanako bertingkah.


Kotaka tidak memperdulikan adiknya adiknya yang memang aneh bin ajaib itu. Dia lebih fokus menatap wajah dari wanita yang dia cintai dalam diam selama beberapa tahun belakangan ini. Bukan Aerith tidak tahu perasaan dari kakak sahabat baiknya ini. Tapi Aerith sadar diri siapa dirinya dan hal itu membuat dia enggan menerima pernyataan cinta dari Kotaka.


Sudah beberapa kali Kotaka menyatakan cinta padanya, dan sebanyak itu pula Aerith menolaknya. Kotaka adalah putra tinggal di seluruh keluarga Miaki. Jelas dia akan menjadi penerus dan mendapatkan sorotan banyak orang termasuk media. Apalagi jika itu jodohnya, pasti akan diulas habis oleh media. Dan Aerith tidak ingin, Kotaka menjadi malu karena kehidupannya yang jauh dari kata baik itu.


Meski Kotaka mengatakan menerima apa adanya yang ada di dalam diri Aerith, bukan ada apanya. Tapi pasti tidak seperti itu dengan tuan dan nyonya Miaki. Dan karena tidak ingin menempatkan Nanako dan Kotaka dalam situasi bertentangan dengan kedua orang tua mereka, Aerith menolak Kotaka dan tidak menampakan diri di depan orang tua Nanako sebagai teman baiknya.


" Kau sudah tahu kan apa jawaban ku, dan juga alasan ku. Kenapa masih bertanya? " ucap Aerith menjawab pertanyaan dari Kotaka.


" Oh ayolah... Kenapa kau membahas diri ku yang masih ingusan..? Itu memalukan kau tahu.. Dan kau menjenguk ku tidak membawa apa-apa? Tega sekali... " rengek Aerith seperti anak kecil tidak dibelikan permen. Aerith sengaja begini untuk mengalihkan perhatian dari Kotaka yang terus menuntut jawabannya.


" Oh.. Maaf... Maafkan aku,, tadi aku... aku dari kantor,, jadi tidak tahu akan kemari... Maafkan aku ya,, kau ingin apa? Biar aku minta asisten ku membelikannya untuk mu.. " Kotaka panik. Bodohnya dia menengok orang sakit tapi hanya membawa pakaian dan badan saja.

__ADS_1


" Aku ingin dimsum.. Dan itu harus kau yang memasak, bisa? " tanya Aerith terlihat imut ketika mengeluarkan jurus puppy eyes nya.


Kotaka segera berbalik dan mengangguk, serta keluar dari ruangan Aerith tanpa bicara apapun. Aerith dan Nanako sampai tertawa ngakak, melihat tingkah konyol Kotaka. Dan kenapa sampai Kotaka pergi tanpa kata ketika melihat puppy eyes milik Aerith. Karena jika tidak begitu, maka Kotaka akan mimisan. ini sudah sering terjadi, mungkin karena itu dia memilih pergi begitu saja.


" Mengurusnya itu susah sekali.. " keluh Aerith.


" Itu semua karena kau keseringan menolak cintanya. Dia tulus pada mu Aerith, kenapa kau menolaknya terus? " tanya Nanako jadi kesal kalau mengingat kakaknya selalu sedih saat Aerith menolaknya.


" Sudah tahu apa jawaban ku, kenapa masih bertanya.? Aku tidak ingin membuat kalian kesulitan karena ku.. Oke.. " Nanako mengangguk karena memang dia tahu apa alasan Aerith. Malah terkadang Nanako merasa kesal pada orang tuanya karena sifat mereka yang keras. Andai tidak, sudah sejak lama Aerith menjadi kakak iparnya.


Sambil menunggu dimsum yang dimasak oleh Kotaka entah dimana dia memasaknya, Aerith dan Nanako mengobrol banyak. Salah satu obrolan mereka itu adalah tentang sosok yang telah melakukan ini semua pada Aerith. Nanako sungguh tidak percaya bahwa Aerith akan mengalami pelecehan seksual. Beruntung keluarga Narita uang memergoki dan kasus ini diredam sampai media tidak ada yang tahu. Coba kalau sugar daddy Aerith yang tahu, sudah berakhir semuanya.


" Beruntung bukan sugar daddy mu yang mengurus masalah ini.. Kalau sampai iya, sudah pasti tamat pria mesum itu.. "

__ADS_1


Kriett....


Bertepatan dengan ucapan Nanako tadi, pintu kamar Aerith terbuka dan muncul Ryuzaki disana. Aerith dan Nanako sama-sama terkejut, oh tidak,, mereka berdua sama-sama memikirkan hal yang sama pula. Apakah Ryuzaki mendengar ucapan Nanako. Karena tadi, Nanako bicara dengan suara yang cukup keras.


__ADS_2