
Senyum merekah terus menghiasi bibir Aerith yang dengan penuh percaya diri berjalan keluar kampus untuk pergi ke resto bento yang ada di depan kampus. Hatinya sungguh berbunga-bunga, senang karena suaminya kini begitu peduli padanya. Bahkan pembicaraan terakhir mereka semalam masih terus terngiang di telinga Aerith.
" Mari kita coba hubungan ini... Demi anak dalam kandungan mu. Benar kita sama-sama belum ada rasa, tapi tidak ada salahnya kita mencoba.. Kita mulai hubungan ini dengan dasar keseriusan ya... " seperti itulah kata yang Ryuzaki ucapkan.
Dalam hati memang Aerith berharap bahwa akan ada masa depan yang baik untuk mereka. Apalagi suaminya sudah mengatakan akan memulai semuanya dari awal berlandaskan keseriusan untuk membina keluarga. Demi mereka dan yang paling penting demi anak dalam kandungan Aerith.
Aerith tidak berhenti mengusap lembut perutnya yang memang sudah ada sedikit tonjolan meski belum benar-benar kelihatan. Dulu dia ketakutan anak dalam kandungannya akan menanggung dosa yang dia perbuat tapi sekarang ini sungguh dia merasa anak ini akan bahagia karena di sayangi oleh ayahnya, meski itu bukan ayah biologisnya.
Memang Aerith merasa bersalah, tapi asalkan anaknya bahagia, dia rela menanggung dosa ini seumur hidupnya. Tidak ada seorang ibu yang ingin anaknya menderita. Karena semua pasti ingin anak mereka bahagia.
" Ayo nak.. Kita pergi bertemu ayah.. " gumam Aerith tersenyum sambil mengelus perutnya.
Kaki jenjang Aerith melangkah menyeberang jalan besar yang ada di depan kampus. Ada seorang penjaga yang membantunya menyeberang karena begitulah tugas penjaga ini setiap harinya. Aerith tidak berhenti tersenyum dan menyapa siapa saja yang lewat berselisih jalan dengannya. Bisa dilihat pancaran kebahagiaan yang terlihat di wajahnya.
" Selamat datang... " seorang pelayan di pintu resto bento ini menyapa Aerith.
" Terima kasih kak... " Aerith sejenak berhenti untuk menyapa dan mulai melanjutkan langkahnya.
Kedua mata Aerith menelisik setiap sudut tempat ini, dan dia pun menemukan sosok suaminya yang tengah mengantre untuk memesan makanan. Senyum Aerith tidak pernah luntur dengan kaki yang melangkah mantap menghampiri tempat dimana suaminya berada.
" Ryu..... " ucapan Aerith terhenti ketika kedua matanya melihat ada seorang perempuan yang memeluk tubuh suaminya dan hebatnya suaminya sama sekali tidak mendorong wanita itu.
__ADS_1
Kepala Aerith langsung pusing seketika, pandangannya mulai kabur tapi dia paksakan untuk melihat adegan demi adegan film romantis di depannya. Mata Aerith membola ketika melihat wanita itu mencium pipi Ryuzaki dan bahkan suaminya itu hanya diam tanpa respon. Lalu ucapan wanita itu, Aerith mendengarnya. Yang membuat hatinya serasa ditikam ribuan pisau dan itu sangat sakit sekali.
" Tentu saja karena aku merindukan mu.. Apa kau tidak merindukan ku? Rasanya begitu senang bisa kembali dalam pelukan mu.. Aku begitu mencintai mu, Ryuu kun... "
Seketika itu pandangan mata Aerith sudah gelap gulita. Hatinya, kepalanya dan perutnya tiba-tiba saja terasa sakit dalam waktu yang bersamaan.
BRRUUKKK
" Aerith.... "
Ryuzaki langsung mendorong tubuh Rena dan berlari ke arah Aerith. Tubuh istrinya tergeletak di lantai dan sangat dingin. Jantung Ryuzaki seperti diremas-remas melihat kondisi sangat istri.
" Ryuu kun... Berhenti... Kenapa kau meninggalkan ku? Dia siapa? " Rena mencekal tangan Ryuzaki yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari pria itu.
" Lepas... Jangan melampaui batasan mu..!! " nada bicara Ryuzaki terdengar begitu dingin dan tidak tersentuh. Refleks Rena melepaskan cekalan tangannya pada tangan Ryuzaki dan membiarkan pria itu pergi.
" Sial.... Tapi bagus juga wanita itu melihat semuanya.. Dengan begini, hubungan mereka akan renggang seiring berjalannya waktu.. " gumam Rena berbalik dan meninggalkan resto itu.
********
Di depan ruangan penanganan Aerith, Ryuzaki terduduk dengan tangan yang mencengkeram erat kepalanya. Rasanya dia frustasi ketika melihat Aerith tidak sadarkan diri bahkan tubuh nya begitu dingin tadi. Ryuzaki kembali mengingat ucapan dokter kandungan Aerith saat itu. Jika sampai terjadi sesuatu pada istri dan anaknya, maka Ryuzaki akan dihinggapi rasa bersalah dan penyesalan seumur hidupnya.
__ADS_1
Dia tidak memikirkan kemunculan Rena sama sekali. Dia pun heran kenapa dia biasa-biasa saja saat Rena memeluknya tadi. Perasaan cinta yang dia miliki untuk Rena seakan telah menghilang entah kemana. Ryuzaki tadi hanya shock saja karena tiba-tiba dipeluk oleh wanita yang selama lima tahun ini menghilang dan dulu telah menoreh luka di hatinya.
Sungguh saat ini yang menjadi prioritas Ryuzaki hanyalah Aerith saja, tentu juga dengan buah hatinya. Lamunan Ryuzaki buyar ketika ruangan dokter terbuka dan dokter kandungan yang menangani Aerith keluar.
" Bisa kita bicara di ruangan saya sebentar, tuan muda.. " Ryuzaki mengangguk dan mengikuti langkah kaki dokter menuju ke ruangannya.
Selama beberapa saat dokter itu hanya terdiam membaca laporan kesehatan Aerith. Rasanya dokter ini tidak lagi bisa menutupi masalah ini atau nyawa Aerith akan terancam. Awalnya dokter ini tidak mau bercerita atas permintaan Aerith yang tidak ingin asal usul anaknya diketahui oleh keluarga suaminya. Tapi jika ini taruhannya adalah nyawa, tidak ada yang bisa dia tutupi lagi.
" Apa anda tahu bahwa nyonya muda pernah mengalami kekerasan seksual hingga pendarahan hebat dua tahun yang lalu? " tanya dokter memancing seberapa tahu suami Aerith ini sehingga dia bisa mengukur seberapa banyak dia bisa menceritakan tentang Aerith.
" Nyonya pernah mengalami kekerasan hingga melukai rahimnya.. Karena itu rahim nyonya muda sangat lemah. Jujur saja, jika ada pilihan tidak hamil, maka saya akan menganjurkan itu untuk nona. Karena semakin besar kandungan nyonya, maka itu akan semakin menyakiti nyonya... "
Ryuzaki terkejut, sangat terkejut.. Dia susah tahu bahwa Aeriht tidak lagi perawan ketika mereka melakukannya malam itu. Tapi sejak malam itu Aerith hanya berhubungan dengannya jadi Ryuzaki yakin itu adalah anaknya. Tapi tentang Aerith yang mengalami itu semua, dia sungguh tidak tahu menahu.
" Dua tahun lalu dok? Apa dia juga pernah hamil sebelum ini? " tanya Ryuzaki setelah berhasil menguasai hatinya.
" Tidak.. Karena setelah itu saya memasangkan KB pada nyonya muda karena kondisi rahimnya tidak bisa dihamili. Tapi kemudian beberapa bulan yang lalu, KB itu dilepas karena masanya habis dan nyonya muda mengatakan dia tidak akan KB karena dia tidak memiliki urusan dengan pria manapun saat itu. Dan jika anda pria terakhir bersama nyonya maka benar itu adalah anak anda... "
" Yang perlu saya tekankan saat ini adalah, kondisi nyonya sudah tidak lagi seperti beberapa hari yang lalu. Kandungannya akan semakin menyakitinya terus dan terus seperti itu. Entah apa yang terjadi tadi, tapi itu berhasil membuat nyonya kembali ke kondisinya yang dulu. Rahimnya lemah, dan nyawanya juga akan terancam.. "
Ryuzaki langsung lemas saat itu juga. Dia dilema dan lebih pada rasa penasaran kenapa Aerith bisa mengalami ini semua dan jika dia tahu hal ini, kenapa Aerith mempertahankan bayi mereka. Haruskan Ryuzaki menyerah?
__ADS_1