Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Tahu tentang semuanya


__ADS_3

Ryuzaki dan kedua saudara kembarnya berlarian menuju ke dalam gedung rumah sakit begitu mendapatkan kabar bahwa Aerith menghilang. Ryuzaki sudah panik setengah mati bahkan dia sama sekali tidak bisa berpikir jernih saat ini. Dia meninggalkan semua pekerjaannya begitu saja tanpa izin terlebih dahulu. Pikir Ryuzaki saat ini hanya menemukan keberadaan Aerith.


" Tuan.. " dokter yang merawat Aerith memberi hormat pada ketiga tuan muda Narita.


" Bagaimana dia bisa menghilang? Apa kalian sudah mencari ke semua sudut rumah sakit ini? " tanya Ryuzaki beruntun.


" Seorang dokter dan suster palsu masuk ke ruangan nyonya muda dan membawa nyonya muda pergi.. Semua terlihat di CCTV tuan muda.. " ujar dokter itu menunduk, dia sangat takut saat ini, takut dianggap lalai dan bisa berakhir dirinya dipecat dari pekerjaannya.


" Bawa kami ke ruang CCTV... " Daigo yang meminta.


" Mari tuan.. Saya akan membimbing jalannya.. "


Benar tentang apa yang tadi dokter katakan, dua orang dengan pakaian dokter dan suster masuk ke ruangan Aerith. Jelas tidak akan ada yang curiga dengan itu semua, karena mereka memakai masker sama dengan para tenaga medis di rumah sakit j I. Ryuzaki juga bisa melihat Aerith dibawa dengan kursi roda keluar dari rumah sakit tapi dibawa kemana tidak bisa dilihat karena pintarnya pihak penculik memarkirkan mobil mereka di tempat yang tidak terlihat oleh CCTV.


" Ada tambahan informasi lagi selain ini? " tanya Daigo. Ryuzaki sudah tidak mampu berkata lagi karena lidahnya kelu, melihat istrinya dalam kondisi tidak berdaya diculik.


" Menurut orang-orang yang melihatnya, ada ambulans yang tadi parkir di depan tapi hanya sebentar lalu pergi lagi. Setelah kami cek, itu bukan mobil ambulans rumah sakit ini.. Bisa kami simpulkan mereka membawa nyonya muda menggunakan mobil ambulans itu. " lapor seorang pekerja bagian keamanan.


" Apa ada yang melihat plat mobilnya.. ? " nampak yang berada di sana menggeleng.


" Tanyakan pada semua pemilik mobil yang terparkir di dekat ambulans itu.. Minta izin mereka untuk melihat CCTV yang terpasang di mobil mereka. Aku yakin pasti salah satu ada yang merekamnya.. " ucap Ryuzaki mendapatkan ide.

__ADS_1


Beberapa orang pihak rumah sakit, diikuti orang-orang keluarga Narita semuanya berlarian keluar ruangan CCTV untuk menuju ke bagian informasi agar bisa mendapatkan izin melihat CCTV. Beruntung sekali orang-orang sangat baik sehingga mereka mau membantu. Ada sekitar lima puluh mobil, dan sekarang ini semuanya berbagi tugas untuk melihat satu per satu kelima puluh SD card dari CCTV mobil yang terparkir di depan ambulans tadi.


" Mata ku rasanya lelah sekali? " gumam salah seorang petugas keamanan yang membantu keluarga Narita untuk melihat CCTV mobil.


" Fokus.. Aku minta tolong pada kalian semua.. Aku akan memberikan bonus pada kalian jika kita berhasil mendapatkannya.. Maaf merepotkan tapin kondisi istri ku sedang tidak baik-baik saja saat ini.." Ryuzaki berbicara dengan nada memelas.


" Maafkan saya tuan muda.. Saya akan semangat untuk mencari.. " petugas tadi langsung kembali bersemangat. Siapa saja pasti akan merasa sedih jika kehilangan istri disaat sangat istri tengah sakit. Sungguh mereka semua yang membantu Ryuzaki sangat iba dengan kondisi pasangan ini.


Hampir satu jam mereka mencari, tapi tidak satu pun yang menemukan adanya mobil ambulans yang terekam oleh CCTV mobil yang terparkir. Hampir semuanya menyerah, Ryuzaki pun juga hampir menyerah. Namun seseorang mengagetkan semua yang ada di ruangan itu.


" Ketemu.. Nomor platnya juga terlihat jelas.. Mereka belok ke sisi kanan jalan keluar dari rumah sakit ini.. " ucap seorang petugas keamanan rumah sakit lantang sekali.


" Coba lihat... " Ryuzaki langsung mendekat dan mengutik-utik rekaman CCTV mobil itu. Bibirnya mengulas senyum saat menemukan petunjuk besar. Yang perlu dia lakukan sekarang melacak kemana perginya mobil itu.


" Semoga nyonya muda lekas ditemukan tuan.. " Ryuzaki mengangguk.


Setelahnya Ryuzaki mengirimkan nomor plat mobil ambulans itu dan meminta anak buahnya untuk menyabotase seluruh CCTV di jalanan yang dilewati mobil ambulans itu. Ryuzaki yakin, dengan cara ini mereka bisa menemukan keberadaan Aerith. Rasanya tidak bisa Ryuzaki bayangkan, bagaimana Aerith saat ini, apalagi jika dia tahu dirinya diculik. Sungguh Ryuzaki tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika benar terjadi sesuatu dengan Aerith dan juga bayinya.


" Bertahanlah Ae chan... Tidak lama lagi, aku akan menemukan mu.. " gumam Ryuzaki pelan.


" Tetap tenang... Semuanya juga akan baik-baik saja, mereka tidak akan mencelakai Aerith.. " Kaien maju berusaha untuk menenangkan adik kembarnya.

__ADS_1


" Semoga saja.. Karena jika aku melihat ada sedikit saja lecet di tubuh istri ku, aku bersumpah akan membuat mereka semua membayarnya. " ujar Ryuzaki penuh amarah.


Ryuzaki masih berada di area rumah sakit menunggu kabar dari anak buahnya yang tengah mencari keberadaan ambulans yang membawa Aerith. Sungguh ketidakberuntungan benar-benar menimpa Ryuzaki hari ini. Sudah istrinya hilang dan belum ketemu, ini lagi dia melihat ada mantan kekasihnya yang datang mengarah ke posisinya.


" Ryuu kun.. Aku ingin bicara sesuatu yang penting dengan mu.. " ucap Rena langsung menarik tangan Ryuzaki pergi dari sana.


" Lepas Rena.. Tidak perlu menarik pun aku masih bisa jalan sendiri.. " Ryuzaki menyentak telapak tangan Rena yang menggenggam jemarinya.


" Dengar.. Aku sedang sibuk saat ini.. Jadi tunda saja dulu jika kau ingin bicara dengan ku.." uja Ryuzaki hendak meninggalkan Rena.


" Kau ingin mencari istri mu kan? Aku dengar dia diculik.. Tapi kenapa kau begitu menghayati peran sebagai suami dengannya? Kau tidak perlu melakukannya Ryuu,, dia wanita jahat yang sejak awal membohongi mu.." ucapan Rena menghentikan langkah Ryuzaki.


" Apa maksud mu?" Ryuzaki sudah tidak bisa lagi acuh saat ini. Sepertinya Rena tahu sesuatu.


" Aerith hamil kan? Tapi sayangnya itu bukan anak mu melainkan anak sugar daddy nya. Pria yang menjadi sugar daddy Aerith menolak bertanggung jawab karena itu Aerith mencari cara agar bisa mendapatkan pria untuk bertanggung jawab atas janinnya, dan itu diri mu... Kandungan Aerith berusia tiga bulan, tapi bukankah kalian menikah baru dua bulan belum ada.." ucap Rena dengan mimik wajah terkesan mengejek Ryuzaki.


" Apa maksud mu Rena?" Ryuzaki mendekat ke arah Rena dan mendorongnya hingga membentur tembok, " APA MAKSUD MU...JAWAB !!!!! " sentak Ryuzaki dengan sangat keras. Suaranya langsung menarik perhatian semua orang yang ada di lorong itu.


" Kau ditipu olehnya... Wanita itu menipumu, yang dikandungnya bukan anak mu,, jadi tidak seharusnya kau menyelamatkannya karena bukan orang jahat yang menculiknya, tapi suga daddy nya sendiri.." sentak Rena tak kalah keras.


Ryuzaki sangat shock mendengar apa yang Rena katakan. Aerith menipunya dan memanfaatkan dirinya. Tapi perasaan mereka selama beberapa waktu ini, sungguh kah itu nyata atau hanya sandiwara Aerith saja. Jujur saja hati Ryuzaki sangat sakit, dia tidak bahkan sampai menitikkan air mata saking sakitnya hati.

__ADS_1


" Kau menipu ku Aerith... Kenapa?... Kenapa?" gumam Ryuzaki.


" Jika itu sugar daddy mu,, kini perlukah aku menyelamatkan mu Aerith?" tanya Ryuzaki dengan tubuh yang langsung luruh ke lantai.


__ADS_2