Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Penentuan


__ADS_3

Hari yang paling ditunggu oleh Rena akhirnya tiba juga. Hari ini, adalah hari dimana Ryuzaki akan menikahinya. Hal yang paling Rena nantikan selama hidupnya, bisa bersama dengan pria yang dia cintai sejak awal kali pertama bertemu.


Rena terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna biru muda, warna favoritnya. Gaun pengantin yang dirancang oleh desainer kondang sebagai hadiah atas pernikahan Rena. Seluruh keluarga besar Hibiki sudah memenuhi gedung yang mana menjadi tempat dimana Rena dan Ryuzaki nantinya akan mengucapkan sumpah pernikahan.


" Selamat Rena.. Akhirnya apa yang menjadi mimpimu akan segera terwujud.. " Ena memeluk model yang dia asuh itu dengan erat.


" Terima kasih kak.. Ini semua juga karena campur tangan kakak.. Andai tidak ada kau di samping ku, maka mimpi ku ini pasti sudah terkubur dari dulu.. " Rena membalas pelukan Ena. Keduanya larut dalam suasana hari, hingga tidak peduli akan sekitar.


" Ngomong-ngomong, sudah jam segini kenapa keluarga pengantin pria belum datang? " tanya Ena heran.


" Ryu kun mengatakan, jika mereka terjebak macet. Mungkin sepuluh menit lagi mereka akan sampai.. Itu yang dia katakan di pesan yang dia kirim pada ku.. " Rena berucap sambil tersenyum ceria sekali.


" Ini semua adalah keberuntungan yang dibawa oleh anak mu.. Benarkah baby.. " Ena mengusap perut Rena yang sudah sedikit menonjol itu.


" Iya bibi.. " sahut Aerith menirukan suara anak kecil.


Keduanya tertawa bersama, menertawakan tingkah konyol mereka ini. Sungguh hari yang sangat membahagiakan, sehingga terus dan terus dihiasi dengan canda dan tawa dari Rena. Sejak tadi memang tidak luntur sedikit pun, senyum yang menghiasi bibir milik Rena. Menambahkan kesan cantik pada wajahnya yang begitu mempesona.


" Rena chan.. " ayah Rena masuk.

__ADS_1


" Chichi... Ada apa? " Rena menyambut ayahnya dengan senyum di wajahnya. Masih terus tersenyum, membuat ayah Rena sedikit ragu untuk bertanya.


" Apa calon suami mu belum juga datang? Tiga puluh menit lagi, acara akan dimulai.. " sekarang ganti ayahnya yang bertanya.


" Mereka terjebak macet.. Sepuluh menit lagi, mereka akan sampai.. Jangan khawatir, Chichi.. " Rena mengusap lengan sang ayah yang kini sudah berusia di atas kepala lima itu.


" Baiklah kalau begitu... " ayah Rena hendak meninggalkan ruangan putrinya untuk kembali ke depan menyapa tamu undangan. Namun niat itu harus tertunda ketika dari arah pintu masuk, sudah berdiri Ryuzaki dan keluarganya.


Yang membuat ayah Rena dan Rena sendiri keheranan ketika melihat calon mempelai pria dan keluarganya datang dan berdiri di pintu, itu semua karena pakaian yang mereka pakai, yang mana sama sekali tidak mencerminkan acara pernikahan ini. Keluarga Narita berpakaian kelewat santai untuk ukuran pesta pernikahan keluarga bangsawan.


" Ryu kun.. Kenapa kau belum memakai setelah jas mu? " tanya Rena mendekat ke arah calon suaminya.


" Ryu kun.. Apa maksud mu berkata seperti itu?" tanya Rena yang heran dengan tingkah Ryuzaki kali ini.


" Tidak usah pura-pura tidak paham dengan apa yang aku katakan. Sebenarnya aku tahu rahasia apa yang kau sembunyikan dari ku.. Kini aku akan membongkar semuanya dan mengakhiri semuanya." ucap Ryuzaki tegas.


Ayah Rena yang masih di ruangan itu menatap anak dan calon menantunya bergantian dengan wajah yang menyiratkan kebingungan. Perasaannya tidak enak dan dia tidak tahu apa yang yang akan terjadi. Tapi melihat keluarga calon besannya sama sekali tidak terlihat dalam suasana yang baik, bisa ditebak kemana arah pembicaraan ini nantinya.


" Anak yang kau kandung itu bukanlah anak ku.. Kau bersama dengan pria lain dan kebetulan pria itu sudah mengakui semuanya. Saat kau bersamanya sebelum kita melakukan hubungan ranjang, kau sudah hamil duluan. Pria itu, dan juga dokter yang memeriksa kandungan mu bisa menjadi saksi jika kau menyangkal.." Rena terkejut bukan main dengan ucapan Ryuzaki. Merasa tidak percaya dengan ucapan calon suaminya itu.

__ADS_1


" Jangan bicara yang tidak-tidak Ryu.. Jika kau tidak ingin menikahi ku, cukup katakan saja, tidak perlu memfitnahku dan melemparkan semua kesalahan pada ku.. Apakah sekarang kau sudah menjadi pria pengecut ?" sarkas Rena berharap Ryuzaki sadar dengan dikatai sebagai pengecut olehnya.


" Pria itu di sini sekarang, kau benar-benar ingin dia mengungkapkan semuanya? Aku tidak masalah dengan itu semua.. Toh yang akan dipermalukan disini adalah kau... Bukan diri ku.." Ryuzaki masih bersikap sangat tenang karena dia berada di pihak yang benar.


" Rena.... Apa kau pikir aku bisa tertipu untuk kedua kalinya dengan permasalahan yang sama? Aku bukan lah orang yang bodoh sehingga bisa terjebak untuk dua permasalahan yang sama... Tahukan bagaimana aku berakhir menikahi mantan istri ku? Bukankah kasusnya sama seperti ini?" Ryuzaki menyeringai ketika melihat perubahan raut wajah Rena.


Yang awalnya terlihat biasa saja bahkan memasang wajah yang tanpa dosa, kini Rena terlihat kebingungan dengan apa yang akan dia katakan untuk menyanggah ucapan Ryuzaki. Bodohnya Rena, harus memakai cara yang sama seperti yang dilakukan Aerith sehingga dengan mudah memancing kecurigaan pada Ryuzaki.


Rena bingung harus bagaimana sekarang. Benarkah dia harus melepaskan impiannya untuk bersanding dengan pria yang dia cintai sejak dulu. Rasanya sangat bodoh jika dia melewatkan kesempatan menjadi nyonya muda ketiga Narita. Tapi bagaimana dengan nasibnya jika suatu saat nanti semuanya akan terbongkar.


" Bingung? Harus mengambil langkah apa kedepannya? Bagaimana jika kau membantu mu dengan memberikan dua pilihan..?" tanya Ryuzaki dengan wajah yang terlihat begitu menghina Rena.


" Ryu kun... Sebenarnya, apa yang sedang terjadi sekarang?" tanya Ayah Rena memberanikan diri untuk bertanya. Otak tuanya tidak bisa mencerna ucapan Ryuzaki yang terkesan berbasa basi sejak tadi.


" Tenang paman.. Mari kita dengar pilihan anak anda, maka setelah itu aku akan menjelaskan semuanya.." Ryuzaki menahan emosinya sejak tadi jua karena ayah dari Rena.


" Begini saja Rena chan... Pernikahan berlanjut tadi kita menundanya sampai anak dalam kandungan mu itu lahir kemudian melakukan tes DNA. Dan jika itu anak ku, maka kita akan menikah tapi jika itu bukan kau harus menanggung akibatnya karena menipu keluarga Narita.. Atau, akhiri sandiwara mu sampai disini dan hari ini kau akan tetap menikah, tapi dengan pria yang sudah menanam benih di dalam rahim mu itu..." Ryuzaki menjeda ucapannya sebentar.


" Jadi bagaimana Rena? Apa pilihan mu?" sekali lagi Ryuzaki bertanya.

__ADS_1


Rena sekarang ini sudah dalam kondisi sangat panik. Langkah apa yang harus dia ambil dalam situasi ini, dia sendiri bingung harus berbuat apa. Jika dia tetap bersikukuh mengatakan bahwa yang dikandungnya adalah anak Ryuzaki dan hasilnya tidak seperti ucapannya, maka dia dan karirnya kan berakhir saat itu juga. Atau sekarang dia merelakan semuanya dan menikahi pria yang dibilang memang hendak bertanggung jawab padanya itu.


__ADS_2