Trapped My Cruel Lecturer

Trapped My Cruel Lecturer
Belanja bersama


__ADS_3

Hari semua kegiatan di kampus berjalan dengan lancar, termasuk mata kuliah yang Ryuzaki ajar, semuanya berjalan dengan baik, dan Aerith merasa senang bukan main. Tidak ada yang mengganggu, pelajaran juga bisa selesai dengan cepat, kini Aerith tinggal menikmati makan siangnya di kantin bersama dengan Nanako.


Terjadi obrolan diantara Nanako dan Aerith, dan bahan obrolan itu lebih banyak ke masalah tentang rumah tangga Aerith. Menurut Nanako, rumah tangga Aerith dengan Ryuzaki patut untuk disimak karena selain aneh tapi nyata, juga sedikit konyol. Dari cerita Aerith tentang kehidupan rumah tangga nya, Nanako bisa menyimpulkan bahwa kedua orang ini sangat tidak cocok.


" Yang benar kau Ryuzaki san berucap seperti itu pada mu? Dan kenapa kau membawa-bawa niishan ku? " tanya Nanako sedikit protes.


" Iya dia bicara seperti itu. Bahkan saat itu, setelah dia menghukum ku membersihkan kamar mandi, kami bertengkar hebat karena dia terus menghina ku dengan kondisi ku.. Sialan sekali aku tidak bisa melawan karena aku butuh dia untuk menutupi.... " ucapan Aerith terhenti karena Nanako langsung menghentikan ucapan Aerith saat ada mahasiswa lain lewat.


" Heh... Siapa yang bilang kalau dinding punya telinga? Kenapa bicaranya enteng sekali seolah semua orang tahu, HAH? " kesal Nanako. Lalu bagaimana Aerith? Tentu saja hanya bisa tersenyum seperti orang bodoh.


" Sudah jangan bahas itu lagi.. Nanti ada yang dengar. Tapi tolong jawab pertanyaan ku, apa yang akan kau lakukan dengan sugar daddy mu itu? " tanya Nanako. Bisa gawat jika sampai perselingkuhan Aerith tercium suaminya. Apalagi ada kejadian di acara pesta amal waktu itu.


" Aku menonaktifkan ponsel ku setelah semalam.. Entahlah jika dia marah dan mencari ku asalkan aku tidak membuat curiga Ryuzaki san saja. Karena jika sampai beliau curiga nanti saat aku mengatakan tentang ini, bisa-bisa dia tidak mau mengakuinya. Kan tujuan ku menikahinya karena ini.. " Aerith mengusap pelan perutnya yang sedikit menonjol meski belum begitu terlihat. Tapi jika disentuh akan sangat terasa.


" Dan seminggu lagi kau harus mengatakannya.. Aku akan mencari cara agar bisa mendapatkan dokter yang bisa diajak kerja sama.. " Nanako berucap dengan yakin.


Obrolan mereka pun diakhiri ketika Aerith mendapatkan pesan dari suaminya untuk datang ke tempat parkir mobil mereka pagi ini. Segera saja Aerith bergegas meninggalkan Nanako yang diminta membayar makan siangnya tadi, sungguh teman laknat, Nanako geleng kepala.

__ADS_1


Aerith celingak celinguk mencari keberadaan suaminya saat ini, karena begitu sampai di tempat tujuan suaminya tidak terlihat sama sekali. Tapi kemudian Aerith tahu suaminya sudah didalam mobil saat Ryuzaki membunyikan klakson mobilnya.


Tin... Tin...


Aerith berjingkat kaget dan langsung menghampiri mobilnya tanpa berkata apapun dia masuk dan menutup pintu, langsung memasang seatbelt dan diam menatap depan.


Ryuzaki menatap aneh istrinya yang tumben sekali bersikap manis begini. Padahal biasanya jika dikagetkan dengan cara seperti tadi maka Aerith akan marah dan mengomel, tapi lihat singa betina ini sekarang berubah menjadi kucing persia, dan entah kenapa Ryuzaki menyukai hal itu.


" Haish... Sepertinya kebodohan anak ini menular pada ku... " batin Ryuzaki yang langsung melajukan mobilnya.


Tidak ada yang bicara diantara mereka berdua, keduanya sama-sama diam dengan aktifitas masing-masing. Ryuzaki dengan setir mobilnya, sedangkan Aerith dengan menatap jalanan yang mereka lewati. Tapi ketika seharusnya mereka berbelok, tapi malah lurus akhirnya Aerith pun bertanya pada suaminya ini kemana tujuan merek.


" Oohh.. Memangnya bibi Ino memang suka seperti ini ya? " tanya Aerith membuka obrolan.


" Bukankah dia begitu karena kau juga? " Aerith langsung menatap suaminya. Apa coba maksudnya bicara begitu. Aerith sungguh tidak paham, akhirnya dia pun tidak membalas ucapan Ryuzaki dan kembali melihat jalanan kota Kyoto lagi.


Aerith berjalan lebih dulu sedangkan Ryuzaki berjalan dibelakangnya dengan mendorong troli. Keduanya mirip sekali dengan pasangan di dalam drama Korea yang berbelanja dengan kekasihnya dan terlihat mesra karena saling menggoda dan juga bertanya apa yang ingin dibeli oleh si wanita dan apa yang akan dimasak. Benar-benar indah sekali, karena ini tujuan bibi Ino.

__ADS_1


Namun kenyataan tidak sesuai angan, Aerith bahkan sejak tadi cemberut dan Ryuzaki berwajah datar. Orang yang melihat mereka akan menganggap mereka sepasang kekasih yang sedang bertengkar karena berbeda keinginan dalam berbelanja. Aerith sendiri kesal karena dia ingin dimasakan menu masakan China sama seperti beberapa saat lalu bibi Ino masakan. Tapi tanggapan suaminya sungguh diluar ekspetasi nya.


" Ck.. Jangan memasak yang kau sendiri tidak bisa dan berakhir menghancurkan dapur ku lagi.. Kemarin saja masakan mu itu asin, memangnya lidah mu itu tidak terasa ya.. " begitulah cemoohan Ryuzaki beberapa menit yang lalu.


Malas berdebat dengan suaminya karena mood nya sudah buruk, Aerith pun hanya berjalan saja tanpa ada niatan mengambil bahan makanan sekali pun. Dia hanya diam dan berjalan saja di depan Ryuzaki. Hal itu terus terang mengganggu Ryuzaki, karena entah mengapa suasana hati Aerith sekarang mempengaruhi dirinya. Padahal awalnya tidak sama sekali ketika mereka baru-baru menikah.


Mungkinkah karena ternyata Aerith tidak seperti wanita yang dia pikirkan yang bekerja sebagai wanita malam. Atau karena Ryuzaki tahu bahwa sebenarnya Aerith melakukan itu semua karena terpaksa seperti ucapan Aerith saat itu. Mungkinkah tembok pemisah yang dia bangun agar tidak jatuh dalam pesona Aerith sedikit demi sedikit runtuh karena melihat bagaimana sikap dan sifat Aerith yang sebenarnya. Kepala Ryuzaki rasanya ingin meledak karena hal itu.


" Ambil saja bahan makanan yang kau inginkan, aku akan memasak untuk mu.. " ucap Ryuzaki akhirnya setelah setan dan malaikat dalam dirinya berdebat untuk peduli atau tidak peduli pada istrinya itu.


" Benarkah? Ryuzaki san akan memasak untuk ku? Yeayyy asyik.... asyik... " Aerith lompat kegirangan dan langsung melesat ke segala arah mengambil bahan makanan yang dia inginkan Ryuzaki memasaknya.


Menatap tingkah sang istri, Ryuzaki hanya geleng kepala saja. Lucu sekali istrinya jika seperti ini. Diam-diam, sudut bibir Ryuzaki sedikit tertarik ke atas membentuk lengkung yang indah. Aerith sekilas melihat itu, tapi karena tidak ingin suaminya mengubah ekspresi wajah yang baginya sangat amat membuat wajah suaminya bertambah tampan berkali-kali lipat, hanya diam tanpa kata.


Belanja yang awalnya hanya dihiasi dengan aura permusuhan dari keduanya, sekarang berubah menjadi begitu menyenangkan baik itu untuk Aerith maupun Ryuzaki. Bagi Ryuzaki sendiri, dirinya tidak pernah terpikirkan sekali pun menemani berbelanja seorang wanita itu ternyata sangat menyenangkan. Apakah hanya dengan Aerith saja? Hal itu membuat sudut bibirnya terangkat semakin ke atas. Ada-ada saja pikirannya itu.


" Ryuzaki san..... Kau disini? " seseorang menyapa Ryuzaki ketika dia sedang memperhatikan Aerith yang berbelanja. Dan Ryuzaki hanya menatap datar orang di depannya ini.

__ADS_1


" Sial... " batinnya.


__ADS_2